Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
penjelasan ibu


__ADS_3

Sebenar nya ini part 31


Dan dan yang berjudul menemani part 32


Terlanjur kepencet jari jari author


Btw selamat membaca


''


''


Dira menatap nanar ponsel nya untuk kesekian kali nya Adam tidak bisa di hubungi sudah sepuluh hari ini Adam menghilang tanpa kabar. Bu ani wanita setengah baya yang di tugaskan Adam untuk menjaga Dira itu sebenar nya tidak tega ingin sekali memberikan ponsel nya pada Dira Bu ani tau Adam sudah memblokir no wasup Dira. Namun Adam setiap hari menghubungi Bu ani menanyakan keadaan Dira melalui nya.


''Neng Dira makan dulu ya bu ina sudah masak kesukaan neng Dira.'' bujuk bu ani melihat Dira tidak mau makan hanya berdiam diri di kamar nya.


''Kenapa rasa nya sakit seperti ini ya mbak. Dira tau Dira salah sudah menjadi orang ke tiga dalam rumah tangga Adam dan istri nya. Paling tidak sedikit saja Adam memperhatikan Dira. Karna Dira sedang hamil


Dira juga butuh perhatian nya bu.'' lirih dira takut jika Adam sudah lupa pada nya. terakhir Adam kirim pesan untuk tidak menghubungi nya.


''Mungkin pak Adam masih sibuk banyak pekerjaan.'' tutur bu ani


''tidak seperti biasa nya mbak. Meski tidak kesini Adam masih memberi kabar menanyakan keadaan ku. Paling tidak masuk kuatir.'' jelas Dira.


''Ya sudah nanti Bu ani coba cari pak Adam saja di restoran nya.'' Bu ani wanita paruh baya itu mencoba menenangkan Dira untuk tidak berfikir macam macam terakhir kondisi kandungan Dira cukup lemah.


Beberapa hari tinggal bersama Dira Bu Ani mengerti apa yang terjadi namun wanita paruh baya itu tidak begitu memperdulikan dan tidak mau tau baginya sudah dapat pekerjaan itu yang terpenting sedang Dira dengan adanya Bu Ani yang Adam utus untuk menjaga dan menemani nya sangat membantu diri nya. Dapat dengan leluasa mencurah kan isi hati nya dan juga bisa sebagai teman saat Dira kesepian. ibu asih dan reta sesekali mengunjungi Dira di rumah nya karna mereka juga punya kesibukan masing masing.


''Pak Adam bisakah datang kesini mengunjungi neng Dira sebentar saja. Dari kemarin neng dira tidak mau makan. Saya takut ada apa apa dengan kandungan nya.''


Ucap Bu Ani dalam sambungan setelah panggilan nya di jawab oleh Adam.


''Ya Bu nanti saya akan usahakan mampir.'' jawab Adam singkat lalu memutus sambungan nya melihat Yuna sedang berjalan ke arah nya.


''Neng Dira cepat di habis kan makanan nya Bu Ani pastikan nanti pak Adam anak kesini.'' terang Bu Ani.


''Sungguh Bu ani tidak bohong kan. Kenapa Bu Ani cepat sekali menghubungi Adam.'' tanya Dira penasaran.

__ADS_1


''Bu Ani menghubungi keponakan Bu Ani yang bekerja di restoran nya pak Adam.'' bohong Bu Ani Dira tampak senang wajah nya berubah berseri ibu hamil itu tampak dengan semangat memakan makanan nya.


Bu Ani tampak kasihan namun juga heran mengapa wanita jaman sekarang suka sekali menjadi simpanan. Dira tidak lah begitu cantik kenapa Adam mau menduakan istri sah nya yang menurut Bu Ani lebih cantik dari Dira. Bu Ani pernah sempat bekerja di restoran Adam sebagai tukang sapu kebun dan halaman restoran Adam. Karna itu Bu Ani tau tentang istri sah Adam beberapa kali meski tidak pernah bicara pada Yuna.


'''''''''''''''''''''''


Sedang di restoran. Yuna bicara dengan Adam seperlunya dan itu juga tentang pekerjaan dengan nada datar nya. Tidak ada lagi senyum yang selalu menghiasi wajah cantik nya senyum tulus yang selalu Yuna berikan pada Adam.


Hari ini sangat sibuk perekrutan tenaga kerja baru untuk restoran nya yang akan di buka Minggu depan.


''Bu Yuna makanan yang ibu pesan tadi sudah saya masuk kan kedalam mobil ibu. Seratus Bungkus sesuai yang ibu pesan tadi.'' tutur salah satu pegawai Yuna.


''Iya terimakasih saya akan pulang sekarang.'' ucap Yuna tersenyum ramah.


Hari ini hari Jum'at rutinitas Yuna membagi makanan untuk orang orang yang mengais rezeki di jalanan. Hal itu sudah Yuna lakukan sejak Yuna masih memiliki satu restoran. Membagikan makanan nya pada siapa saja yang di temui nya di jalan dengan di bantu dua pegawai nya Yuna menyusuri jalanan kota siang itu.


