![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Apa yang dipikirkan warga Desa Sylfhim tentang Ellena?
"Tentu merasa beruntung. Salah satu Guardian yang hebat bersama kita dan langit memberi kita kesempatan melayaninya." kata satu Elf perempuan.
Yang satu ini jelas belum bertemu langsung dengan Ellena dan menderita oleh perangai tengilnya.
"Aku suka matanya. Energi suci yang terpancar dari mata emerald nona Guardian sangat cantik."
Yah, sepertinya yang baik dari Ellena adalah mata emeralnya yang istimewa.
"Menurut legenda Guardian sangat hebat. Dari petir kemarin, legenda itu bukan bualan belaka."
Dan yang bersankutan masih menyangkal bahwa dia yang memanggil petir itu!
"Nora bilang Nona El itu baik tapi mulutnya pedas dan suka sekali membully orang lain. Aku bingung, apa itu bully?" kata seorang Elf yang masih sangat muda.
Nak, sudah betul kau hanya berkawan dengan Nora dan tidak bertemu dengan kakaknya. Niscaya kau akan ikut terseret menjadi korban gadis berambut ungu jika bersua dengannya.
"Nona El, dia agak... menyebalkan." ini suara paling jujur yang datang dari mulut Pemimpin Elf Tinker Devisi Senjata, Zeno. Elf pria satu ini agak ragu menjawab karena kesopanan tapi pada akhirnya dia memberikan jawaban paling halusnya.
"El itu anak yang agak unik. Sekali waktu dia bisa sangat pintar dengan mulutnya lalu bisa berubah menyeramkan dalam sekejab." ini Nayla. Elf perempuan baik hati yang merawat Ellena selama 2 minggu pertama dan pernah hampir di tusuk Ellena dengan garpu karena kesalahan pahaman.
"Aku masih tidak percaya bocah itu kelak menjadi pahlawan daratan ini." ungkap salah satu Older Desa Sylfhim sembari menghela nafas panjang. Dia bertingkah seolah masa depan sudah tidak ada harapan.
"Wahai, El dan adiknya sangat menggemaskan." Tidak nyambung dengan pertanyaannya tapi karena ini adalah Reyna Freya jadi biarkan saja.
Zeni mengingat kembali masa sehari sebelum keberangkatan perburuan ini. Hari dimana dia berkeliling desa dan menanyai sejumlah keluarga satu sukunya tentang gadis Guardian setelah beberapa hari sebelumnya di tunjuk dan diperintahkan oleh ratunya untuk ikut menamani Ellena berburu.
Zeni adalah tim penjaga desa, yang bertugas layaknya prajurit untuk menjaga wilayahnya aman dari ganggguan luar. Karena pekerjaannya itu Zeni diharuskan memiliki kemampuan bertarung demi menjaga keamanan Desa Sylfhim dari ancaman hewan buah atau monster yang mendekati desa. Karena itu pula Zeni memilki pengetahuan lebih banyak tentang Hutan Sylfy. Selain itu Zeni juga ahli mengggunakan busur.
Alasan dia dipilih menemani sang Guardian muda mungkin seperti yang disebut diatas. Harusnya Zeni senang memiliki kesempatan berburu dengan tokoh hebat dalam legenda.
Tapi setelah 3 hari berlalu, Zeni mengingat kembali saat dia berkeliling desa untuk menanyai pendapat orang-orangnya terhadap Ellena. Alasannya tentu karena Zeni perlu tahu orang seperti apa Ellena yang hanya dia dengar kabarnya saja.
__ADS_1
Kesimpulan yang Zeni dapat ialah Ellena, sanh Guardian muda, adalah remaja yang masih labil yang punya potensi luar biasa, tidak jahat namun bisa sangat membuat sakit kepala dan menyebalkan minta ampun.
Jujur saja Zeni terkejut. Lebih-lebih saat mendengar jawaban dari orang-orang yang paling sering berinteraksi dengan Ellena seperti Nayla, Kakaknya Zeno, Older bahkan Reyna Freya. Meski jawaban ratunya itu cenderung positif, tapi itu dia masalahnya! Kenapa ratunya memberi jawaban lain daripada yang lain? Dimana yang lain bilang Ellena seperti anak remaja bermasalah pada umumnya, Reyna Freya mengatakan dia (dan Nora)lucu.
Lalu atas dari Kakaknya, Zeno, Zeni juga disuruh mempersiapkan diri dan bersabar menghadapi Ellena yang tiada habis membuatnya kesal dan ingin menjitaknya.
Sungguh! Zeni telah bersiap pada takdir jelek yang membuatnya harus mendampingi (mengurus) Ellena yang dikatai orang lain labil.
Tapi... apa ini yang namanya jangan percaya pada gosip dan menilai dengan mata kepala sendiri?
Karena bagi Zeni, bukannya menye alkan, Zeni malah menganggap Ellena adalah bocah menakutkan.
