Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
Karna terpaksa


__ADS_3

''


''


Yuna tampak ragu untuk kembali menggoda Adam seperti tadi malam. seperti yang sea saran kan. Adam masih di kamar anak anak nya menemani buah hatinya tidur


''Mas kalau sudah aku tunggu di kamar ya susu nya sudah aku siap kan.'' ucap Yuna pelan dari celah pintu tidak mau menggangu putri nya yang mungkin hampir terlelap di pelukan pipi nya


Sikap Yuna kembali normal sepulang keluar dengan sea. Berusaha tetap tegar seperti tidak mengetahui apa apa. Yuna melihat ponsel Adam ada panggilan tidak terjawab dari kontak ND


''ND Nadia nindi Ninda Nadira. Tidak mungkin Dira.'' Yuna mencoba menebak nebak inisial itu. Kemudian meletak kan kembali ponsel Adam di atas meja nalas.


Sampai Adam masuk ke kamar nya Yuna sedang asik dengan ponsel nya sendiri. Baju haram sengaja Yuna kenakan untuk menggoda Adam dengan pose yang begitu se*si membuat Adam tak berkedip melihat gundukan besar dan menantang masih ada bercak keunguan bekas percintaan tadi malam.


''Mas sikat gigi dulu gih.'' ucap Yuna seraya meletak kan ponsel nya.


''Aku minum dulu susu nya sayang.'' Adam duduk di pinggiran ranjang perlahan menyesap susu jahe hingga tandas. Adam hendak mengusap susu yang masih menempel di pinggiran bibirnya dengan tangan namun Yuna menahan tangan Adam dengan lembut Yuna membersih kan bekas susu itu dengan lidah nya. Yang berubah menjadi kecupan yang menantang


''Gosok gigi dulu.'' Yuna mendorong dada bidang Adam untuk menjauh dari nya.


''Sayang.'' ucap Adam lembut.


''Gosok gigi dulu.'' Yuna berkata lagi Adam bergegas masuk ke kamar mandi membersihkan muka dan gosok gigi sedang Yuna sudah menghubungi ND


''Halo dam. Dam.'' Yuna diam tanpa bersuara wanita itu memanggil manggil nama Adam. Lalu meletak kan ponsel itu di dekat bantal Yuna menutup nya dengan cel**a da**m nya


''mas sudah belum.'' Yuna sengaja mengeraskan suaranya.


Di sebrang sana Dira menajam kan pendengaran


''Itu pasti suara istri Adam.'' gumam Dira seraya mengambil handset dan memasang di telinganya sama seperti saat Dira menguping tadi malam


Adam keluar dari kamar mandi dengan suasana kamar yang temaram melihat istri nya berpose se*si di atas ranjang.


''Sayang.'' panggil Adam dengan suara lembut. Membuat telinga Dira semakin tajam mendengar kan


''Ya mas kamu sudah selesai.'' tanya Yuna dengan suara menggoda Adam merangkak naik ke atas ranjang di sambut Yuna dengan kakinya yang terbuka lebar Adam menelan saliva nya kasar melihat kenikmatan istri nya tanpa penghalang seakan memanggil Adam untuk segera menjamah nya.

__ADS_1


''Sayang kamu nakal lagi.'' suara Adam terdengar parau. Yuna hanya tersenyum di bawah Kungkungan suami nya.


Dengan lembut meraup bibir Adam dan menyesap nya Adam dengan senang hati meladeni tingkah istri nya yang nakal


''Mas aku ingi kamu melakukan yang seperti tadi malam saat di balkon aku ketagihan.'' ucap Yuna menatap Adam penuh damba


''Ini.'' Adam meraba inti istri nya yang sudah tanpa penutup.


perlahan Adam menyusuri kulit leher Yuna mengecup nya dengan lembut tangan nya meraba setiap lekuk tubuh istrinya melepas kain jaring laba laba dengan sekali tarik


''Mas kenapa di sobek.'' suara yuna terdengar mendayu dan manja.


''Besok aku belikan lagi.'' jawab Adam dengan suara parau nya. Yuna sudah polos hanya tinggal bra berenda nya.


''Ini juga menghalangi lepaskan saja.'' Adam melepak kait penyangga di punggung Yuna.


