Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 44 Bubuk Gatal


__ADS_3

Ellena merasa bisa melakukan apapun.


Dia bukannya tidak tahu Andesz dan Zeni hampir kualahan menyeimbangi dirinya yang selama 3 hari berturut terus bergerak dengan jeda istirahat yang sedikit.


Hek, lingkaran hitam dibawah mata Andesz saja tidak bisa berbohong. Ellena hampir merasa kasihan pada pria itu.


Sementara Zeni, Elf pria yang ditugaskan Reyna Freya untuk ikut dengannya lantaran pengetahuan Zeni tentang Hutan Sylfy. Yah meski sebenarnya Ellena merasa tidak perlu ditemani. Ellena cukup yakin dia bisa bertahan hidup dan berburu selama seminggu atau dua minggu di Hutan Sylfy. Dia punya banyak kartu rahasia dibajunya.


Tapi Andesz tidak mau tahu dan memaksa ikut dengannya. Pun Reyna Freya yang dengan senyuman manis menyodorkan Zeni sebagai rekan berburunya juga. Akhirnya Ellena pasrah saja. Berpikir tidak masalah meningggalkan dua orang itu tanpa khawatir keduanya terbunuh bila akhirnya Ellena harus bergerak sendiri.


Dan benar saja. Di hari ketiga, Ellena benar-benar meninggalkan Andesz dan Zeni lalu pergi mengintai sarang Monster kelas Legenda, Gajah Ganesha.


Monster berukuran 3 meter dan memiliki 4 wajah. Meski ukurannya kalah jauh dari VRITRA, tapi Gajah Ganesha tidak kalah berbahaya dari ular naga itu. Monster ini memiliki 4 kepala yang berarti mimiliki 8 mata yang saling tersambung sehingga hampir tidak mungkin menyerang Gajah Ganesha dari arah mana pun tanpa ketahuan. Gading Ganesha juga sangat tajam. Kulit keras seperti moster kelas legenda kebanyakan. Dan dari semuanya yang paling harus dihindari adalah belalainya. Belalai Ganesha dikatakan bisa mengangkat beban 10x lebih besar darinya sehingga dapat dengan mudah menghancurkan musuhnya seperti nyamuk bila sampai tertankap belalai itu. Celakanya Gajah Ganesha punya 4 belalai disisi kanan dan kiri.


"Hmm..."


Ellena tidak bohong saat dia berkata akan mengintai sarang Gajah Ganesha. Gajah itu hanya seorang diri di gua tepi sungai yang rimbun. Pada saat matahari tepat diatas kepala , Monster itu akan keluar dari sarangnya ke sungai dan membasahi seluruh badannya dengan air.


Ellena tentu menjaga jarak cukup jauh dari sarang Ganesha. Karena pendengaran Ganesha berkali-kali lebih baik berkat telinga lebarnya. Ellena pasti ketahuan jika menyelinap memasuki teritorinya.


Untungnya mata Ellena mempermudah pekerjaan ini. Meski harus menjaga jarak sejauh satu kilometer dari gua Ganesha, Ellena bisa tetap mengamati monster itu pada puncak pohon.


"Menghadapi monster yang tidak bisa dikejutkan dan kulitnya juga keras..." Otak Ellena berpikir bagaimana cara dia untuk mengalahkan Ganesha. Gadis itu mengingat kembali semua informasi dan mencari cara paling tepat.


Dalam buku berjudul "The Legend Class Monsters" Jilid ke 2 yang dikeluarkan oleh Guild Petualang, ada 2 cara untuk membunuh Ganesha. Salah satunya adalah membakar Ganesha dengan api. Tapi dalam beberapa kasus, ada Gajah Ganesha yang cukup cerdas bisa memadamkan api dengan meniup kencang lewat 4 belalainya.

__ADS_1


Cara lain adalah mengepung Ganesha lalu menghancurkan kulit kerasnya. Cara itu bisa dilakukan apabila ada 10 Rank B menahan pergerakan Ganesha sementara 5 Rank A menyerang Ganesha sampai mati.


Dari dua cara ini tidak ada yang bisa Ellena lakukan. Dia memang pernah belajar sihir api tapi karena bibi Em melarangnya dengan alasan dia tidak mau Ellena membakar orang lain tanpa sengaja, Ellena jadi lupa bagaimana mantra sihir api. Lalu Ellena sendirian (Andesz dan Zeni tidak masuk hitungan karena dia tinggal) jadi rencana mengeroyok Ganesha juga tidak bisa.


