
''
''
''
Hari yang Adam tunggu sudah tiba dimana kedua anak nya reyan dan raya akan pulang ke rumah selama libur sekolah ini reyan dan raya akan menginap untuk beberapa hari ke depan sebelum kembali pulang untuk tinggal bersama Yuna saat libur sekolah telah usai meski begitu Adam tidak apa apa paling tidak Adam masih dapat bertemu dengan kedua anak anak nya tinggal bersama dan melepas rindu,
''dam jam berapa anak anak datang,'' tanya Bu Diah sudah tidak sabar
''Adam tidak tau Bu sea belum menghubungi Adam, mungkin sore nanti,'' jawab Adam
''Sebenar nya Yuna tinggal di mana dam, apa Yuna tidak ingat sama ibu ini, ibu sangat menyayangi Yuna seperti putri ibu sendiri,'' lirih Bu Diah Adam diam tidak menjawab ucapan ini nya meski begitu Adam juga merasa kasian dengan sang ibu harus berpisah dengan menantu yang teramat di sayangi dan juga kedua cucu nya
''Adam akan menghubungi sea Bu,'' lanjut Adam mengeluarkan ponsel dari saku celana nya,
Adam hanya berkirim pesan untuk menanyakan jam berapa sea membawa reyan dan raya, tak berapa lama Adam mendapat jawaban dari sea bibir nya mengembang membentuk senyuman,
''Masih ada waktu aku akan berbelanja membeli camilan kesukaan anak anak,'' gumam Adam memasuk kan kembali ponsel nya ke dalam saku celana
Di tempat lain tepatnya rumah sea, reyan dan raya sebenar nya sudah berada di kota Jakarta sejak kemarin sore, Nathan dan sea sudah membawa mereka, hanya saja sea tidak langsung membawa reyan dan raya bertemu dengan ayah nya sea ingin kedua anak Yuna itu bisa beristirahat terlebih dulu dan juga menyiap kan perasaan nya yang mungkin akan ada drama mellow kisah haru pertemuan antara ayah dan anak,
''Ini apa raya,'' tanya sea melihat banyak nya barang yang ada di dalam tas raya
''Macam macam, ada mainan ku dan juga buku buku ku aku ingin menunjukan hasil nilai ku di sekolah sama pipi,'' terang raya sibuk menyusun barang barang nya,
''Untie nanti sebelum mengantar reyan dan raya ketemu pipi tolong antar reyan beli hadiah dulu untuk pipi dua hari lagi pipi ulang tahun,'' pinta reyan pada sea
''Pasti sayang nanti Untie akan membawa mu ke mall dulu kamu mau beli apa untuk pipi mu,'' tanya sea ingin tau
__ADS_1
''Entah lah baju mungkin atau parfum,'' jawab reyan,
''Raya tidak mau beli hadiah apa apa raya mau kasi pipi ini saja,'' ucap raya sambil menunjuk kan hasil lukisan nya, sebuah lukisan tentang keluarga kecil nya raya ingin memberi tau pipi nya bahwa kelurganya bertambah satu lagi yaitu sang adik kecil Reyhan.
''Ini bagus sekali raya,'' sea melihat lukisan raya yang sudah ia beri pigura ukuran nya juga lumayan besar,
''Pipi pasti senang raya susah tidak sabar bertemu pipi dan bercerita banyak sekali,'' lanjut raya,
''Sabar ya sore nanti kita akan menemui pipi kalian,'' sea mengusap pucuk kepala raya penuh sayang, sea membayang kan jika ini terjadi sama anak anak nya Pasti rasanya sangat sulit dan berat salut dengan Yuna dan anak anak nya yang bisa melalui ujian ini di awal yang pasti sangat berat,
hari sudah menjelang sore sea menepati janjinya untuk membawa reyan dan sang adik bertemu pipi nya, sebelum nya sea membawa reyan ke salah satu mall terdekat reyan ingin membeli hadiah untuk pipi nya,
Di lain tempat Adam sedang mendorong troli di sebuah pusat perbelanjaan troli Adam sudah penuh namun Adam tak juga berhenti belanja masih ada lagi yang Adam masuk kan kedalam trolinya,
''ice cream sudah, ciki ciki kentang goreng sudah, ah ini pasti anak anak suka,'' gumam Adam sambil memasuk kan sosis siap makan kedalam troli belanja nya yang sudah penuh,
Adam belanja begitu banyak padahal raya dan reyan hanya tinggal sekitar seminggu sampai sepuluh hari ke depan, saking seneng dan bahagia nya, setelah selesai dengan belanjanya Adam segera membawanya ke Kasir, setelah selesai Adam bergegas menuju parkiran cepat cepat ingin pulang dan bersiap menyambut kedatangan putra dan putri yang sudah lama Adam rindukan,
''Dam,'' Adam melihat siapa yang memanggil nya,
''Dira kamu disini, ini siapa,'' tanya Adam saat melihat Dira membawa anak kecil sekitar umur dua tahun di gendongan nya,
''Ini anak teman ku dam, dia sedang mencari tempat parkir,'' terang Dira,
''banyak sekali belanjaan mu dam, apa ini untuk restoran mu, tapi kok sepertinya makanan kesukaan anak anak,'' tanya Dira heran melihat Adam memasuk kan belanjaan nya ke dalam bagasi mobil nya
''Iya ini semua kesukaan anak anak, mereka akan datang sore ini,'' terang Adam dengan senyum yang tampak mengembang,
''Benar kah aku ikut senang mendengar nya apa Yuna juga datang itu artinya kalian sudah berbaikan,'' ucap Dira
__ADS_1
''Tidak dir, Yuna tidak ikut hanya anak anak reyan dan raya,'' terang Adam raut wajah nya berubah sendu,
''Maaf,'' lirih Dira ''Semua salah ku,'' sesal Dira
''Tidak apa apa,'' jawab Adam
''Pipiiii....?
Adam dan Dira menoleh bersamaan melihat gadis kecil tak jauh dari mereka
"Raya," panggil Adam menghampiri putri kecil nya itu dengan rasa haru, Adam bersiap memeluk putri nya namun raya menghindar dengan memundurkan langkah kaki nya,
"Raya ada apa,? raya tidak kangen sama pipi," tanpa menjawab raya menatap Dira dengan tatapan tak suka, perasaan nya seakan hancur melihat pipi nya bersama wanita yang katanya istri mudanya sang pipi raya memang tidak pernah bertanya dan tidak pernah tau secara langsung, sedikit banyak raya pernah mendengar tentang wanita lain pipi nya, hari ini raya melihat nya sendiri apa lagi wanita itu menggendong seorang anak kecil raya mengira itu anak pipi nya dan wanita itu,
''Raya ada apa,'' Adam memajukan langkah nya demi ingin meraih putri nya, kali ini reyan yang menarik raya mundur kebelakang, atensi reyan sama dengan raya pipi nya masih berhubungan dengan wanita itu,
''Reyan raya ada apa,'' Adam mengikuti arah pandang kedua anak nya yang sedari tadi menatap tajam Dira,
''Ini Tante Dira,'' ucap Adam pelan
''karna wanita itu kan Mimi pergi dari rumah,'' sarkas raya dengan nada marah,
''Raya benci sama pipi, raya benci orang itu,'' tunjuk raya pada Dira
''Reyan pikir pipi sudah berubah nyata nya tidak,'' sambung reyan,
''Pipi sama Tante Dira sudah tidak ada apa apa sayang,'' Adam mencoba menjelaskan
namun raya dan reyan masih berdiri tidak bergeming dari tempat nya, menatap tajam Dira yang berdiri tak jauh dari mereka,
__ADS_1