Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
pertemuan Dira dan yuna


__ADS_3

''


''


Siang ini Yuna sedang menunggu seseorang yang ingin pesan katering dari restoran nya. Untuk acara pernikahan. klien nya meminta Yuna bertemu di sebuah cafe tidak jauh dari rumah klien nya tersebut.


''Selamat siang nona Yuna ya.'' sapa sepasang suami istri paruh baya.


''Iya benar saya Yuna.'' jawab Yuna ramah.


''Maaf sudah menunggu lama.'' ucap wanita paruh baya bernama Bu Laras.


''Tidak apa apa Bu. Saya juga baru sampai.'' jawab Yuna jujur.


ketiga nya terlibat obrolan cukup serius mengenai menu apa saja yang ingin di hidangkan di acara pernikahan tersebut. Yuna sangat antusias dengan klien nya ini berusaha memberikan pelayanan yang terbaik merekomendasikan menu bast seller dari restoran nya. Bu Sarah dan suami nya sangat terkesan dengan setiap penjelasan Yuna.


''Kita deal ya Bu. ibu Laras dan pak Handoko bisa mencicipi hidangan ini seminggu sebelum hari H ibu bisa datang ke restoran saya.'' tutur Yuna lagi.


''Iya itu benar nanti jika ada yang tidak cocok bisa di ganti dengan menu lain nya.'' ucap Bu Laras lagi.


''Iya ibu benar.'' jawab Yuna.


Pertemuan siang itu berjalan dengan lancar sebenar nya Adam yang seharu nya bertemu dengan klien nya itu karna di salah satu cabang restoran ada sesuatu yang harus Adam lakukan karna itu Adam meminta Yuna untuk menggantikan nya.


Yuna merasa lapar berfikir sekalian Yuna makan siang di cafe tersebut.


''Kamu Yuna ya.'' Yuna menoleh ke sumber suara yang menyebut nama nya.


''Nadira.'' seru Yuna kaget melihat sahabat lama nya


''Jadi benar kamu Yuna.'' tanya Dira lagi memastikan bahwa benar wanita di depan nya itu sahabat nya Yuna.


''Iya kamu tidak salah aku Yuna.'' jawab Yuna seraya merentangkan tangan nya ingin memeluk sahabat nya itu.


''Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan mu di sini.'' lirih dira dalam pelukan Yuna.


''Aku juga tidak menyangka dir. kamu menghilang bak di telan bumi di hari pernikahan ku.'' tutur Yuna.


''Maaf karna aku tidak bisa menghadiri pernikahan mu waktu itu.'' jawab Dira.

__ADS_1


Dira melihat penampilan Yuna dari atas ke bawah. tampak modis dan cantik.


''Kamu susah banyak berubah Yun sedang aku masih begini saja.'' lirih dira melihat penampilan nya dengan seragam hitam putih khas pelayan.


''Alhamdulilah Dir aku dam suamiku punya usaha kecil kecilan cukup lah untuk menghidupi kami.'' tutur Yuna lagi


''Bagaimana dengan Sea Yun. apa kalian masih berkomunikasi.'' tanya Dira menanyakan sahabat nya yang lain


''Lain hari kita ketemuan bertiga ya. Sea pasti senang bisa bertemu dengan mu lagi.'' ucap Yuna.


''Pasti aku sangat kangen dengan sea. Sekarang di mana dia.'' tanya Dira penasaran


''Sea baru saja mendapat pekerjaan nya. Di salah satu perusahaan. Sea juga baru bercerai dari suami nya.'' terang Yuna.


''Oh ya kalau boleh tau kenapa sea bercerai dari suami nya Yun.'' tanya Dira ingin tau.


''Suami sea punya selingkuhan.'' jawab Yuna singkat. Mendengar penuturan sahabat nya Dira mengingat diri nya sendiri yang juga menjadi istri simpanan pria ber istri.


''Kamu sendiri bagaimana sudah move on kan dari mantan mu dulu.'' tanya Yuna penasaran.


