![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Selain percakapan menyebalkan malam itu, Andesz sempat bertanya pada Ellena tentang belati hitam yang tidak baru dilihatnya.
"Oh...Zeno yang membuatnya. Terbuat dari sisik Druk." jawab Ellena singkat.
"Naga Agung?" baik Andesz dan Zeni membeo bersamaan.
Gadis bersurai ungu mengangguk tanpa melihat wajah konyol kedua pria beda ras itu, "Iya, Druk. Dia sendiri yang memberikan sisiknya saat aku melarangnya ikut perburuan."
"Begitu saja?!"
Kepala ungu itu mengangguk.
Andesz masih tercengang meski mendapat konfirmasi lebih jelas. Astaga! Itu berarti dua belati hitam Ellena adalah Senjata Surga yang hanya satu tingkat dibawah Senjata Mitos.
Selain Hewan Buas, Monster dan Tanaman, Guild Petualang juga menyediakan informasi tentang berbagai senjata di dunia dan membaginya menajadi tujuh tingkat. Urutan dari yang terlemah ialah Tingkat Rendah, Normal, Atas, Bumi, Langit, Surga dan terakhir Mitos.
Tingkat Rendah, Normal dan Atas banyak ditemukan di toko senjata manapun dan harga yang murah. Senjata Bumi cukup banyak dan biasanya para Petualang Rank B menggunakan senjata ini cukup sering, harga sedikit lebih mahal. Lalu tingkat Langit hanya bisa dapat dengan membuat senjata dengan bahan Monster kelas Langka tingkat ke 5 dan 6. Senjata ini lebih sedikit keberadaannya karena hanya bisa ditempa oleh Penempa yang memiliki kemampuan setara petualangan Rank A. Berikut Senjata Surga adalah senjata peringkat dimana diketahui hanya para Rank S yang memilikinya.
Sementara Senjata Mitos... sesuai namanya, senjata itu tidak ada. Ada tapi tidak ada. Dikatakan Senjata Mitos merujuk pada lima senjata kuno yang digunakan oleh Guardian ribuan tahun yang lalu. Tidak ada catatan pasti apakah Guardian menghilang dengan senjata mereka atau meninggalkannya di suatu tempat. Seperti Monster kelas Mitos, Senjata tingkat ini tidak pernah diketahui.
Dan sekarang, tentu wajar bila Andesz terkejut dengan Senjata Surga yang dengan mudah jatuh ke tangan Ellena. Karena...Ayolah! Andesz tahu bocah itu yang ditakdirkan menjadi Guardian, dia sendiri yang selalu menyindir Ellena soal itu. Tapi kok rasanya tidak adil ya?!
CRASS. CRASS. CRASS.
Di antara gerombolan Hewan Buas berbentuk Banteng yang berlari secara kawanan, Ellena yang menunggangi Ganesha melaju cepat menebas leher banteng paling dekat dan melempar 2 pisau sekaligus pada paha depan dan belakang banteng lainnya. Ellena melemparkan 20 pisau lainnya pada banteng lain lagi hingga berganti mengeluarkan tombak. Tentu, dengan mata istimewa dan kekuatan tangan yang berkembang berkat semua latihan fisiknya, Ellena melempar 10 tombak bergiliran dengan kecepatan luar biasa dan semuanya tepat sasaran.
Ellena bersorak kencang diatas Ganesha yang juga ikut memekik.
"YEAHHHHHHH! SIAL! AKU KEREN BANGET!"
__ADS_1
Mengerti maksud Andesz? Kenapa bocah kurang akhlak seperti Ellena bisa dengan mudah mendapat Senjata Surgawi tanpa susah payah? Umurnya juga masih sangat muda. Diusia segitu kebanyakan remaja kurang bijak menggunakan senjata hebat.
"Ganesh, terus ke utara. Kita berburu ke pegunungan selanjutnya!" Sang gajah yang ditundukkan memekik kencang dan berlari menuruti perintah. Tentu sebelumnya Ellena telah menyimpan semua banteng yang berjatuhan ke dalam Galaxy Ringnya.
Apa ini yang namanya cemburu? Andesz merasa pahit di dada.
"EL! KEBIASAAN!" Seru Andesz berlari mengejar Ellena dan Ganesh.
"CEPATLAH KALIAN BERDUA! ATAU AKU TINGGAL!"
