
''
''
''
''Mbak Miranda di luar ada yang nyari,'' ucap salah satu rekan Miranda yang juga bawahan nya,
''Oh ya aku akan keluar sekarang,'' ucap nya seraya tersenyum
''Kamu temui dulu siapa yang mencari mu,'' ucap Yuna juga ikut menimpali,
''Baik Bu saya akan keluar dulu,'' pamit Miranda pada atasan nya,
dari kejauhan Miranda memperhatikan sosok wanita yang membelakangi nya ia
''Permisi mbak anda mencari saya ada yang bisa saya bantu,'' sapa Miranda ramah, Dira menoleh melihat orang yang ada di belakang nya,
''hai Miranda apa kabar,'' sapa Dira ramah namun terkesan dingin,
''Ba baik silahkan duduk mbak,'' lanjut Miranda mempersilahkan Dira duduk wajah gugup nya tidak bisa di bohongi melihat istri lain dari suami nya meski ini baru pertama kali Miranda bertemu Dira tapi sebelum nya Miranda sudah melihat foto Dira di sosial media nya, jadi tidak kesulitan untuk Miranda mengenali dira
''Oh jadi kamu yang namanya Miranda cantik, tapi sayang pelakor,'' tanpa basa Basi Dira menyebut Miranda pelakor
''Mbsk Dira bisa kita bicara baik baik,'' tutur Miranda berusaha tenang tidak kepancing ucapan Dira
''Apa lagi yang mau di bicarakan, tidak perlu aku bicara baik baik dengan pelakor seperti mu,'' sarkas Dira menatap Miranda dengan sorot mata nya yang dingin,
''Aku tau aku salah mbak Dira, Miko juga salah dan mbak Dira juga salah, kenapa mbak Dira tidak bisa menjaga hati dan perasaan suami mbak Dira seperti apapun keadaan nya, tidak seharusnya seorang istri membandingkan suami nya sekarang dengan mantan suami mbak Dira dulu, lalu sekarang menyalahkan suami jika suami mbak Dira mencari kenyamanan di luar,'' Miranda menjeda ucapan nya menghela nafas nya pelan ,''kenapa malam itu mbak Dira menurunkan Miko di tengah jalan tanpa uang dan tanpa ponsel nya, jika ada masalah seharusnya di selesaikan berdua jangan egois sendiri, aku menemukan nya di jalan dalam keadaan kelelahan kelaparan dan hampir pingsan, betapa susah nya mencari pertolongan di jalan tol yang panjang mbak Dira,'' lanjut Miranda
__ADS_1
''Oh jadi kamu pahlawan kesiangan nya Miko, hebat sekali kamu, tau apa kamu tentang rumah tangga ku,'' sarkas Dira tidak terima
''Tau semua nya, tidak ada yang pernah Miko tutupi dari ku, satu hal yang membuat hati Miko sakit dan teramat perih saat bercinta tanpa sadar mbak Dira masih menyebut nama Adam, bukti mbak Dira masih tidak bisa move on dari mantan suami mbak Dira,''
Dira diam mengingat ia pernah melakukan hal itu yang seketika membuat Miko menghentikan aktifitas ranjang nya dan keluar dari kamar
''Lalu sekarang apa mau,'' tanya Dira pada Miranda
''Apa mau saya mbak Dira ingin tau, sejatinya tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang mau berbagi, kalau boleh egois aku juga ingin mempertahan kan rumah tangga ku, bisa kah kita tetap seperti ini berbagi suami,'' Dira yang tadi nya menunduk seketika menatap tajam wanita di depan nya,
''Jangan mimpi, tinggal kan Miko mintalah cerai dari nya,'' sahut Dira sambil berdiri dari duduk nya tangan nya meraih gelas jus yang ada di meja
''Kalau aku tidak mau,'' jawab Miranda ikut berdiri seakan tau apa yang akan di lakukan Dira Miranda takut Dira menyiramnya dengan jus yang sudah di genggam rapat oleh Dira,
''Dasar jal*ng kurang ajar,'' dugaan Miranda benar ada nya Dira menyiram nya dengan jus itu,
