
''
''
''
Adam diam menatap foto bayi kecil yang baru saja menghuni galery ponsel nya foto yang ia ambil dari sosial media sea, gelang rumah sakit itu tampak sangat jelas tertera tulisan bayi nyonya Yuna, dan lagi identitas yang melekat di ranjang rumah sakit tampak sangat jelas nama ibu bayi dan nama bayi nya,
rasa bersalah menyesal dan juga bahagia berbaur menjadi satu, melihat foto bayi kecil itu Adam hanya bisa menyesal tidak bisa menemani Yuna saat melahir kan anak ketiga nya
''Maaf kan aku,'' gumam Adam lagi kata yang selalu ia ucap kan berulang ulang,
''maaf kan aku,'' kata yang sama sea ucap kan atas kecerobohan karna postingan nya Adam jadi tau
''Sudah lah se tidak usah meminta maaf terus aku mengerti dan sangat faham, tidak apa apa mungkin dengan begini mas Adam juga tidak akan bertanya lagi pada mu, setelah ini jangan dulu kamu ke sini untuk beberapa waktu aku takut mas Adam mengikuti mu sampai kesini,'' sea mengangguk mengerti dengan apa yang Yuna ucap kan
tanpa Yuna dan sea sadari sedari tadi obrolan kedua nya di dengar jelas oleh reyan, apa lagi saat tadi Adam dalam sambungan mendengar suara sang ayah sedikit banyak mengobati rasa rindu reyan, entah mau marah atau kasian reyan hanya bisa memendam,
''reyan kamu sudah datang,'' tanya sea saat melihat putra sulung sahabat nya itu memasuki ruang rawat ibu nya
''Iya reyan sama om Tio, bibik sama adik di rumah tidak ikut,'' terang reyan ia datang dengan supir hanya untuk membawa pulang Yuna dan bayi nya,
''kita pulang sekarang Yun, duduk lah disini biar aku dorong kursi roda mu,'' sore itu Yuna sudah di perbolehkan keluar dari rumah sakit, sea sudah membereskan administrasi rumah sakit selama Yuna di rawat, Tio membantu membawa barang barang reyan berjalan di samping kursi roda ibu nya,
Sementara di rumah bik Jumi sudah menyiap kan semua nya rumah kecil itu bertambah satu lagi penghuni nya, raya sedari tadi melihat ke arah luar setiap kali ada mobil memasuki area parkir restoran berharap itu mobil mimi nya, menunggu dengan tidak sabar nya beberapa kali staf restoran memanggil raya untuk duduk dan membawakan nya minuman namun raya mengabaikan dan tidak mengendah kan nya, fokus nya pada mobil yang masuk
''yea..? itu mobil mimi,'' seru raya berlari menghampiri mobil yang baru saja parkir,
__ADS_1
''Neng raya jangan berlari,'' tergopoh gopoh bik Jumi mengejar Langkah kaki raya menghampiri mobil ibu nya,
''Selamat datang dek Reyhan,'' sebut raya begitu Yuna turun dari mobil sambil menggendong bayi kecil nya,
''Kita masuk dulu kak raya, setelah ini baru bisa melihat adik dengan puas,'' ucap Yuna mengusap pucuk kepala anak kedua nya itu,
sesampai nya di rumah yang imut itu Yuna meletak kan baby Reyhan kedalam box bayi yang sudah bik Jumi sediakan di ruang tamu untuk saat ini masih ada sea Yuna memilih beristirahat dan berbincang ringan di ruang tamu nya yang imut itu,
''Yun kamu gak ingin cari rumah yang lebih besar dari ini,'' tanya sea melihat rumah sahabat nya itu tampak kecil dengan dua kamar dan sekarang bertambah lagi anggota keluarga nya,
''Tidak aku sangat nyaman dengan rumah ini, aku tidak akan pindah kemana mana hanya saja rencana nya aku ingin merenovasi rumah ini sebelah sini aku ingin menambah dua kamar,'' terang Yuna