''bu Yuna tunggu saja di mobil. Di luar sangat panas.'' ucap sinta melihat Yuna juga turun tangan


''Tidak apa apa sin biar cepat selesai.''


''Terimakasih. Boleh saya minta satu lagi untuk istri saya di rumah.'' ucap pak tua itu


''Tentu saja boleh pak. Silahkan.'' Yuna menyerah kan dua kotak lagi.


''Alhamdulilah ya Allah.'' ucap sukur bapak itu melihat tiga kotak makanan di tangan nya


''Sudah dua hari saya dan istri saya belum makan neng. Kerjaan lagi sepi.'' terang nya lagi.


''Ini untuk bapak Rizki dari Allah yang di titip kan pada saya.'' Yuna memberi beberapa lembar uang pada bapak tua itu yang di sambut haru dan terimakasih yang tak henti henti nya bapak itu ucap kan pada Yuna.


''Semoga kebahagiaan selalu menyertai mu. Di mudah kan segala urusan mu. Di lancarkan Rizki mu. Hanya Allah yang bisa membalas nya.'' tutur bapak itu


''Terima kasih atas doa nya pak doa bapak adalah balasan yang luar biasa.'' ucap Yuna kembali ke mobil dengan perasaan senang dan bahagia semua makanan sudah habis di bagikan tak bersisa.


''Kalian tidak apa apa kan kembali ke restoran naik taksi.'' ucap Yuna pada dua pegawai nya.


''Tidak apa apa Bu. Kami naik taksi saja.'' tidak lupa Yuna memberikan beberapa lembar untuk ongkos dua pegawai nya naik taksi.

__ADS_1


Setelah itu Yuna melajukan mobil nya kembali ke rumah. Untuk istirahat dengan nyaman sebelum menyibuk kan diri kembali saat Adam berada di rumah tepat nya menghindar.


''Mimi.'' teriak raya kala melihat miminya sudah pulang.


''Raya sudah tidur siang. Tanya Yuna pada putri nya.


''Belum.'' jawab gadis kecil itu.


''Bobok siang dulu ya. Main nya nanti lagi.'' gadis kecil itu mengangguk dan nurut.


''Kamu sudah pulang Yun.'' tanya Bu Diah seraya membantu menantu nya membereskan mainan cucu nya.


''Sudah Bu. hari ini restoran cukup ramai saat makan siang. tadi Yuna dan mas Adam juga merekrut pegawai baru untuk restoran yang baru.'' terang Yuna


''Yun apa kamu tidak ingin mendengar penjelasan Adam apa alasan nya menikah lagi.'' tutur Bu Diah pelan menyusun kata kata nya.


''Yuna tidak tau Bu. Melihat wajah mas Adam saja sudah mengingatkan Yuna tentang penghianatan nya apa lagi mendengar penjelasan nya.'' jawab Yuna.


''bukan nya ibu membela dan membenar kan Adam Yun. Alangkah baik nya jika kamu duduk berdua dengan Adam dan mendengarkan dulu penjelasan nya. Ibu yakin Adam melakukan nya karna sangat terpaksa.'' terang Bu Diah mencoba memberi pengertian pada menantu nya


''yuna juga berfikir seperti itu Bu. Jika ibu tau kenapa tidak ibu saja yang menjelaskan pada Yuna. dengan begitu Yuna tidak mengingat penghianatan mas Adam. mas Adam pasti sudah menjelaskan pada ibu apa dan kenapa alasan mas Adam menikah lagi.'' jelas Yuna lagi.


''Ya Adam memang sudah menjelaskan pada ibu. gadis itu mantan kekasih Adam dulu. Kamu tau Yun kenapa ibu tidak merestui mereka. Karna gadis itu putri dari perempuan yang merusak rumah tangga ibu.'' terang Bu Diah. Yuna tampak kaget mendengar penjelasan ini mertuanya.


''Apa mas Adam tau akan hal itu Bu.'' tanya Yuna penasaran


''Tidak.'' Bu Diah menggelengkan kepalanya


''Meski begitu ibu masih menjaga perasaan Adam dan gadis itu dengan tidak mengatakan alasan ibu tidak memberi restu. Asal keduanya berpisah dan tidak menjalin hubungan. Akan tetapi hubungan Adam dan gadis itu sudah sangat jauh.'' ucap Bu Diah menjeda ucapan nya mengambil nafas dalam dalam


''Sejauh apa hubungan mereka Bu.'' tanya Yuna penasaran.


''acara reuni beberapa bulan lalu Adam bertemu kembali dengan gadis itu. gadis itu meminta pertanggungjawaban Adam untuk menikahinya. Adam sudah menolak dan memberitahu nya sudah punya keluarga. gadis itu mengancam untuk bunuh diri. Dan mengatakan Tidak ada pria yang mau menikahinya karna dia sudah tidak suci lagi.'' jelas bu Diah


Yuna tampak diam hatinya berkecamuk kenapa Adam memutuskan seorang diri tidak memberitahu Yuna masalah nya mungkin Yuna bisa memberikan solusi tanpa harus menikahi gadis itu lain lagi ceritanya jika Adam masih mencintai gadis itu


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2