''Apa yang mbak Dira lakukan,'' teriak Miranda membuat staf restoran berkumpul penasaran apa yang terjadi termasuk Yuna yang ikut berlari keluar dari dapur melihat apa yang terjadi,
''Tolong keluar dari sini mbak Dira,'' ucap Miranda melihat situasi sudah tidak terkontrol
''Tidak mau aku ingin semua teman teman mu disini tau kamu itu seorang pelakor jal*Ng murahan,'' Dira meraih rambut Miranda dan menarik nya
''Lepas mbak Dira sakit,'' teriak Miranda
''Tidak akan, biar semua teman teman mu sadar dan tau kamu itu perebut suami orang,''
''Lepaskan Miranda Nadira,'' ucap Yuna tegas mencekal tangan Dira satunya yang ingin menampar Miranda,
''Yuna,'' Dira kaget dengan kedatangan Yuna tiba tiba
__ADS_1
''Jangan membuat ke gaduhan di tempat ku,'' tegas Yuna
''Ini tempat mu jadi pelakor ini pekerja mu,'' tanya Nadira
''Pergilah kebelakang bersihkan dirimu sekarang,'' titah Yuna pada miranda
''Kamu membela pelakor itu Yun,'' tanya Dira tidak percaya,
''Aku wajib melindungi tempat ku, dan pekerja ku,'' tegas Yuna lagi
''Yun wanita itu pelakor dia merebut suami ku, dia pantas mendapatkan apa yang aku lakukan barusan aku bahkan belum mencakar dan menampar wajah nya,'' ucap Dira Yuna menghela nafas nya berat
''Aku sangat mengerti perasaan mu nadira, karna aku pernah berada di posisi mu sekarang dan apa kamu lupa kamu juga pernah berada di posisi Miranda sekarang, jadi apa bedanya kamu dan Miranda, jika kamu ingin menampar dan mencakar wajah wanita yang telah merusak rumah tangga mu lalu bagai mana dengan ku, boleh kah aku melakukan itu pada mu,'' ucap Yuna telak membuat Dira diam mematung bibirnya terkatup rapat mengingat Dira juga pernah melakukan hal yang sama pada rumah tangga sahabat nya
''Tidak kah kamu menyadari kesalahan mu itu Dira, kamu tau kenapa aku tidak melakukan apa yang ingin kamu lakukan pada selingkuhan suami mu, menjambak menampar dan mencakar wajah nya, meski pelakor itu berhak mendapat kan nya, wanita terhormat tidak akan melakukan hal itu Nadira,'' lanjut Yuna lagi
''Aku minta maaf Yun, semua salah ku jika aku tidak memaksa Adam untuk menikahi ku ini semua tidak akan pernah terjadi,
''Aku sudah melupakan nya Dira, tapi karma mu tidak akan pernah melupakan mu karna itu ini terjadi,'' lanjut Yuna
''Aku harus apa Yun, mungkin aku tak sekuat diri mu, yang masih bisa tenang menghadapi ini semua,
''Pulang lah dir bicarakan ini baik baik dengan suami mu, gunakan kepala dingin tidak dengan emosi dan amarah, semoga kalian mendapat jalan keluar nya, gunakan masa lalu menjadi pelajaran Dira, contoh lah apa yang aku lakukan jika bertahan sakit maka lepaskan lah,'' ucap Yuna kemudian berlalu meninggal kan Dira yang tampak masih mencerna ucapan Yuna,
''Bu Yuna,'' lirih Miranda
''Kembali lah bekerja, restoran ini bukan tempat membahas masalah pribadi mu,''
Yuna diam di dalam ruangan nya entah apa yang di pikirkan kejadian barusan sedikit mengganggu pikiran Yuna semesta membuat nya menyaksikan mantan madunya merasakan apa yang Yuna rasakan
__ADS_1
Gengss author tidak pernah membalas komentar kalian tapi author pasti membaca nya, apapun itu author sangat berterima kasih, kalian masih mendukung naskah receh author ini, beragam komentar kalian ada yang pro dan kontra author sangat senang akan hal itu naskah receh author melekat di hati kalian, jangan baper ya,
Bersambung