
''
''
''
Dira dan Miko sudah sampai di jakarta, hanya semalam mereka berada di Bali, setelah pertengkaran itu Dira meminta untuk kembali ke jakarta ke esok kan hari nya, Dira dan Miko saling mendiamkan sejak pertengkaran itu keduanya tak saling bicara
''Dir apa kamu ada masalah dengan Miko, ibu lihat kalian saling diam dan kenapa kalian cepat sekali pulang kata nya ke Bali ingin liburan,'' tanya Bu asih penasaran,
''Tidak ada aku sama Miko baik baik saja,'' Dira tidak ingin bercerita sama ibu nya takut kalau ibunya bilang ini karma yang harus Dira tuai dari dosa nya pada yuna,
''Sekarang Miko kemana,'' tanya bu asih lagi,
''Miko bawa Rafael jalan sore,'' jawab Dira
''Apa kamu tidak bantu adik mu ke toko,'' tanya Bu asih lagi melihat Dira duduk diam di teras belakang rumah nya, Dira dan keluarga nya sudah pindah dari rumah lama ia membeli rumah sedikit lebih besar dari rumah lama nya,
''iya sebentar lagi aku akan ke toko,'' jawab Dira dengan wajah datar nya seperti enggan bicara, Bu asih menghela nafas nya pelan merasakan Dira dan suami nya tidak sedang baik baik saja,
Dira keluar dari rumah nya mengendarai mobil aila nya meski kecil dan murah Dira bersyukur sudah bisa memiliki mobil tidak lagi naik motor bersama adik nya, namun Dira berhenti menepikan mobil nya di gebang pintu masuk perumahan nya,
hampir satu jam Dira menunggu Miko tampak keluar mengendarai motornya Dira sengaja menunggu dan membuntuti motor sang suami,
''Mau kemana dia ini kan arah menuju Bandung,'' gumam Dira masih fokus sama kemudi mobil nya
Empat jam tanpa berhenti Miko mengendarai motor nya dengan Dira mengekor di belakang,
__ADS_1
''Pandai sekali dia menyembunyikan selingkuhan nya di sini,'' gumam Dira saat sudah memasuki kota bandung, Miko berhenti di sebuah restoran Dira pikir suami nya itu mau makan rupanya Dira salah Miko hanya menepikan motor nya sampai ada seorang perempuan keluar dari restoran itu dan menaiki motor Miko
''Apa itu Miranda apa dua kerja disini,'' Dira menatap rumah makan di mana istri mudanya Miko bekerja hingga Dira tidak sadar Miko sudah pergi meninggal kan restoran itu
''Kemana mereka ah..? sial aku bisa kehilangan jejak nya,'' dengan perasaan kesal Dira melajukan mobil nya mencari penginapan besok ia akan datang ke restoran itu,
sedang Miko dan Miranda sudah sampai di rumah mereka
''Ada apa tiba tiba datang tanpa mengabari,'' tanya Miranda heran melihat suami nya datang
''Dira sudah tau tentang kita,'' lirih Miko
''Kalian bertengkar,'' tebak Miranda Miko mengangguk pelan
''Cepat atau lambat hari ini pasti akan tiba, selanjutnya apa yang akan kalian lakukan apa mbak Dira meminta cerai,'' tanya Miranda dengan raut wajah tenang,
''Apa mbak Dira tidak bilang ingin bertemu dengan ku,'' tanya Miranda lagi
''Iya Dira memintaku untuk mempertemukan nya dengan mu aku menolak nya, dia tidak seperti mu emosinya mudah meledak Dira sangat keras kepala,'' lanjut Miko
''Kalau aku tidak bertemu dengan nya masalah tidak akan selesai, aku akan terap menemui mbak Dira dan bicara dengan nya,'' tutur Miranda
