Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
hanya noda


__ADS_3

''


''


Seminggu Dira di rawat kini sudah di perbolehkan pulang. Adam sudah mengurus semua biaya rumah sakit dan bersiap mengantar Dira pulang ke rumah nya. Seminggu di rawat Adam hanya bisa datang di siang hari. Menjenguk membawakan makanan untuk Bu asih dan juga Bu Ani yang menemani Dira selama di rawat.


''Tidak usah pakai kursi roda Bu aku bisa jalan sendiri.'' tolak Dira ketika Bu Ani datang membawakan kursi roda untuk nya.


''Tapi kamu masih lemah neng Dira.'' ucap Bu Ani lagi


''Tidak apa apa Dira kuat kok berjalan.'' kekeh Dira tidak ingin menggunakan kursi roda. Bu Ani hanya pasrah dan menurut karna Dira memang benar benar keras kepala.


''Kenapa tidak pakai kursi roda kamu Dir.'' tanya Adam setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit.


''Aku masih bisa jalan dam. kenapa harus pakai kursi roda.'' ucap Dira pelan.


''Tapi kamu masih lemah.'' imbuh Adam lagi.


''Tidak apa apa aku masih kuat jangan kuatir.'' Dira melenggang meninggal kan Adam yang masih berdiri dengar raut wajah kuatir. Adam menghela nafas nya kasar Dira yang dia kenal memang keras kepala.


Kemudian Adam menyusul Dira yang sudah lebih dulu meninggal kan nya menuju mobil Adam yang terparkir di depan rumah sakit. melihat semua sudah menaiki mobil Adam bergegas melajukan mobil nya menuju kediaman Dira kurang dari lima belas menit Adam sudah sampai di rumah istri siri nya itu.


''Aku bisa sendiri.'' tolak Dira saat Adam ingin membantu Dira turun dari mobil


''Hati hati dan pelan pelan.'' imbuh adam


Sedang Bu asih dan Bu Ani membantu menurun kan semua barang barang Dira yang dari rumah sakit.


''Sebaik nya kamu langsung pulang saja dam.'' ucap Dira mengingat Adam sudah sejak pagi hingga menjelang siang berada di dekat nya.


''Apa kamu tidak apa apa Dir.''


''ibu dan Bu Ani ada disini nak Adam jangan kuatir kan Dira. Terima kasih sudah menjemput kami dari rumah sakit.'' sela Bu asih ikut menimpali.

__ADS_1


''Iya kalau begitu aku pulang dulu. Kalau ada apa apa segera hubungi aku.'' ucap Adam sebelum pulang.


Dira mengangguk mengerti. Meski hati kecil nya masih ingin sekali berada di samping Adam apa lagi dalam keadaan seperti ini ingin sekali bermanja. melepas rindu yang sebenar nya sudah menggebu.


Tanpa masuk ke rumah Dira Adam bergegas pergi setelah hanya menurun kan semua penumpang nya. Adam melakukan mobil nya menuju restoran ia ingat hari ini ada janji dengan orang. dia puluh menit kemudian Adam sudah sampai di restoran nya. Begitu memasuki restoran Adam melihat istri nya sedang berbincang dengan dua orang tamu nya.


''Maaf aku terlambat.'' ucap Adam seraya menjatuh kan bobot tubuh nya di kursi di samping istri nya.


''Tidak apa apa pak Adam. Kami sudah selesai.'' ucap wanita yang duduk di depan Yuna.


''Oh jadi semua sudah..!


"Sudah di sepakati. Acara seminggu lagi. Tepat nya hari Sabtu Minggu depan dan tema acara outdoor. Menu makanan dan dekor juga sudah di sepakati." terang Yuna menjelaskan


"Maaf aku terlambat." ucap Adam lagi merasa tidak enak dengan dua klien nya dan juga sang istri.


Yuna bangun dari duduk nya dan mengikuti langkah kaki klien nya yang sambil berbincang ringan sampai depan restoran nya. Setelah kedua tamu nya pulang Adam mendekati istri nya.