''Oh itu lebih baik maksud ku memang seperti itu, kamar rumah ini hanya ada dua sedang reyan sudah harus punya kamar sendiri untuk privasi nya tidak mungkin kan satu kamar bareng raya,'' lanjut sea mengutarakan maksud nya,
''Iya rencana nya aku akan menambah dua kamar, untuk raya dan bik Jumi sedang reyhan sementara biar tidur dengan ku,'' terang Yuna,
Yuna dan sea larut dalam obrolan nya reyan raya dan bik Jumi asik dengan anggota keluarga baru mereka,
''Kamu tau sayang tadi Adam menghubungi ku menanyakan mu,'' ucap nathan saat mereka salam perjalanan pulang,
''Iya Adam susah tau aku selama ini tau di mana Yuna,'' terang Yuna,
''Lalu sekarang bagaimana,''tanya Nathan
''Tetap Yuna tidak ingin aku memberitahu Adam. yang terpenting sekaran Adam sudah tau Yuna dan anak anak nya baik baik saja, nanti kalau ada waktu Yuna memintaku untuk membawa reyan dan raya bertemu Adam,'' terang sea
''Ya yang terpenting Adam tau dan mengerti keputusan Yuna, jangan sampai Adam datang dan memaksamu untuk memberitahu nya di mana anak dan istri nya, apa lagi sampai mengikuti mu seperti waktu itu,'' ucap nathan mengutarakan kekuatiran nya
__ADS_1
''Aku akan menegaskan Adam untuk mengerti dan menerima keputusan Yuna ku rasa Adam memang harus menerima semua, membiarkan Yuna menata hati nya mengingat begitu dalam luka yang yuna rasakan,'' lanjut sea
''Semoga saja Adam mengerti, aku tidak rela jika istri ku ini terganggu kenyamanan nya,'' Nathan menatap sea dengan penuh cinta bersyukur saat badai menghantam rumah tangga nya beberapa waktu yang lalu sea masih setia berada di samping Nathan, menemani nya meski hati nya hancur pada saat itu
''Maaf kan aku sayang mungkin aku pernah membuat kesalahan yang sama seperti Adam mendua kan mu, aku sangat menyesal,'' lirih Nathan
''Sama sama, sudah lah jangan di ingat lagi ingat lah hanya sebagai pelajaran yang terpenting sekarang kita dan anak anak,'' jawab sea dengan penuh kelembutan
'' jika aku kehilangan mu mungkin aku tidak akan lagi bisa menemukan wanita seperti mu di dunia ini,'' mendengar ucapan sang suami membuat pipi sea merah merona
''Kenapa pipi mu merah,'' tanya Nathan gemas melihat istrinya malu malu,
''Hah masa sih,'' buru buru sea mengalihkan pandangan nya menghadap jendela kaca di samping nya,
''sayang lihat aku jangan lihat ke sana, kita menikah sudah lama kenapa kamu masih malu malu,'' ucap nathan lagi bukan nya mereda merah di pipi sea masih jelas terlihat
''Aku tidak malu siapa juga yang malu,'' elak sea menyangkal ucapan sang suami
''Itu pipi mu merah masih menyangkal,'' lanjut Nathan
Melihat istri nya yang salah tingkah Nathan semakin menggoda istri nya dengan menaik turun kan Alis nya, membuat sea mengerut kan kening nya
''Kenapa seperti itu,'' tanya Nathan heran melihat perubahan ekspresi istri nya
''Entah lah melihat tatapan mu itu, bukan nya melting kok aku malah takut,'' jawab sea
''jadi kamu sudah bisa menebak nya, kalau begitu malam ini kita check in hotel saja ya besok baru kita pulang ke rumah,'' ucap nathan tanpa ragu
__ADS_1
''Tu kan sudah ku duga,'' gerutu sea
tidak mungkin menolak ajakan sang suami sea tersenyum menanggapi seraya memberikan senyuman manis nya, suami istri itu sangat bersyukur bisa melewati masa masa kritis dalam rumah tangga nya,