![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
*Sut Sut Sut
"Arkk"
Hujan panah terus mengenai para anggota suku Dark Elves dan menghabisi sebagian besar Elf yang tak sempat berlindung. Panah panah berukuran besar dengan racun di ujungnya menembus tubuh para Elf buangan dan mencabut nyawa seketika.
Frega mengepalkan tangannya seiring dengan satu persatu teriakan akhir hanyat para pengikutnya. Mereka semua adalah Elf buangan dari Desa Sylfhim. Semua Elf yang telah melakukan dosa sama sepertinya.
Dibuang ke hutan tanpa senjata dan lemah agar mati menjadi makanan para Monster atau hewan buas.
Saat itu Frega berpikir orang-orang itu hanya sekedar alat demi mencapai tujuannya, sama seperti Naga Orochi. Sifat Frega sejak dulu ialah apa yang menjadi miliknya, tidak boleh diambil darinya. Layaknya dia marah kala Freya mengambil hak nya menjadi Oberon, kini Frega merasa emosi nya memuncak saat orang-orang dari Desa Sylfhim mengambil alat-alat nya, miliknya! Dia tidak membesarkan para Elf buangan untuk mati sia sia ditangan para Elf sok suci itu!
"HARRRHH! BERHENTI KALIAN ATAU GADIS KECIL INI MATI!"
Raungan Frega berhasil menghentikan hujan panah. Dia menyeringai sinis saat sekali lagi dia benar benar memiliki tawanan yang amat berharga.
Tak mau terkena tembakan kejutan, Frega dengan sengaja mengangkat tinggi kepala Ellena keluar dari cekungan tanah, menghentikan siapapun dari pihak musuh memberinya tembakan. Saat dia mendengar para Elf Desa Sylfhim menahan serangan, Frega dengan sigap keluar dan langsung membawa Ellena tepat di depan dadanya. Membuat Ellena yang tidak sadarkan diri menjadi tameng.
"Hehe... kalian tidak bisa menyerangku. Gadis ini taruhannya." Frega tertawa puas melihat wajah wajah frustasi beberapa puluh Elf yang datang demi melumpuhkannya. Sembari itu Frega memindai sekilas kondisi pada pihaknya.
__ADS_1
Semuanya mati. Hanya dia seorang yang bertahan. Sialan... apa ini akhirnya?
"LEPASKAN DIA BAJINGAN! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU BILA EL MATI!!"
Saat melihat Ellena yang lunglai dengan wajah pucat di dekapan Frega sebagai perisai, Andesz hanya melihat merah. Jika bukan karena pisau di leher Ellena, Andesz sudah pasti menerjang Frega dan mengajaknya berduel.
Di sebrang sana Frega justru terkekeh. Kali ini pemimpin Suku Dark Elves itu benar benar tertawa macam orang gila, "Haha...ancamanmu tidak terasa, bocah manusia." seringai angkuh terpajang pada wajah Frega.
"Kau menginginkan gadis kecilmu kembali?" Nafas Andesz terengah saat melihat lubang di perut Ellena tidak lagi mengeluarkan darah.
Frega juga menyadarinya. Dia mengangkat wajah gadis itu dan menatapnya lekat lekat. Sejurus kemudian Frega terkekeh lagi sembari menunjukkan wajah Ellena yang pucat.
"Berita buruk untuk kalian..." semua orang menahan nafasnya saat Frega melepas genggamannya pada Ellena dan membiarkannya jatuh.
"Dia sudah mati."
Tidak...mana mungkin Ellena mati. Dia Guardian tanah ini.
"Guardian kalian sudah mati, sialan! Hahaha."
__ADS_1
"SEMUA ELVES! TEMBAK DIA DENGAN SEMUA PANAH KALIAN!"
Frega tertawa keras. Dia merentangkan tangannya seoah menyambut hujan panah yang diarahkan padanya.
*sut sut sut
Panah demi panah menembus tubuh Frega. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Lagi. Lagi. Dan Lagi. Entah berapa kali, tubuh tinggi Frega kini dipenuhi anak panah. Darahnya mengalir deras dari mana-mana. Mulutnya muntah darah tak terkira.
Pada saat terakhirnya, Frega menatap pasukan Desa Sylfhim dengan perasaan nostalgia. Matanya seolah melihat dirinya sendiri yang lebih muda berada diantara mereka.
'Ah...sial. Konyol sekali keinginan bodoh ini.'
Lalu tiba tiba.
***GROOOO****UMMM***
Tanpa ada yang menduga, Naga Druk datang dari atas dan langsung menyambar Frega lalu menelannya bulat bulat. Naga besar itu mengaum kencang pada langit malam dengan tubuh seorang gadis manusia terbaring di bawah tubuhnya.
.
__ADS_1
.
.