Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 37 Pelukan Hangat


__ADS_3

Rencana Ellena menjadi raja hutan Pulau Sylfy tidak berjalan saat itu juga.


Nora benar-benar bersyukur otak kakak angkatnya masih bekerja sempurna dan mampu berpikir terlebih dahulu meski dari otak yang sama itulah ide gila sebelumnya tercetus.


Andesz menganggap gila ide Ellena dan menyuruhnya jangan buang waktu lebih lama di pulau itu untuk menundukkan dan memburu semua monster. Tapi apa daya gadis berambut ungu itu sudah memutuskan maka tiada orang selain bibi Em yang bisa merubah keputusan Ellena.


Nora? Sebagai adik yang baik dia tidak membantah dan akan membantu Ellena dengan seluruh kemampuannya.


Nah, yang dimaksud Nora dengan Ellena masih menggunakan otaknya adalah gadis itu mendatangi Reyna Freya.


Dalam pertemuan pribadi itu Ellena menyampaikan keinginannya memburu monster serta bermaksud meminta sedikit bantuan.


"Wahai, bantuan seperti apa yang kau butuhkan , nona kecil?"


"Freya, sebelum terdampar disini aku selalu memiliki Space Thing berupa tas kecil. Benda itu sangat berguna bagiku untuk menyimpan seluruh hasil buruan ku dan barang-barang penting milikku," Ellena memulai dengan sebuah kisah tentang Space Bag, tas kuning kecil yang selalu berada di pinggangnya yang hilang entah dimana, "Aku memiliki rencana memburu hewan buas dan monster dipulau ini dan memerlukan Space Things. Jadi... bisa aku mendapatkannya?" diakhir kalimatnya, baik Nora maupun ratu para elf bisa melihat bahwa gadis berambut ungu itu tengah merona tipis.


"Aku akan membayar. Dengan apa saja."


Ellena tidak dibesarkan tanpa tahu balas budi. Emily mendidiknya bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini. Bahkan kebaikan suatu hari akan berbalas dengan kebaikan lainnya. Ellena berani meminta kepada ratu para Elf itu karena hanya dia satu-satunya yang dipikirkannya untuk mendapatkan Space Things yang baru. Hei, mereka berada di pemukiman para Elf yang merupakan asal usul Space Thingg tercipta. Kualitasnya pasti tidak bisa dibandingkan.


Tanpa diduga Freya justru tersenyum lembut menanggapi permintaan Ellena, "Wahai, tentu saja nona kecil. Apa kau juga membutuhkan senjata? Bagaimana dengan armor? Kulihat armor milikmu sebelumnya dan Nora cukup baik tapi aku yakin Elf Tinker kami bisa membuatkanmu yang lebih baik."


Wah! Ditawari begitu mana bisa Ellena menolak. Permintaannya dipertimbangkan saja Ellena sudah bersyukur.


Tentu Ellena harus memastikan satu hal terpenting dulu.


"Freya, dengan apa aku harus membalasmu?"


Lagi lagi sang reyna tersenyum lembut nan cantik, "Wahai, cukup kau terus mengingat kami para Elf di pulau kecil ini maka aku sanggup memberimu segala keperluan dengan segala kemampuanku, nona kecil."


Kelopak emerald Ellena terbuka lebar mendengar ucapan Freya. Kalimat ratu itu sangat murah hati bahkan hampir tidak bisa dipercaya Ellena.

__ADS_1


Hei, begini-begini Ellena bisa dihitung pedagang. Dia juga petualang muda yang cukup banyak bertemu orang. Kebanyakan orang selalu meminta barang atau balasan setimpal atau sama berharganya atas jasa atau barang terkait. Ellena melihat banyak orang saling tawar menawar dengan sengit bahkan perampokan.


Demikian Ellena selalu berprinsip give and take. Sebuah istilah bahwa jika kau memberi maka kau juga mengambil. Jika dia menginginkan sesuatu maka harus ada sesuatu yang harus Ellena beri.


Tapi Ratu para Elf satu ini cuma minta diingat oleh Ellena?


"Apa karena aku adalah Guardian yang kau sebut-sebut?" tanya Ellena kemudian.


Tidak ada alasan lain. Bukankah alasan mereka menyelamatka Ellena, Nora dan Andesz juga karena Druk yang terbangun dan mengira dirinya adalah Guardian Lightning? Coba saja kalau bukan, apa orang-orang ini juga akan bergerak menyelamatkan Ellena.