Miranda menghela nafas nya pelan ia akan menemui Dira jika Dira bersedia ikhlas berbagi suami Miranda tidak keberatan sama sekali, tapi jika dira tidak bersedia Miranda akan mundur, dan meminta cerai dari Miko, mengingat ada Rafael di antara Dira dan Miko, sedang Miranda memang sengaja menunda kehamilan nya tidak ingin ada korban lagi dalam pernikahan nya dengan Miko cukup hanya diri nya,
''Aku tidak setuju kamu menemui Dira, aku yang memaksa mu untuk menikah dengan ku biar aku saja yang menyelesaikan masalah ini, kamu tidak bersalah sayang maaf kan aku sungguh aku sangat mencintai mu,'' ucap Miko menolak istri mudanya itu akan menemui istri tua nya,
''Bagai mana perasaan mu dengan mbak Dira,'' tanya Miranda ingin tau sekali lagi Miranda ingin mendengar nya meski Miko pernah mengatakan nya
__ADS_1
''Kamu sudah tau perasaan ku terhadap Dira, hambar semua hanya karna Rafael tidak ada lagi kenyamanan saat aku bersama nya apa lagi saat Dira menyebut nama mantan suami nya, sebagai lelaki harga diri ku tergadai kan selama ini aku sudah berusaha menjadi suami yang baik untuk Dira sebelum aku bertemu kembali dengan mu,'' terang Miko
''Lalu apa rencana mu,'' tanya Miranda ingin tau
''Kalau di suruh memilih aku akan memilih diri mu, bersama Dira dia penghasilan nya lebih besar dari ku kadang Dira semena mena dengan ku Dira ingin aku seperti mantan suami nya, sedang aku ingin jadi diriku sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan ku,'' terang Miko mengutarakan apa yang ada di pikiran nya
''Aku hanya tidak ingin kamu salah memilih,'' lirih Miranda
''Aku tidak akan salah memilih jika itu kamu,'' jawab Miko,
''Mbak Dira tau kamu kesini,'' Miko menggeleng pelan
''Hubungi mbak Dira sekarang biar dia tidak cemas memikir kan mu,'' titah Miranda
''Dira tidak akan perduli aku kemana yang di perduli kan Dira hanya toko dan usaha nya bagai mana cara Dira menjadi pengusaha yang sukses, bahkan saat Rafael menangis pun Dira tak menghiraukan nya, aku terkadang kasian sama ibu mertuaku, harus mengurus Rafael siang dan malam,'' terang Miko
''Cobalah bicara berdua dengan mbak Dira, jika kamu terus memendam nya mbak Dira tidak akan pernah tau kesalahan nya, yang ada kamu semakin menumpuk kesalahan mbak Dira itu tidak akan baik untuk pernikahan mu,'' tutur Miranda sedikit memberi nasehat Miko suami nya
''Aku tidak tau harus bicara apa sama Dira aku hanya malah berdebat lebih baik diam,'' terang Miko
''Apa kamu tidak cemburu sedang waktuku juga banyak ku habis kan dengan Dira,'' lirih Miko yang kini merebahkan kepalanya di pangkuan istri mudanya
''Dari awal kamu mengajak ku menikah aku sudah sadar aku hanya selingkuhan mu, aku sudah menguatkan hati ku untuk tidak cemburu aku juga sudah menyiap kan hati ku untuk hari ini,'' tutur Miranda pelan sedari tadi nada bicara nya sangat tenang membuat Miko semakin nyaman berada di samping istri muda nya,
''Maaf kan aku aku selalu menyakiti perasaan mu, aku janji akan segera membereskan masalah ini dengan Dira,'' ucap Miko
''Bicaralah baik baik jangan dengan emosi semoga kita dapat jalan keluar masalah ini tanpa menyakiti siapa pun,''
__ADS_1
Miranda sudah menyiap kan hati nya akan menerima apapun takdir pernikahan nya ia sangat sadar pernikahan nya dengan Miko adalah salah meski saling mencintai tetap saja Miranda hanya selingkuhan hanya istri kedua