Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 59 Zeni Gugur. Pertarungan Terus Berlanjut


__ADS_3

Zeni merasa pandangannya memerah.


"NONA EL!!"


Entah bagaimana Zeni yang tadinya merasa lemah tak berdaya tiba tiba menemukan kekuatannya untuk melompat turun dari kepala Ganesh dan berlari menuju tubuh berdarah sang gadis berambut ungu. Ganesh bertolak lurus menuju Naga Orochi yang bangkit lagi. Menatap para penyusup dengan geram.


Pria Elf itu merasa dadanya tercabik cabik saat mengangkat Ellena yang tak sadarkan sadarkan diri ke pangkuannya, "N-Nona El... anda kenapa begini... "


Tangan Zeni gemetaran memegang tubuh Ellena yang memiliki lubang di perut dan paha kanannya. Wajah gadis itu pucat seiring dengan darah yang terus keluar dari luka menganga tersebut. Seumur hidupnya belum pernah Zeni mengalami ketakutan semacam ini. Ketakutan akan kehilangan seseorang.


Dia takut kehilangan Ellena. Bukan hanya karena gadis itu seorang Guardian, tapi sebagai orang yang sangat berharga bagi Zeni. Pria Elf itu memeluk kepala Ellena dengan derai air mata.


"H-Haa... "


Helaan nafas tersendat itu menyadarkan Zeni pada pikiran kacaunya. Dia melihat dada Ellena naik turun sementara empunya berusaha bernafas dengan mulut. Gadis masih berjuang untuk hidup di kondisi sekaratnya.


Zeni dengan sigap memegang erat tubuh Ellena pada pelukannya, "Saya akan menyelamatkan anda Nona El. Bertahanlah! Jangan mati di depan saya." karena Zeni merasa dia akan ikut mati jika itu terjadi.


"Kau pikir mau kau bawa kemana dia?"


Baru saja Zeni berdiri seraya mengangkat Ellena, tanpa di ketahuinya, Frega muncul dari balik punggungnya dan menendang pinggang Zeni dengan sangat kencang. Tubuhnya terjatuh menyakitkan tapi Zeni hampir tidak peduli dengan keadaannya sendiri karena dia hampir menjerit melihat tubuh tak berdaya Ellena terguling. Dia merangkak hendak meraih tubuh sang gadis tapi tendangan lain mendarat di perutnya. Kali ini Zeni terlempar hingga sepuluh meter jauhnya.


"Kuuh... Kau!...Pendosa--keparat!!" Umpatan marah Zeni menggelegar tertuju pada Frega yang berdiri angkuh. Elf yang merupakan suadara kembar Freya itu menatap dingin Elf dari mantan sukunya lalu beralih pada tubuh Ellena yang teronggok.


"JAUHI DIA SIALAN! JANGAN SENTUH DIA DENGAN TANGAN KOTORMU!!"


Zeni meraung saat Frega mendekati Ellena dan menyenggol kepala sang gadis dengan kakinya, dengan kurang ajar memeriksa apakah Ellena masih hidup atau tidak.


"Hah! Seperti yang diharapkan seorang Guardian, dia belum mati meski terluka separah ini." Frega menyeringai layaknya orang gila seraya ia berjongkok dan menjambak surai ungu Ellena.


Melihat gadis pujaannya diperlakukan tanpa hormat, Zeni mengabaikan kesakitan tubuhnya dan berderap maju menyerang Frega, "KEPARAT---AKH!!"


Dari tempatnya Frega menatap angkuh sosok Zeni yang di keroyok dan di hajar babak belur oleh para anak buahnya. Sepertinya Elf naif itu lupa ada banyak Elf suku Dark Elves yang harus dia khawatirkan sebelum berlari macam orang kehilangan akal untuk menyelamatkan gadis itu.


"Bunuh dia dan kirimkan tubuhnya ke desa sok suci menjijikan itu. Mereka harus tahu untuk tidak macam-macam dengan suku kita." titah Frega pada para anak buahnya.

__ADS_1


"Pemimpin, apa kita akan mengobati gadis itu?" tanya salah satu Elf anak buah Frega.


Frega menatap lagi Ellena yang semakin pucat lalu terkekeh, "Tidak. Anak ini seorang Guardian, luka ini tidak berarti apa-apa untuknya."


Namun Elf anak buahnya itu sepertinya ragu dengan ucapan pemimpinnya, "Tapi Pemimpin, dia kehilangan banyak darah. Siapapun bisa mati karenanya." Tak peduli Guardian atau bukan, makhluk hidup akan tetap mati bila kehilangan banyak darah. Bukankah para Guardian selalu terlahir kembali adalah bukti mereka bisa mati?


Tapi kemudian..


BUAG!


Elf malang itu terdorong mundur setelah mendapat tinjuan keras pada wajahnya. Frega, sang pemimpin suku, menatap tajam anak buahnya.


"Aku tidak mengizinkanmu menceramahiku. Lakukan lagi maka aku akan senang hati membuatmu mati kehilangan banyak darah." ancaman Frega membuat para anak buahnya ketakutan.


Beginilah Frega memimpin suku Dark Elves. Dia mengendalikan anggota sukunya dengan teror dan ketakutan padanya. Seorang tiran yang jahat dan gila. Persis yang diprediksi mantan Oberon.