Dugaan itu sedikit membuat Ellena tidak enak. Jauh dalam dirinya Ellena selalu merasa perlakuan semacam ini familiar. Tapi otak Ellena tidak mengingat kenapa dia harus memiliki perasaan itu. Apa itu berkaitan dengan sosok dirinya sebelum terlahir sebagai Ellena? Dirinya yang hidup 5000 tahu yang lalu?


Ah! Sudah gila.


"Wahai, Nona kecil, maukah kau memberiku alasan kenapa kau tidak menyukai gagasan bahwa dirimu seoranh Guardian?" Freya bertanya dengan hati-hati.


Seperti yang dia katakan pada tetua lainnya, Ellena harus diperlakukan secara istimewa. Freya juga akan pelan-pelan membimbing dan membuat Ellena mau menerima siapa dirinya.


Ellena tidak langsung menjawab. Suasana agak tegang saat tiada satupun diruangan luas sang reyna berbicara. Dan saat itu, Ellena merasakan tangannya di genggam oleh tangan lebih kecil darinya. Nora adalah pelakunya. Denga mata hijaunya yang bulat lucu, Ellena diingat kembali jawaban Nora tempo lalu.


"Misiku menjadi petualang elit, bukan menjadi pahlawan. Aku bukan orang yang bisa menanggung beban seberat itu."


Panjang lebar Ellena menjelaskan. Dia tidak berhadap Freya mengerti tapi mengungkap apa yang dia rasakan membuat Ellena lebih lega.


Freya termenung sesaat, "Wahai, aku melihatnya sekarang." kemudian tanpa disangka Ellena dikejutkan oleh usapan lembut dikepalanya oleh sang reyna, "Kau adalah anak yang kuat, nona kecil. Menjadi Guardian adalah takdir langit, tapi aku menjadi percaya bahwa apapun itu kau akan menjadi orang hebat dimasa depan."


Ellena tertegun sejenak. Elusan Freya membuatnya bergetar kecil lantaran sesaat Ellena membayangkan Emily yang sedang mengusapnya.


Ah, dia merindukan Bibinya itu.


"Tapi jika benar aku adalah Guardian, maka aku akan menemukan cara mengemban gelar konyol itu dengan caraku," Sejurus kemudian Ellena menyeringai, " Jangan kaget jika suatu saat Guardian Lightning dimasa depan tidak sesuai bayanganmu."

__ADS_1


Freya langsung tertawa mendengarnya, "Wahai, akan ku ingat. Jadi bagaimana? Senjata dan armor juga?" kembali ke topik awal.


Ellena lantas tersenyum lebar, "Desa Sylfhim akan menjadi yang pertama ku tulis dijurnal perjalananku ini." tentu Ellena menerima. Senjata dan Armor dibuat oleh para Elf sendiri? Gila kalau Ellena menolak.


"Wahai, nona kecil ingin membuat jurnal?"


Nora yang baru tahu ini ikut penasaran, "Benarkah El?"


Ellena mengangguk, "Aku akan membuat jurnal perjalanan untuk hadiah kecil bibi Em. Terlalu melelahkan jika aku menceritakan dari awal hingga akhir jadi biar kutulis saja." jelasnya.


Nora tiba-tiba merasa bersemangat mendengarnya, "El, biar aku membuat buku jurnalnya, ya?"


Alis Ellena terangkat sebelah, "Kau bisa membuatnya?"


Nora mengangguk angguk cepat, "Aku melihat Nayla memiliki buku kecil dengan sampulnya yang cantik dan wangi. Jadi aku bertanya cara membuatnya dan ternyata mudah."


Gadis remaja itu mengangguk paham, "Baik, kuserahkan bukunya padamu, Nora." si bocah berambut hijau bersorak senang karenanya.


"Dan Freya?"


Sang reyna menatap gadis remaja di depannya hingga kemudian dia merasa tubuhnya di terjang.


"Apa aku pernah bilang bahwa kau adalah Elf favoritku?" dengan mulut manisnya Ellena berkata dipelukan Freya yang lebih tinggi darinya. Dia hanya mencapai leher Freya saja.


Yang dipeluk sedikit terkejut dan butuh beberapa saat untuk membalas pelukan dadakan Ellena.


Hangat. Sudah berapa lama sejak seseorang memeluk nya? Freya tidak ingat.


"Wahai, senang mendengarnya. Terima kasih, nona kecil kesayanganku."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2