Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 73 Mudah Di Cintai


__ADS_3

"Nona El sudah bangun!!!"


Tatkala Ellena, Andesz dan Nora memasuki Desa Sylfhim, Elf pertama yang melihat mereka berteriak kencang hingga membuat Elf yang juga menyadari ketiganya. Seketika itu, bagai semut menghampiri gula, para Elf menghampiri mereka, berdesakan satu sama lain.


Mungkin karena baru bangun respon Ellena agak lambat, bukannya lari saat melihat massa menghampirinya, dia justru mematung heran. Karena itu Ellena cukup terkejut saat tubuhnya di angkat begitu saja oleh Andesz. Pria itu mengangkat Ellena di kedua lengannya tinggi tinggi seolah hendak menjauhkan Ellena dari jangkauan para Elf yang sayabgnya juga tinggi tinggi. Apa ini yang namanya de javu?


"BERHENNNTIIIIIIIIII"


Itu adalah Nora. Dengan suara cempreng melengking dalam tubuh kecilnya, Nora berhasil menghentikan gerombolan Elf yang terlalu antusias.


"Jangan desak El. El baru bangun. Kepalanya pusing lagi kalau kalian tidak memberi El ruang untuk bernafas." kata Nora sebal pada para penduduk. Untungnya, mendengar peringatan Nora para penduduk Desa Sylfhim mau mendengarkan dan memberi ruang. Mereka kemudian menyapa Ellena dengan cara yang lebih baik meski sinar dimata mereka tidak berbohong. Mereka semua bersyukur sekaligus bahagia melihat dirinya baik-baik saja.


"El belum bisa bicara beberapa waktu jadi pengertianlah kalian." Ellena mengangguk membenarkan ucapan Andesz. Para penduduk sempat merasa khawatir lagi dan menawarkan macam macam barang untuk Ellena tapi dia menggeleng. Saat Ellena melambaikan tangannya agar mereka semua tenang, dengan patuh semua Elf menurut lalu mendoakan Ellena.


"Nona El, mohon cepat sembuh. Kami akan mendoakan berkat Dewa untuk selalu bersama Nona El kami."

__ADS_1


Ah...orang-orang ini.


Andesz yang menggendong Ellena seraya melangkah menjauhi kerumunan para El berkata, "Kau benar-benar dicintai disini."


Mata emerald Ellena menatap Andesz, "...ir-ri?" tanyanya seolah mengejek meski dengan suara parau.


Andesz mencibik tipis, "Sedikit." akunya.


Seringai dibibir Ellena terbit begitu saja. Puas dengan pengakuan Andesz.


" Tapi itu karena aku mengerti... " Ellena kembali menatap Andesz yang juga menatapnya, "Ada sesuatu dalam dirimu yang seolah menarik orang lain menatapmu dan ingin bersamamu. Mungkin juga karena gelar 'Guardian' itu." Dalam hati Andesz menyadari hal ini sejak lama. Bukan saja Ellena tapi seseorang yang merupakan adiknya juga seperti Ellena. Mudah dicintai.


DUK "Tuan Andesz jangan bicara aneh-aneh atau aki tidak mau lagi membuat makanan untuk Tuan!" seru Nora tidak suka kakak nya diledek. Sebagai adik yang baik tentu dia harus menjaga martabat kakaknya meski benar kelakukan Ellena kadang mirip iblis.


Andesz jadi agak panik diancam begitu. Tidak dibuatkan makan selama di Desa Sylfhim Andesz tidak masalah, dia bisa meminta pada Elf lain. Tapi jika suatu saat mereka akhirnya meninggalkan desa dan Nora tidak mau memasak untuknya itu bisa jadi bencana.

__ADS_1


"...Aku cuma bercanda. Tentu El yang agak gila pun pasti disukai semau orang."


PLAK


Ellena memukul lagi kepala belakang Andesz. Kali ini berkali kali hingga si pria mengaduh kesakitan.


"Hei aku cuma bercanda. El kau harus diam atau aku akan menjatuhkanmu disini!"


'Kau berani ingin menjatuhkanku?' Ellena yang merasa ditantang akhirnya menjawabnya dengan mengaitkan satu tangannya ke leher Andesz lalu mengangkat tubuhmu hingga wajahnya tenggeleng pada lekukan leher dan bahu sang pria. Ellena yang dendam kemudian membuka mulutnya lebar-lebar dan menggigit kuat- kuat bahu mulus Andesz.


"AARGHHHHH"


Dan raungan malang Andesz terdengar hingga penjuru desa.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2