Sudah kau tinggal, sial!!!
"Tuan Andesz, naik ke punggung saya?" Tawar Zeni yang merasa kasihan dengan manusia disampingnya.
Andesz menggeleng dalam larinya, "Tidak usah, terima kasih." Maaf saja, Andesz ini pangeran mahkota dan seorang petualang. Jatuh harga dirinya jika menerima tawaran gendongan Zeni meskipun maksudnya baik.
.
.
.
Kali ini lawan Ellena adalah King Kong. Monster kelas Legenda tingkat 7(bawah) berbentuk kera besar. Tidak seperti Ganesh yang menyendiri di tingkatnya sekarang, monster Kong memang hidup secara berkoloni dengan raja mereka adalah King Kong. Kera besar setinggi 4 meter nampak ganas saat mengaum kencang, menunjukkan gigi taringnya dan memukul-mukul dadanya.
"Wah, seperti ini akan melelahkan." kata Ellena melihat sekelilingnya sekilas. Selain King Kong yang berada di depan Ellena, para Kera Kong lainnya mengelilingi mereka dengan suara 'Kukakakakkkkkk' yang memekik.
"Andesz, Zeni. Kalian bisa mengatasi anak buahnya?" tanya Ellena membelakangi kedua rekan perburuannya.
"Tentu saja Nona." Zeni mengangkat busur besarnya dengan panah di dalamnya.
__ADS_1
"Iya tenang saja." jawab Andesz. Mata birunya melirik ke belakang, pada Ellena yang berwajah serius.
"Kau pikir kau bisa mengatasi King Kong?" balik Andesz bertanya. Pria itu menghunus pedang dari sarungnya.
Ellena mengangkat bahu, bodoh karena jelas Andesz tidak bisa melihatnya, "Aku akan mencobanya." jawabnya tenang.
Tapi Andesz, yang entah dari kapan menumbuhkan sikap protektif pada Ellena, mengomel pelan, "Ini bukan main-main El. Nyawamu bisa melayang."
"Aku juga belum berencana mati. Kasihan Nora kutinggal sendiri dengan bibi Em nanti, "kata Ellena sembari tertawa kecil. Tapi tawa itu hilang secepat dia muncul, "Aku bisa mengalahkannya, entah bagaimana caranya. Ganesh juga bersamaku."
Sejujurnya Ellena sedang gugup. Dia memang berkata akan menjadi Raja hutan Sylfy dan mengalahkan (menaklukkan) semua monster, bahkan kelas Legenda sekalipun. Tapi Ellena tidak berharap menang dengan telak. Gadis itu sadar perjalanannya masih jauh bila ingin menang satu lawan satu dengan Monster. Karena itu dia menggunakan kecerdasan otaknya.
Seperti yang dilakukannya pada Ganesh. Ellena bermain licik dan yang paling tidak merepotkan. Dia berencana menaklukkan para Monster terkuat hingga Monster di tingkat bawahnya tidak berani melawan dirinya. Sekali dayung, banyak pulau terlewati.
Hanya saja, gadis itu tidak mengira akan bertemu dengan kawanan Kera Kong sekaligus rajanya di jalan. Ellena tidak sempat memata-mati King Kong guna menemukan kelemahannya dan membuat rencana.
Sebenarnya dia tahu kelemahan King Kong. Memutuskan kepalanya atau menghancurkan jantungnya. Kelemahan King Kong dan para Kong yang lain cukup mirip dengan manusia.
Tapi tidak semudah itu menancapkan senjata di dadanya atau menebas kepalanya. Kong memiliki 2 tangan dan dua kaki mirip manusia. Sudah begitu tentu Kong juga bisa bergerak cepat dan lebih cerdas dari Ganesha. Terlebih King Kong, meski besar dia bisa bergerak cepat, tangan nya juga panjang. Ellena ngeri membayangkan tangan besar itu akan sangat mudah mematahkan tubuhnya yang bagai lidi.
'King Kong, selain besar tapi juga lincah' Perlahan Ellena mengeluarkan tombak dari cincinya.
'King Kong kuat.' batinnya saat raja para Kong meraung seolah menantangnya untuk maju.
"Tapi aku juga semakin kuat setiap hari. Jadi ayo menari, sialan!"
Ellena menyerbu dengan Ganesh.
.
__ADS_1
.
.