Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
setan pelakor


__ADS_3

''


''


Yuna begitu bahagia hari ini sahabat yang sudah beberapa bulan ia rindukan Ahir nya datang mengunjungi nya, bukan hanya Yuna sea juga merasakan hal yang sama, di sore hari rupanya Nathan dan kedua buah hati nya gathan dan Siena datang menyusul sea di kota Bandung.


''kak gathan sama Siena nginep sini kan.'' tanya raya penuh harap sangat bahagia sahabat kecil nya datang berkunjung.


''Kalau nginep mungkin Untie sea tidak tidur di rumah raya. Kami akan mencari hotel dekat sini. Besok kita bisa bermain lagi.'' terang sea menjawab pertanyaan raya


''Beneran Untie, yea besok masih bisa bermain dengan Siena.'' seru raya girang.


''Benar sayang. besok hari Minggu kan bagai mana kalau kita besok pergi ke taman bermain.'' ucap Nathan memberi saran. Ke empat bocah kecil itu berseru girang bersamaan.


Yuna hanya tersenyum melihat kegembiraan kedua buah hati nya yang lama tidak bertemu dengan anak anak dari sahabat nya sea. Sore yang indah mereka habis kan di taman sebelah rumah Yuna menikmati pemandangan yang indah hamparan kebun teh dan sawah dapat terlihat dari tempat Yuna tinggal.


''Bagaimana usaha mu disini Yun.'' tanya Nathan ingin tau.


''Alhamdulilah baik dan bagus cukup untuk menghidupi ku dan anak anak.'' jawab Yuna apa ada nya


''Kamu tidak ingin berencana membuka cabang lagi Yun.'' tanya Nathan lagi


''Tidak Nathan aku rasa ini sudah lebih dari cukup aku takut tidak bisa mengelola nya nanti. Maksud ku waktuku dan anak anak akan sangat berkurang biar ini saja yang penting kami tidak kekurangan apa pun.'' ucap Yuna


'' kamu betul Yun apa lagi nanti masih ada ini.'' sea mengusap lembut perut Yuna yang sudah tampak membuncit.


''Kamu tau Yun. Kami para pria sesungguh nya sangat tersiksa dengan keadaan seperti waktu itu. Aku tidak tau harus berbuat apa saat wanita itu mengancam ku untuk menyebar kan foto-foto saat dia menjebak ku.'' terang Nathan mengingat saat rumah tangga nya hampir saja kandas karna keteledoran nya sampai wanita itu berhasil menjebak nya


''Kasus kita hampir sama tapi tak serupa. kamu memang terpaksa menikahi wanita itu karna jebakan. Sedang suami ku dengan sadar menikah lagi dengan alasan yang menurut ku tidak masuk akal yang seharus nya bisa di cegah kalau suami ku bisa tegas. Atau paling tidak membicarakan nya dulu dengan ku. Kita bisa sama sama mencari jalan keluar nya.'' terang Yuna

__ADS_1


''Aku sangat bersyukur Yun.'' Nathan menggenggam erat tangan sang istri sea. ''mempunya istri seperti sahabat mu ini.'' terang nathan


''saat badai menghantam rumah tangga kami sea masih tegar dan setia memilih tetap berada di samping ku.'' lanjut Nathan


''Kamu yang tidak tau, sebenar nya sea sudah ingin menyerah dan hampir saja mendaftarkan gugatan cerai nya terhadap mu.'' pungkas Yuna


''Beruntung sahabat ku ini menasehati banyak menasehati ku memberiku masukan untuk tidak menyerah begitu saja. melawan pelakor yang sedang merajalela untuk tidak membiarkan pelakor itu menang merebut mu. Aku adalah istri sah aku yang lebih berhak atas mu.'' ucap sea menyela


''Karna itu aku sangat berterimakasih sama kamu honey masih setia berada di sampingku. Dan juga kamu Yuna sudah menemani hari hari istri ku di saat tersulit nya dan juga nasehat nasehat mu mungkin istri ku sudah menyerah tanpa sport dan dukungan mu.'' ucap Nathan


''Mulai sekarang jadikan ini pelajaran Nathan jangan lengah terhadap setan yang namanya pelakor yang sangat pandai dan licik memainkan peran nya, agar hal serupa tidak terulang kembali.'' lanjut Yuna


''yuna seandai nya Adam tidak menandatangani surat yang kamu tinggal kan apa kamu tidak berencana pulang dan menemui Adam secara Adam kan sudah bercerai dengan pelakor itu.'' tanya Nathan ingin tau.


