![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
*Zing Zing Zing
*Crass Crass Crass
Mayat demi mayat berjatuhan seiring dengan tebasan pedang di kedua tangan Andesz.
Pria berambut putih keperakan itu seolah sedang menari. Alih alih menari seperti angsa, Andesz menari seperti phanter yang gesit namun mematikan. Tidak ada gerakan yang sia sia. Setiap ayunan pedangnya Andesz berhasil mencabut satu nyawa Serigala Cakar Besi.
Andesz tidak menghitung berapa banyak hewan buas yang mati pada bilah pedangnya. Yang pasti pria itu harus menyingkirkan yang kecil secepatnya demi mengalahkan bos mereka.
Andesz harus mengalahkan Alpha kawanan ini, Serigala Cakar Besi Monster kelas Legenda tingkat 4. Tidak sulit dengan kemampuannya sekarang. Tapi lain cerita bila Andesz kalah jumlah.
"Maju kau keparat!!" terlalu lama bergaul dengan Ellena membuat Andesz sangat lancar mengutuk. Siapa yang sangka laki-laki yang merupakan Pangeran Mahkota Kekaisaran terbesar di Daratan Divernia itu bakal seliar itu.
**Grrrrrrr Grrrrrr Grrrrrrr** **HOUGK***
Akhirnya sang Alpha serigala tidak tahan melihat kawanannya jatuh lalu ikut menyerbu maju beserta serigala yang tersisa.
Andesz mengambil kuda kuda dengan kedua pedang bersilangan di atas dada. Lalu saat para musuh nya berada di jarak yang tepat Andesz menebas udara dengan teknik miliknya. Itu adalah gerakan Penebas Udara. Menghasilkan angin yang melaju dan menebas apapun yang di laluinya.
Selain sang Alpha, semua serigala mati teropong. Serigala setinggi dua meter itu adalah satu satunya yang berdiri dengan tatapan ganas kepada Andesz.
Andesz balas menatap dingin, "Salahmu menghalangi jalanku." Andesz kembali mengambil kuda kuda, "Permintaan maafku, aku akan mengirimmu menyusul kawananmu."
**GROUHK**
Serigala itu maju kembali dengan lompatan tinggi, menunjukkan cakar cakarnya yang memanjang dan tajam, siap mengoyak Andesz demi membalas kematian kawanannya. Sementara Andesz sudah siap dengan serangan balasannya saat tiba tiba sang Alpha Serigala Cakar Besi terkena tembakan anak panah berukuran besar tepat di lehernya.
__ADS_1
*Sut Sut Sut**
Belum selesai, anak panah lain yang berukuran besar menyusul menembus tengkorak kepala sang serigala yang langsung jatuh ke samping. Andesz menatap bos Serigala Cakar Besi yang mati dengan busa keluar dari mulutnya.
Racun. Panah beracun!
Tapi siapa?!
Segera Andesz mengetahui pelakunya. Dia adalah seorang Elf laki laki yang menembakkan anak panah dari atas pohon. Memegang busur besarnya dengan posisi membidik belum turun.
"Kalian..." Andesz hampir tak bisa berkata kata.
Tepat di hadapannya ternyata bukan seorang Elf saja tapi belasan bahkan puluhan Prajurit Elf Desa Sylfhim lengkap dengan pakaian pelindung dan senjata.
"Tuan Andesz! Apa anda baik baik saja?" salah satu Elf menghampiri Andesz.
Pasukan prajurit Desa Sylfhim? Bala bantuan telah datang!!
Sang Elf menjawab singkat, "Kami melihat sinyal Flare milik Zeni dan membawa sebisa mungkin para Elf yang mampu kemari dengan sangat cepat."
Mendengar itu Andesz langsung jatuh pada lututnya. Pria itu merasa hidupnya menjadi lebih panjang karena lega luar biasa melihat para Elf tangguh ini datang untuk membantu mereka.
Ya Dewa.... bala bantuan tiba! Terpujilah Zeni. Apapun yang dilakukan pria itu, Andesz bersyukur dia memanggil bala bantuan ini.
Namun haru itu tidak bertahan lama, "Tuan Andesz, apa anda tidak bersama Zeni dan Nona El?"
Benar, Ellena!
__ADS_1
Andesz bangkit lagi saat mendengar nama gadis yang membuatnya gila, "SIAL! ELLENA! "
Lalu tanpa menunggu siapapun Andesz kemudian berlari ke arah suku Dark Elves berada. Rasa panik dan takut kembali menjalarinya seperti mimpi buruk.
"Bertahan El. Kau tidak boleh mati." Andesz memanjatkan doa kepada Dewa diatas. Dadanya sesak mengingat lagi bayangan darah mengucur deras dari tubuh Ellena.
Pasukan Elf Desa Sylfhim mengikuti dari belakang.
Namun, lebih cepat daripada larianya, Andesz reflek menunduk saat sapuan kencang melewatinya. Dari atas pepohonan hutan Sylfy, sesuatu baru saja terbang dengan kecepatan luar biasa. Terlalu cepat hingga matanya tidak sempat melihat wujudnya.
Meski begitu Andesz tahu apa yang baru saja lewat hanya dengan mendengar aumannya.
**GRAAHHHHKKKKKK***
Suara itu terdengar agung sekeligus mampu membuat gentar semua makhluk yang lebih lemah darinya. Termasuk Andesz yang tersenyum puas meski tubuhnya bergetar dan merinding.
"Ya Naga Agung. Habisi semua bajingan itu beserta naga menjijikan itu lalu selamatkan Ellena... "
Tangan Andesz terkepal. Bayangan Ellena yang berdarah kembali muncul.
"Mengamuklah wahai Familiar Guardian of Lightning."
.
.
.
__ADS_1