Tiga hari sejak dia, Ellena dan Andesz keluar desa. Mereka bertiga bergerak menuju selatan Pulau Sylfy dan memburu setiap hewan buas dan monters yang terlihat.
Saat Zeni bilang semua, dia benar-benar mengatakan SEMUANYA!Termasuk Monster Kelas Legenda yang berada dibawah tingkat naga.
Inti dari perburuan ini adalah Ellena. Gadis itu yang memutuskan hendak bergerak kemana dan memburu apa. Dan selama 3 hari ini Ellena selalu menghabisi hewan-hewan buas yang menghadang jalan dan memburu Monster di sarangnya.
Kali ini Ellena berencana memburu Monster kelas Legenda tingkat bawah (7). Monster berbentuk gajah setinggi 3 meter dan memiliki 4 wajah.
"El, apa sangat perlu bagimu memburu Gajah Ganesha?Demi Dewa, monster itu bahkan tidak mengganggu mu!" kata Andesz dengan lingkaran hitam dibawah matanya. Andesz nampak sangat lelah dan berantakan seolah kurang tidur.
"Apa kau tidak lelah? Tolong, aku butuh istirahat lebih dari 2 jam kali ini."
Kondisi Zeni jauh lebih baik dari Andesz karena bawaan ras Elves yang memiliki stamina lebih banyak dari manusia tapi kalau boleh Zeni juga ingin duduk dan meluruskan kakinya sebentar.
Mereka telah berburu selama 3 hari berturut tanpa istirahat yang cukup dan tak pernah lebih dari 2 jam. Disisi lain, Ellena seolah memiliki stamina tak terbatas dan tak lelah dengan semua pertarungan yang dia hadapi. Ellena terus menerus menghabisi hewan buas yang rata-rata hampir berevolusi dan menantang para monster kelas Tinggi hingga Langka.
Dan sekarang Ellena ingin memburu Gajah Ganesha, Monster kelas Legenda tingkat 7. Monster ini memiliki kulit yang tebal dan dua gading tajam pada setiap kepalanya. Yang paling berbahaya adalah belalainya nya mampu menghancurkan apapun, parahnya monster itu total punya 4 belalai.
"Kau dan Zeni istirahat saja disini. Aku akan memantau gajah itu sekali lagi. Bila aku belum kembali dua jam lagi, mungkin aku sedang melawan monster itu."
Inilah kenapa Zeni menyebut Ellena menyeramkan. Baru beberapa jam lalu gadis itu bertarung dengan kawanan Cheeta Berkuku Besi. Meski Andesz dan Zeni turut menghabisi kawanan Monster Tinggi tingkat 5 itu, bisa dikatakan Ellena yang paling banyak menghabisi mereka. Belum lagi datang kawanan Kera Hidung Botol yang nampal seolah mereka menantang Ellena.
__ADS_1
Pertarungan 3 lawan 100 itu dimenangkan Ellena setelah berhasil menumbangkan pemimpin para kera dengan tinju petirnya hingga gosong. Sisa kera yang kehilangan pemimpinnya lari ketakutan.
"El, sungguh, duduk lah dulu."
"Tenang saja Andesz. Aku cuma melihat saja kok." kata Ellena dengan senyuman. Senyuman yang tidak mencapai matanya. Baik Andesz maupun Zeni tahu jelas bahwa gadis itu berbohong.
Ada yang berbeda pada Ellena selama 3 hari perburuan ini.Ini dirasakan oleh Andesz yang mengamati Ellena.
Ellena yang jahil, senang membantah, sarkas, labil dan seenaknya sendiri sedang tidak ada bersamanya. Yang ada saat ini adalah Ellena yang mandiri, tanggap, cepat, gesit dan memiliki kekuatan serta stamina luar biasa. Ditambah gadis yang selalu ingin menang kini menjadi lebih mudah diajak bekerja sama dan fokus pada tujuan.
Tapi akibatnya, Andesz dan Zeni menderita karena harus menyeimbangi ritme berburu Ellena yang gila-gilaan dan tidak ada lelahnya.
"El, kau memiliki cita-cita, Itu bagus. Masalah nya kau ingin menjadi raja hutan! Membunuh semua Monster disini sangat sulit dan----"
"Andesz..."
Zeni tidak bersuara. Dia merasa tidak pantas untuk mengintrupsi percakapan dua orang yang terlihat dekat itu sementara dia orang asing bagi keduanya meski topik sang Guardian muda ingin menjadi Raja Hutan Sylfy baru di dengarnya.
"Siapa bilang aku akan membunuh semua Monster pulau ini?"
"Kau sendiri yang bilang waktu itu."
Ellena menggelengkan kepala ungunya, "Sudah berubah sejak kita berangkat."katanya seraya menatap kedua rekannya.
"Aku tidak akan membunuh semua hewan dan Monster di pulau ini."
Sebuah seringai terbit diujung mulut Ellena, "Akan akan membasmi yang perlu dibasmi dan menaklukkan para Monster besar. Hehe."
.
.
.
__ADS_1