''Sayang aku minta maaf.''


''Untung saja aku cepat kesini. karna menurut ku pekerjaan adalah segalanya, aku hanya bisa meninggal kan pekerjaan ku Jika itu menyangkut anak anak dan keluargaku. Tidak dengan yang lain. Karna menurutku mereka hanya noda yang mengotori baju ku.''


Mendengar ucapan sang istri Adam hanya diam tidak menjawab. karna diri nya memang bersalah.


''Tadi pagi Dira menghubungi ku. Katanya hari ini keluar dari.."!


''Tidak bisakah selingkuhan mu itu menunggu sampai siang. Mau nya di utamakan. Aku jadi ingat dulu aku keluar dari rumah sakit saat baru melahir kan Reyan. Aku menunggu suamiku menjemput ku bahkan sampai sore.'' ucap Yuna masih dengan nada datar nya


''Lain kali utamakan pekerjaan. Karna punya istri simpanan juga butuh uang untuk di nafkahi.'' lanjut Yuna melenggang pergi meninggal kan Adam yang tampak frustasi.


Menjelang makan siang seperti biasa restoran tampak sangat ramai. sudah dapat di pastikan Yuna ikut turun tangan di dapur. Memasak sendiri untuk semua pelanggan nya. Hal yang memang Yuna senangi.


''Sayang anak anak pulang sama siapa.'' tanya Adam mengingat ini juga jam pulang kedua anak nya dari sekolah.

__ADS_1


''Setengah jam lagi raya pulang. Sedang Reyan masih ada les tambahan.'' terang Yuna masih dengan spatula di tangan nya


''Ya sudah biar aku saja yang jemput raya dari sekolah.'' tanpa menunggu jawaban istri nya Adam bergegas pergi untuk menjemput putri nya sedang Yuna melanjut kan masak nya.


Adam mengangkat sudut bibir nya kala mengingat putri nya itu pasti sangat senang mendapati diri nya yang jemput dari sekolah. Lima belas menit Adam mengendarai mobil nya Adam sudah sampai di gerbang sekolah putri nya. Kemudian Adam turun untuk menjemput raya yang menunggu nya di dalam.


''Pipi.'' gadis kecil itu berlari menghampiri pipi nya. Benar saja raya tampak senang.


''Raya senang pipi yang jemput raya pulang.'' seru nya dalam gendongan Adam.


''Memang nya kalau Mimi yang jemput raya tidak senang.'' tanya Adam ingin tau.


''Senang tapi lebih senang pipi yang jemput kita bisa mampir beli ice cream.'' ucap senang.


''ya sudah ayok kita beli ice cream dulu. Setelah nya baru kita jemput kakak.'' raya mengangguk setuju sesuatu yang sangat di sukai nya ketika sang pipi datang menjemput. Adam membebaskan putri nya untuk beli ice cream. Berbeda dengan Yuna yang selalu membatasi anak anak nya makan makanan manis dan meleleh itu.


''Pipi janji jangan bilang sama Mimi ya. Kalau kita mau makan ice cream.'' raya menyodorkan jari kelingking nya


''Pipi janji ini rahasia kita berdua." Adam menerima uluran tangan putri nya kemudian jari kelingking kedua nya saling bertautan. Rasa tersenyum senang sambil mengedip kan sebelah mata nya. Membuat Adam terkekeh pelan.


"Kenapa putri pipi jadi genit siapa yang ngajarin."


"Pipi yang ngajari..! Pipi awas


BRAAAKKK..!


Sebuah sedan melaju kencang ke arah mobil Pajero sport milik Adam. Raya yang melihat sebuah mobil yang ingin menabrak mobil pipi nya segera berteriak awas. Dengan cepat Adam meraih tubuh mungil putri nya dan mendekap nya erat.


"semua baik baik saja sayang ada pipi di sini." setelah berkata Adam tidak sadarkan diri.


Hantaman keras terjadi di barengi asap dan debu yang mengepul membuat mobil Adam berguling beberapa kali.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2