Sementara Zeni telah sekarat. Mulutnya memuntahkan darah saat seorang Eld Dark Elves mencekokinya racun Bunga Laba-Laba. tanaman beracun tingkat 5, yang memiliki efek memanaskan darah makhluk hidup ke titik didih paling tinggi. Zeni merasakan dirinya seolah sedang direbus hidup hidup. Tidak ada Elf Dark Elves yang menyiksa fisiknya lagi dan menyingkir, menontonya berakhir dalam penderitaan. Tapi meski begitu tidak ada teriakan dari mulutnya.


'Sakit sekali...aku... akan...mati.' kematian itu tepat di depannya. Kilasan balik hidupnya terbanyang dalam benaknya. Hingga pada ingatan tentang senyuman Ellena yang sangat mempesona.


Dengan tenaga terakhirnya, Zeni mengulurkan tangannya seolah ingin meraih Ellena yang tergeletak jauh darinya.


Zeni memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Sekujur tubuhnya telah memerah seperti bara api , bahkan mengeluarkan uap panas.


"....Nona El sangat cantik saat tertawa.'


Kemudian dengan mata terbuka sayu, cahaya dimata Zeni menghilang. Elf prajurit penjaga, Adik dari Zeni Pemimpin Devisi Senjata, rekan berburu Ellena dan Andesz telah gugur.


"Dia sudah mati?" tanya Frega.


"Ya, pemimpin."


"Bagus."


"Pemimpin." panggil anak buah lainnya. Frega hanya melirik dengan matanya tanpa bergerak menjauh dari tubuh Ellena yang kembali menggenangkan darah.

__ADS_1


"Apa kita perlu membantu Naga Agung melawan kedua monster itu?"


Frega menjawab dengan desisan, "Aku akan membunuhmu jika lancang meremehkan Naga Agung." Mata Frega menatap pertarungan antara Naga Orochi melawan Ganesh dan Wukong, "Dia tidak memerlukan bantuan apapun."


Tepat saat itu, Delapan Naga Orochi meraung keras dan bersamaan menyemburkan api pada Ganesh dan Wukong.


Wukong menggeram marah dan mundur dengan cepat seraya memadamkan api yang membakar bulu bulunya. Monster kera memang tidak menyukai api, terlebih dari Monster diatas tingkatnya. Itu mematikan.


Sedang Ganesh, sebagai Monster yang memiliki pertahanan berupa kulit tebal, hanya terdorong mundur sekali lalu kembali menerjang Naga Orochi. Dengan kepala yang keras dan gadingnya yang tebal, Ganesh menghantam tiga sekaligus kepala Naga Orochi dan menampar tiga kepala lainnya dengan belalai belalainya hingga kepala Naga Orochi saling bertubrukan dan berhenti menyemburkan api.


**ZRAKKKKKK**


Naga Orochi mengaum marah. Namun Ganesh dan Wukong juga membalas dengan auman sama kencangnya.


Naga Orochi merengsek maju, delapan kepalanya menyerang sekaligus kedua monster yang berani memasuki teritori dan menantangnya.


Wukong menyerang dengan menghantam setiap kepala Naga Orochi yang datang padanya dengan batang pohon yang dia cabut atau memukulnya dan berusaha menggepengkan kepala Naga Orochi dengan batu besar. Wukong bergerak lincah berusaha melemahkan Naga Orochi seperti yang dilakukan Ellena padanya. Monster pintar itu meniru cara Ellena melawannya sebelumnya dengan fokus membuatnya kesal dan saat Naga Orochi menyerang asal asalan, Wukong akan memukulnya dengan batang pohon, batu atau bahkan tinjunya.


Oh Wukong bahkan bisa meniru teknik tinju Ellena. Efeknya sangat fantastis.


Sedang Ganesh berkali kali menampar kepala Orochi dengan keempat belalainya. Bahkan Ganesh saling mengadu kepala Naga Orochi saat naga itu lengah. Beberapa kali Ganesh mencekik leher panjang Orochi, namun karena kapala lain menyerangnya, Ganesh gagal mematahkan leher lawannya.


Kedua Mosnter Legenda tingkat bawah (tingkat 7 puncak, sedikit lagi naik tingkat) terus berusaha menjatuhkan Naga Orochi, lawan yang lebih tinggi tingkatannya dari mereka(Naga Orochi, Monster kelas Legenda tingkat menengah (tingkat 8) sekaligus tingkat menengah dalam Rank Naga). Keduanya berambisi menjatuhkan lawan mereka.


Yang istimewa dari Familiar seorang Guardian adalah selain koneksi dengan pemiliknya, Monster Familiar memiliki tambahan kepintaran dan kepribadian yang berbanding lurus dengan pemiliknya. Juga Familiar akan semakin hebat seiring kuatnya dan mirip Guardian tersebut. Dan bila pemilik mereka dalam kondisi kalah, maka sudah menjadi tugas Familiar untuk mengalahkan musuh menggantikan pemilik.


Nah, berhubung Wukong dan Ganesh itu teman nya Ellena, yang tidak hanya cerdas tapi juga berani, keras kapala dan ganas. Maka seperti hewan gila tapi keren, Wukong dan Ganesh bekerja sama menjatuhkan Naga Orochi.


*HUUHUU AKKK*


Dan seperti teman mereka yang kurang akhlak, Wukong meraung seraya mengacungkan jari tengahnya pada lawannya.


Entah naga itu mengerti atau tidak, yang jelas Monster berkepala delapan itu tidak senang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2