![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Saat keheningan itu terjadi, Ellena merasa ada yang mencubit dadanya. Untuk beberapa alasan dia kecewa tidak ada dari mereka diam alih-alih menjawab seperti yang diinginkannya.
Kemudian Ellena merasakan tarikan pada lengannya. Saat menoleh mata emeraldnya mendapati Nora yang meraih lengannya, "El adalah El. Meski El kakak yang tukang perintah, senang uang dan foya-foya, tapi El tidak meninggalkanku. El yang terbaik, bukan yang lain." ungkap Nora dengan sungguh-sungguh. Bocah itu bahkan menggenggam tangan Ellena seolah meyakinkan kakaknya itu.
Mendengar itu, Ellena tentu tersentuh. Mau tidak mau dia senang Nora melihatnya berdasar dia lihat selama disamping Ellena. Bocah ini tidak melihatnya berbeda meski telah mendengar kisah-kisah luar biasa tentang dirinya masa lalu yang tidak diingat Ellena. Sebut memang benar dia salah satu Guardian Divernia, lalu kenapa? Ellena tidak sudi dikenal sebagai sesuatu yang ada di masa lalu. Dia adalah Ellena Ellyzzia. Ellena membuat namanya sendiri.
Ellena tidak mau memeluk Nora, dia terlalu malu melakukannya pada yang lebih muda. Tapi Ellena menepuk dua kali puncak kepala Nora dan mengelusnya sekali, "Senang mendengarnya kalau begitu. Nora, terima kasih." Bocah setengah Elf itu tersenyum lebar. Senang dengan perhatian Ellena.
Druk, sang naga hitam, menundukkan kepalanya dan mendengkut di samping Ellena. Dengan gerakan pelan nan manja, monster kelas legenda itu menyundul Ellena, "Saya... suka... tuan...El"
Ellena menggaruk moncong Druk sembari tersenyum, "Ya terima kasih padamu juga."
"Wahai, aku baru melihat Naga Petir Agung bersikap seperti itu."
Ellena mengangkat alis, "Memang dia seperti apa?"
"Naga Petir Agung kami selalu tidur. Kami penduduk desa Sylfhim menganggapnya sebagai penjaga kami dan penjaga pohon Apel Emas." kata salah satu Older.
"Dua minggu yang lalu adalah kali pertama Naga Petir Agung terbangun dalam seratus tahun terakhir. Sang naga yang menyadari kedatangan kalian di tebing." ucap Older lainnya.
"Wahai, Naga Petir Agung berusia lebih tua daripada semua yang ada dipulau ini. Menurut pendahuluku, Naga ini adalah Familiar Gaurdian Lightning yang sengaja ditinggalkan disini sebelum menghilang."
Ellena menatap Druk yang juga memandangnya. Ada binar rindu yang tak terkira dalam mata besar berwarna kuning itu. Gadis itu menghela nafas.
"Ku kira cukup cerita kali ini." Ellena berganti menatap Andesz, Freya dan Para Older, "Jujur saja aku belum atau mungkin tidak akan menerima fakta yang kalian ungkapkan soal kelahiranku. Maksudku semua ***** bengek itu menuju pada kesimpulan aku ditakdirkan menyelamatkan umat manusia kan? Menyelamatkan dunia?" Ellena mendengus.
Gadis itu bangkit dan menarik Nora bersamanya. Ellena menyentuh kepala Druk hingga kemudian sang naga hitam mempersilahkan keduanya untuk naik ke punggungnya. Hal ini menyebabkan para Older terkesiap tidak percaya dan Freya yang terkejut dalam diam.
Saat kedua nya telah duduk di atas punggung Druk, Ellena menoleh ke bawah, "Aku tidak cocok untuk pekerjaan berat sepeti itu. Aku ingin lebih kuat karena aku ingin bayaran misiku lebih mahal dan buruanku di bayar banyak koin emas. Aku juga belum berhasil membuat Toko bibi Em lebih besar." Rambut ungu Ellena yang panjang melambai tersapu angin tipis, "Tapi jika suatu hari aku harus bertarung, aku akan bertarung untuk melindungi orang-orang ku, bukan dunia ini."
__ADS_1
Demikian Ellena selesai mengungkapkan pendapatnya, Druk dengan gagah membentangkan sayapnya dan meraung lalu terbang melesat ke langit. Hempasan sayapnya yang kuat meninggalkan gelombang debu bagi orang-orang yang tertinggal di Taman Eden.
Andesz menatap Ellena dan Nora yang menghilang dari balik bebatuan tinggi Taman Eden dengan Druk sang naga, dengan tatapan sulit diperhatikan. Pria itu lalu mempertikan para Older Elf yang cepat berdiskusi setelah mendengar pernyataan Ellena.
"Reyna Freya, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Bocah itu tidak ingin menerima takdirnya!" satu Older bertanya gusar.
"Kita tidak bisa membiarkan dia mengelak dari takdirnya sebagai Guardian. Masa depan Divernia ada ditangannya."
"Kita harus lebih keras padanya. Apa mungkin jika kita menggunakan Nora, El mau menurut?
Seketika Andesz merasa marah. Dia merasa tidak terima para Elf tua ini hendak menggunakan cara licik kepada Ellena. Meski dia juga licik, tapi mendengar orang lain ingin melakukan sesuatu hal yang buruk pada Ellena, Andesz tidak terima.