Jadi bagaimana?


Apa Ellena minta petir menyambarnya saja?


Memang Ellena masih tidak terima menyebut dirinya 'Guardian' , terdengar merepotkan! Tapi bukan berarti Ellena tidak senang memiliki kekuatan keren seperti itu. Dia hampir kewalahan menahan kegembiraan menyadari dia punya kemampuan keren yang tidak dimiliki orang lain. Ah! rasanya seperti punya mainan baru dan Ellena ingin memamerkannya kepada dunia.


Tapi sebelum itu terjadi Freya sudah terlebih dahulu memberi Ellena pencerahan untuk berhati-hati dengan kemampuannya memanggil petir. Petir yang datang tanpa kemauannya cukup untuk membunuh Mosnter kelas Langka dengan sekali sambaran, maka daya hancurnya pasti lebih besar apabila Ellena memangilnya dengan kesadaran penuh. Dan ada kemungkinan akan menjadi lebih mengerikan bila Ellena marah.


"Eh, tapi aku tidak boleh membunuh Ganesha." guman Ellena sendiri.


Awalnya memang Ellena berencana menjadi raja hutan Sylfy dengan membunuh semua monster pulau ini. Juga sekalian mengumpulkan buruan sebagai syarat Ujian kenaikan Rank nya saat kembali ke Shinetheria. Tapi rencana itu berubah setelah Ellena mendapat penglihatan dari Pohon Apel Emas.


Pada saat itu kesadaran Ellena dibawa oleh entinitas yang tidak diketahuinya. Tapi entinitas itu memperlihatkan Ellena seluruh bagian Pulau Sylfy padanya. Dalam waktu yang singkat itu Ellena mengingat jelas jalur mana yang aman dilewati. Ada hewan buas dan mosnter apa saja beserta sarang-sarang monster.


Ellena menganggap apa yang terjadi padanya adalah hal gila. Sejak bangun dari mimpi jatuh dari ketinggian tempo lalu Ellena merasa hidupnya banyak berubah. Banyak kejadian tidak masuk akal dari berpindah ke belahan dunia lain, tato aneh muncul ditubuhnya tiba-tiba, bisa berkomunikasi dengan naga dikepalanya , kemudian sebuah pohon terbuat dari emas sedang menunjukkan Ellena proyeksi asli pulau Sylfy seolah Ellena sedang melihatnya sendiri.


Apa ini karena dia 'Guardian'?


Belum lagi suara yang didengar Ellena sebelum merasa tubuhnya menghangat, bertenaga dan menjadi lebih ringan.


'Menaklukkan dan bukan membantai habis.'

__ADS_1


Ellena diperlihatkan monster monster mana yang boleh dia habisi dan mana yang tidak boleh tapi bisa ditaklukkan.


Pada hari itu, Ellena merasa tidak bisa mengabaikan pesan Pohon Apel Emas. Dan setelah dipikir kembali yaa memang tidak bijak menghabisi semua monster karena pada hakikatnya para mosnter itu adalah pertahanan alami Desa Sylfhim dari ancaman luar pulau. Ellena tidak tahu masa depan seperti apa tapi yang jelas dia tidak mau Desa Sylfhim di ganggu ras lain apalagi manusia.


Jadilah Ellena membantai hewan buas dan monster dengan populasi terbanyak agar tidak berkembang diluar kendali.


Tapi bukan berarti Ellena menyerah menjadi Raja Hutan Sylfy. Seperti pesan Pohon Apel Emas.


'Menaklukkan dan bukan membantai habis.'


Ellena bisa menaklukkan para monster tingkat tinggi dan membuat mereka patuh padanya.


Kembali ke pertanyaan bagaimana mengalahkan Monster kelas Legenda yang hampir tidak bisa diserang tanpa membuat gosong tersambar petir?


Jawabannya, "Buat mosnter itu menderita."


Itu adalah jawaban sederhana Bibi Em suatu waktu Ellena bertanya random padanya. Mosnter hanya mau tunduk pada yang lebih kuat darinya. Bila tidak (belum) bisa lebih kuat, maka buat monster itu lebih lemah darimu.


Dan Ellena punya ide gila.


Dari Galaxy Ring, Ellena mengelurkan dua karung besar yang berisi serbuk gatal.


"Hehe, aku ingin lihat apa Gajah besar itu juga tahan gatal." kata Ellena sendiri dengan wajah tertawa yang niscaya membuat Nora merinding seketika.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2