''Tidak..! biarkan mas Adam merasakan dampak ketidak tegasan nya biarkan dia menyesali perbuatan nya. Sedang Dira pasti dia sudah tau aku pergi meninggal kan rumah kalau Dira benar benar menyesal biarkan Dira hidup dalam rasa bersalah nya aku rasa tidak lah mudah hidup dalam rasa bersalah. Biarkan mereka merenungi dampak perbuatan nya.'' ucap Yuna


''Iya kamu benar yun.'' ucap Nathan dan sea


''Seperti nya sudah sore cukup anak anak bermain nya.'' ucap Yuna melihat matahari sudah mulai tenggelam. Nathan bergegas memanggil anak anak yang sedang bermain di taman kecil yang memang sudah ada di restoran itu.


Hari semakin gelap rumah Yuna tampak ramai dengan kedatangan sea bersama suami dan kedua anak nya.


''Bu Yuna mau di taruh di mana.'' ucap pegawai restoran Yuna yang datang membawa masakan yang Yuna pesan.


''Sini saja.'' Yuna menunjuk meja yang sudah bik Jumi siap kan di ruang tamu rumah Yuna


''Terimakasih.'' ucap Yuna setelah beberapa pegawai nya sudah siap menghidangkan menu makan malam mereka.


''Sea Nathan. Tidak apa apa ya kita makan lesehan begini.'' ucap Yuna tidak enak hati menjamu tamu nya makan malam duduk beralas kan karpet.

__ADS_1


''Tidak apa apa Yun. Justru seperti ini semakin terasa kekeluargaan nya.'' ucap Nathan


semua nya Menik mati santap makan malam nya dengan nikmat di barengi canda tawa anak anak. Yuna menjamu makan malam tamu nya di ruang tamu kecil nya sengaja Yuna tidak membawa mereka ke restoran. Benar kata Nathan dengan begitu suasana kekeluargaan lebih terasa.


Setelah makan malam sea dan Nathan pamit pulang mereka menginap di hotel tidak jauh dari tempat Yuna. Besok mereka masih. Datang lagi untuk membawa anak anak berlibur sehari di kota Bandung.


''Neng Yuna..! neng sea sama pak Nathan tidak bilang kan sama pak Adam tentang alamat tempat tinggal kita.'' tanya bik Jumi kuatir


''Yuna yakin tidak bik. Sea dan Nathan sangat mengerti bagai mana di posisi ku sekarang.'' jawab Yuna


''Bagus lah bibik hanya takut.'' ucap bik Jumi lagi.


''Bibik jangan kuatir.'' ucap Yuna menelan kan suara nya melihat raya sedang menghampiri nya


''Mi Untie sea dan ungkle Nathan sudah datang mencari kita lalu pipi kapan kemari raya sudah tidak tahan raya kangen sekali sama pipi.'' ucap raya tiba tiba membuat Yuna diam sesaat tidak tau harus menjawab apa.


''Neng raya mungkin pipi masih sangat sibuk. Tau sendiri kan restoran pipi di sana sangat ramai apa lagi pipi baru saja membuka cabang baru nya.'' ucap bik Jumi mewakili Yuna menjawab pertanyaan raya.


''Ya setidak nya pipi bisa kan telpon raya.'' ucap raya lagi


''ponsel Mimi kan hilang dik yang lama. Mimi kan sudah ganti ponsel yang baru.'' ucap Reyan menyela


''Kenapa kita tidak pulang saja.'' ucap raya lagi.


''Di sini siapa yang nungguin dik. Tau sendiri kan restoran nya baru buka.'' ucap Reyan lagi berusaha memberi pengertian sang adik. Raya tampak cemberut dan wajah nya berubah masam.


''Nanti minta tolong saja sama Untie sea untuk mencari pipi dan memberitahu alamat kita disini.'' ucap Reyan lagi


Mendengar ucapan kakak nya wajah raya yang tadi malam berubah cita kembali. Yuna yang sedari tadi diam tidak bicara apa apa merasakan sesak di dada nya apa Yuna terlalu egois memisah kan raya dengan pipi nya.

__ADS_1


Gengss maaf terlambat update lebaran sudah hampir tiba biasa kan author di rumah tengah menyiap kan kue lebaran kemarin dua hari ini mumpung ada yang bantu,,


Bersambung


__ADS_2