Tapi sebelum Andesz bertindak, Freya sudah terlebih dahulu beraksi, "Wahai, hentikan pemikiran jahat kalian. Nona kecil bukan tawanan tapi tamu kita. Tamu yang sangat istimewa dan berharga." selama di Desa Sylfhim, baru kali ini Andesz mendengar sang reyna menggunakan nada tegas, "Dia hidup dan dibimbing dengan cara manusia, tentu logika nona kecil berbeda. Dan apa kalian dengar dengan baik apa yang dikatakan Nona kecil?"
Tiada yang menjawab, "Wahai, Nona kecil berkata akan bertarung bila dia perlu. Dia akan melindungi orang-orangnya. Maka sudah jelas, siapapun yang berada disisi baiknya akan dilindungi olehnya dimasa depan. Jika kalian melakukan hal gila padanya, seluruh penduduk desa Sylfhim akan terkena hukuman langit yang lebih mengerikan daripada sambaran petir. Kalian mengerti?!"
Siapa itu Guardian? Manusia bisa menyepelekan Guardian karena menganggap mereka sebagai kisah belaka. Namun bagi ras yang memilili hidup lebih lama seperti kaum Elf dan lainnya, mereka mengetahui kemampuan para Guardian ini tidak bisa dibayangkan.
Namun kelima Guardian melebihi kata hebat karena kemampuan mereka tidak bisa dibandingkan 1000 orang jenius.
Mereka adalah Monster. Monster paling berbahaya di seluruh daratan Divernia. Mereka sangat mematikan bagi musuh-musuhnya.
Hek! Tadi saja sudah jelas buktinya. Ellena boleh membantah bukan dia yang memanggil petir tapi Freya tahu jelas itu karena Ellena yang merasa tidak nyaman dan tanpa sadar memicu petir yang merespon batinnya. Orang lain pasti dan dipastikan kehabisan tenaga jika memanggil petir dari langit. Tapi Ellena bahkan tidak menyadarinya.
Meski berkat itu pula sihir pelindung dari alat sihir buatan para Elf Tinker masih bertahan dari sambaran petir tadi dan hanya ada sedikit retakan saja. Bayangkan jika Ellena benar-benar berniat memanggil petir dengan tegangan sangat tinggi? Membanyangkannya saja sudah membuat ngeri. (Elf Tingker\=Elf pekerja pembuat alat-alat sihir)
Freya hampir memukul para Older di depannyan jika bukan karena kesabarannya yang seluas samudra. Sejenak dia khawatir salah satu rakyatnya ini bertindak bodoh dan mambuat Ellena marah.
"Wahai, aku memperingati kalian. Nona kecil akan belajar menerima siapa dirinya tak lama di masa mendatang. Kita tidak bisa memaksanya. Kita juga tidak boleh mengganggu Nora karena kalian lihat? Dia orang berharga nona kecil. Yang bisa kita lakukan adalah memperlakukannya dengan baik dan membimbingnya dengan perlahan tanpa paksaan.Turuti semua keinginan Nona kecil, kalian mengerti?!"
__ADS_1
Sang reyna telah bertitah, maka para Elf pun membungkuk dengan patuh, ""Kami mengerti, Reyna Freya.""
Puas dengan respon para Older, Freya kemudian menoleh pada Andesz, "Wahai, maaf kau melihat sesuatu yang sangat memalukan." katanya sedikit malu.
Andesz menggeleng tidak masalah, "Saya mengerti. Untunglah semua berjalan baik."
"Wahai, aku akan sangat berterima kasih bila kau mau melupakannya." menunjukan sisi licik dan gelap pada seorang manusia, hal itu sangat tidak pantas dan ironi. Karena bangsa Elf selalu menganggap mereka lebih bermartabat daripada manusia yang penuh kelicikan dan tipu muslihat.
Andesz menyeringai mengerti, "Baik, saya janji tidak akan mengatakannya pada siapapun." artinya Andesz tidak bisa melupakan hal memalukan itu tapi bersedia tutup mulut dari dunia. Freya mengangguk setuju.
"Wahai, apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Pangeran Mahkota Shinetheria?"
Panggilan itu sontak membuat Andesz sedikit menegang. Pria itu menghela nafas lelah dan mengacak rambut perak keputihannya.
"Normalnya saya akan melapor dan membawa El ke Ibu kota. Tapi keadaan ini merubah segalanya."
Andesz menatap langit yang mulai menggelap. Dia memikirkan ketiga bawahannya yang mungkin masih berada di Gunung Talos atau dalam perjalanan menuju Ibu kota setelah berpisah dengannya. Atau yang lebih buruk mereka juga ikut berteleportasi lalu mendarat entah dimana.
Ah Sial! Andai Ellena tidak memindahkan mereka maka... Yahhhh mereka semua mati sih.
Andesz sendiri tidak jamin bisa hidup sampai hari ini jika waktu itu Ellena tidak menteleportasi mereka tanpa sengaja.
TAPI! Lokasi mereka mendaratlah yang jadi masalah.
"Saya harus memberitahu El tentang pulau ini."
Reyna Freya melambaikan tangannya, "Wahai, aku yakin nona kecil sudah mengetahui nya sekarang. Dia melihat semuanya dilangit dengan Naga Petir Agung kami."
.
__ADS_1
.
.