Di balik sambungan dira mengepal kan tangan nya. Ingin memutus sambungan namun juga penasaran gaya bercinta seperti apa yang mereka lakukan


''Kamu memang sengaja memanasi ku lagi dam. Bukan nya minta maaf kamu malah mengulangi nya lagi kali ini kamu memang sengaja.'' Dira mengeram kesal


''hah ini sangat menyenangkan sayang ukuran nya juga lumayan besar.'' Adam kembali menyesap dan memain kan biji kecil kemerahan membuat Yuna merancau dengan suara yang di buat manja.


''Ukuran nya besar.'' Dira meraba dada nya sendiri yang menurut nya kecil itu.


''Lanjut kan kebawah lagi mas.'' Yuna menuntun Adam agar memainkan yang di bawah sana.


''Dengan senang hati sayang apa pun itu aku akan melakukan nya untuk mu.''


''main kan lidah lebih dalam lagi mas. Ya seperti itu.''


''Kurang ajar Adam.'' ingin sekali Dira melempar ponsel nya hingga hancur.


''Kamu tidak pernah melakukan itu pada ku.'' teriak Dira tidak perduli jika ada yang mendengar.


di sela erangan nya Yuna mendengar teriakan Dira di sebrang sana bibir nya tersenyum puas bisa membuat selingkuhan suaminya itu kepanasan.


''mas aku mau keluar mas ini sungguh luar biasa.'' teriak Yuna dengan suara keras nya

__ADS_1


''keluarkan saja sayang aku menunggu nya.''


''Bajingan Adam.'' Dira sudah tidak tahan lagi membanting ponsel nya ke ranjang sekeras mungkin berharap ponsel nya mati. kenyataan tak sesuai harapan Dira. ponsel itu masih menyala otak nya masih waras untuk membanting ponsel itu ke lantai.


''ini tidak bisa di benarkan memang kita akan bercerai tapi tidak seperti ini juga. Kamu jahat dam.'' Dira meringkuk sesenggukan ponsel masih menyala namun Dira tak lagi mendengar kan. hati dan telinganya sudah tidak sanggup untuk menjadi saksi percintaan suami siri nya dengan istri sah nya.


Semakin malam Rancauan itu masih terdengar Adam yang sedari tadi tidak henti hentinya memuji kehebatan sang istri terdengar begitu menyakit kan hati dan perasaan Dira.


''Seperti ini rasa nya menjadi yang ke dua tidak kah aku bisa merasakan memiliki ku seutuh nya dam paling tidak sebelum kita bercerai.'' lirih dira di sela tangis nya.


Tepat sekali saat Dira kembali memasang handset nya terdengar lenguhan panjang Adam yang begitu memekak kan telinga Dira pertanda Adam telah usai dengan segala aktifitas nya.


Yuna tersenyum sangat puas melihat ponsel Adam masih menyala.


''Terima kasih sayang terimakasih. I love you.'' bisik Adam di telinga Yuna yang terdengar hanya sebagai rasa terima kasih atas servis san nya.


''mas jujur apa kamu pernah mencintai ku.'' tanya Yuna ingin tau isi hati suami yang telah menikahinya selama tiga belas tahun itu.


''Aku memang tidak pernah menyatakan perasaan ku. Namun percayalah di dunia ini kamu dan anak anak adalah yang utama bagiku dan juga ibu. Aku tidak akan pernah sanggup kehilangan kalian.''


Yuna memejamkan matanya mencoba percaya dengan ucapan Adam. Jika Yuna tidak mengetahui fakta ada wanita lain di hidup adam selain diri nya Yuna akan sangat merasa bahagia.


''Apa kamu pernah berfikir untuk menikah lagi mas. Jika kamu tidak mencintai ku.''


''Seandai nya iya aku yakin itu karna terpaksa.'' jawaban Adam seakan menjelaskan pada Yuna pernikahan nya dengan Dira karna terpaksa.


''Jadi mas Adam memang punya wanita lain.'' tanya Yuna lagi


''Sayang dengar kan aku percayalah di hati ku hanya ada kamu dan anak anak keluarga kita. rumah tangga kita. Tidak ada yang lain di luaran sana


''Semoga perselingkuhan mu ini hanya mimpi mas. Semoga yang kamu ucap kan ini tulus ada nya.''


Yuna meringsek masuk kedalam pelukan Adam tidak lupa memutus sambungan di ponsel Adam untuk malam ini Yuna cukup puas


Sedang di lain tempat Dira terus menangis mendengar penuturan Adam untuk istri sah nya Adam memang sudah tidak lagi mencintai Dira seperti dulu. Dira memaksa Adam menikahinya berharap cinta masih tumbuh dan menggebu. Dan kebahagiaan pasti akan datang


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2