''A aku sudah menikah.'' jawab Dira pelan


''Dengan kekasih ku dulu.'' jawab Dira pelan


''Bukan nya waktu itu kamu cerita kekasih mu sudah di jodoh kan Dir.'' Yuna mengingat Dira sempat patah hati karna kekasih nya akan menikah dengan gadis pilihan orang tua nya.


''Iya kami baru bertemu kembali dan menikah.'' jawab Dira jujur ada nya.


''Cerita nya cinta lama belum kelar.'' ucap Yuna sedikit menggoda Dira.


''Lain kali kita bisa kan bertemu bawalah suami mu aku juga akan bawa suami ku.'' ucap Yuna lagi.


''Aku gak tau Yun pernikahan ku masih rumit. Kami baru menikah secara siri.'' lirih dira suaranya pelan hampir tidak terdengar


''Jangan bilang kamu menjadi selingkuhan Dir apa pun alasan nya itu sangat tidak di benarkan jangan menjadi wanita bodoh. Dengan menjadi istri simpanan. Kalau iya itu benar ada nya segera akhiri hubungan mu.'' ucap Yuna tanpa sadar menasehati sahabat yang menjadi madu nya.


''Aku juga sedang memikirkan hal itu.'' ucap Dira lagi


''Bagus kamu pasti bisa masih banyak pria yang mau menerima kamu apa ada nya. Tidak harus pria beristri.

__ADS_1


Pertemuan singkat nya dengan sahabat lama nya membuat Dira senang sekaligus merasa iri dengan penampilan Yuna kelihatan nya sudah sukses. Dahulu mereka sama sama menjadi pelayan cafe di sela kuliah nya.


Begitu juga dengan Yuna bahagia bisa bertemu kembali dengan sahabat yang sudah bertahun tahun tidak bertemu. Kembali bisa menjalin persahabatan terasa begitu menyenangkan.


Yuna melajukan mobil nya menuju restoran. Rupanya Adam sudah ada di sana setengah jam yang lalu.


''Bagai mana pertemuan mu dengan Bu Laras dan suami nya.'' tanya Adam ingin tau


''Lancar mas. Bu Laras tidak banyak permintaan terserah kita menu nya yang penting enak.'' terang Yuna


''syukurlah kalau begitu. Ku pikir Bu Laras banyak permintaan nya.'' ucap Adam lagi.


''Mas Adam sendiri bagai mana dengan masalah di sana.'' tanya Yuna juga ingin tau.


''Mau tidak mau kita harus membeli lahan itu untuk parkir. Karna pelanggan banyak yang parkir di sana saat jam makan siang tempat parkir selalu tidak cukup.'' terang Adam.


''ya sudah beli saja mas. Untuk kenyamanan pelanggan.'' Yuna menyerah kan semua pada sang suami. Apa pun itu Yuna sangat percaya.


''Iya besok aku akan bawa pengacara untuk memproses jual beli lahan itu.''


''Mas Adam sudah makan.'' tanya Yuna dengan lembut


''Belum.'' jawab Adam jujur


''Mau aku masakin.'' ucap Yuna lagi


''Boleh kalau kamu tidak capek kalau capek tidak usah suruh koki restoran saja.''ucap Adam takut istri nya itu kecapean.


''Aku tidak capek mas Adam tunggulah sebentar. Aku masak dulu.'' Yuna bergegas menuju dapur restoran memasak menu makan siang untuk suami nya.


Bak koki sudah ahli Yuna begitu lihai memain kan spatula nya. Memang memasak Sedari dulu adalah hobi nya. Tidak membutuh kan waktu lama tumis daging dan sayur capcay sudah terhidang di atas meja.


''Ambil kan nasi putih ya. lalu berikan pada bapak.'' ucap Yuna ramah pada salah satu pegawai nya. Sedang Yuna masih ada satu menu yang ia masak pesanan pelanggan


''Biar saya saja Bu yang masak.'' ucap koki yang biasa memasak di restoran Yuna


''Tidak apa apa ini sekalian.'' tolak Yuna kekeh ingin memasak untuk pelanggan nya.


Yuna bos yang sangat ramah dan baik dan juga hamble Yuna tidak pernah menunjuk kan status sosial nya sebagai pemilik restoran itu kenapa para pegawai Yuna betah bekerja dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2