Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
merasa bersalah


__ADS_3

''


''


Dira menangis tersedu di dalam kamar nya rumah yang Adam belikan untuk nya sebagai hadiah pernikahan. Tangis nya semakin pilu ketika Dira mendapat penolakan sang adik atas pernikahan nya dengan Adam pria beristri. Reta sang adik adalah satu satu nya orang untuk Dira berkeluh kesah curhat tentang setiap masalah selain sang ibu.


''Reta maaf kan mbak mu ini. Mbak memang egois salah kah mbak mu ini merasakan secuil kebahagiaan bersama orang yang ku cintai.'' gumam dira di sela Isak tangis nya.


''Maaf kan aku juga ibu. Karna tidak mendengarkan nasehat mu. Dira terlalu mencintai Adam.'' lanjut Dira bergumam badan nya terus bergetar mengeluarkan tangis nya.


''orang yang paling tersakiti adalah kamu wahai wanita istri sah Adam aku sangat minta maaf. Maaf kan aku.'' Dira terus merancang dalam tangis nya


Dira merasa menikah dengan Adam sama saja diri nya tidak bahagia apa yang harus Dira lakukan apa minta cerai saja sebelum semua terlambat dan istri Adam menyadari nya.


Sedang Bu asih merutuki nasib putri sulung nya sedari awal pernikahan Dira Bu asih menyalah kan diri nya sendiri kenapa kisah nya dulu terulang pada Dira sama sama mencintai suami orang. Rela menjadi istri simpanan demi bisa menikah dengan pria yang di cintai nya. Hingga Ahir nya Bu asih sadar bercerai dari suami siri nya kemudian membuka hati untuk pria lain lalu menikah pernikahan Bu asih di karuniai tiga orang anak.


''Kenapa dosa ibu datang pada mu Dir. Ibu minta maaf yang tidak bisa menahan diri dulu. Hingga karma itu datang pada mu.'' Bu asih tergugu di dalam kamar nya.


Aldi sang putra bungsu hampir sering melihat pemandangan ibu nya menangis sendiri di dalam kamar nya sama hal nya seperti reta Aldi juga tidak setuju dengan pernikahan kakak sulung nya. Remaja yang masih duduk di bangku kelas tiga SMA itu mengepal kan tangan nya. Rasa marah benci dan kecewa Aldi rasakan pada sang kakak sulung yaitu Dira. Sudah membuat ibu nya bersedih.''


''Ibu kenapa lagi.'' panggil Aldi lembut bu asih buru buru mengusap wajah nya


''Ibu tidak apa apa Di. Ibu hanya.''


''Hanya menangis. Aldi tau ibu sedang menangis Aldi sudah sering melihat nya. Jika satu anak ini tidak mau mendengar kan nasehat ibu jangan takut Bu dua anak ibu yang lain masih ingin mendengarkan nasehat.'' tutur Aldi lembut.


'' sudah Aldi berharap ini kali terakhir Aldi melihat ibu menangis. Jangan pernah menangis lagi besok, biarkan mbak Dira bahagia dengan keputusan nya jangan di tangisi lagi doa kan saja semoga mbak Dira cepat sadar.'' lanjut aldi menenangkan sang ibu.

__ADS_1


''Terima kasih nak kamu mau mengerti ke adaan kita.'' lirih Bu asih.


''Aku sudah lapar Bu. Ibu masak apa.'' tanya Aldi mengalih kan pembicaraan supaya ibu nya tidak sedih lagi.


''Ibu masak ke sukaan mu. Ayok ibu siap kan.'' Bu asih ke luar dari kamar nya di ikuti Aldi di belakang nya.


dengan telaten Bu asih menyiap kan makan malam untuk putra bungsu nya. Sedang reta tidak ke luar lagi dari kamar nya setelah bersitegang dengan sang kakak tadi.


''''''''''''''


Keesokan hari nya. seperti biasa Yuna bangun lebih awal menyiap kan semua keperluan keluarga nya meski di rumah sudah ada dua pembantu namun Yuna masih menyiap kan sendiri sarapan keluarganya. semua sudah tersaji di atas meja. Susu untuk anak anak teh hijau untuk ibu kopi untuk Adam. Menu sarapan kali ini Yuna membuat roti sandwich dengan omlet


''Sudah selesai.'' gumam Yuna tersenyum senang. kemudian nak kembali ke kamar nya untuk melihat sang suami apa sudah selesai.


''Mas Adam sudah selesai.'' tanya Yuna seraya memunguti handuk basah dan juga piyama Adam yang berceceran.


''tidak apa apa nanti biar aku saja yang ke restoran mumpung hari Minggu anak anak tidak sekolah.'' ucap Yuna lembut.


''Sudah selesai mas kita turun sekarang anak anak dan ibu pasti sudah menunggu.'' mendengar ucapan sang istri Adam semakin merasa bersalah. Apa lagi membaca beberapa komen dari status di wasup nya yang Yuna unggah kemarin sore. Definisi keluarga yang sangat bahagia


Setelah selesai sarapan. Adam bergegas meninggal kan rumah menuju restoran yang baru di bangun nya. Dalam perjalanan Dira mengirim pesan


''Apa aku ke rumah Dira saja ya. Agak siang baru aku akan melihat pembangunan restoran itu.'' gumam Adam sedikit merasa kasian dengan Dira yang ia tinggal kan kemarin.


Adam tidak jadi datang ke lokasi pembangunan cabang restoran nya yang baru melainkan menuju rumah istri sirinya ya itu Dira. Tiga puluh menit kemudian Adam sudah sampai di depan rumah istri muda nya itu.


''Dam kamu sudah sampai.'' seru Dira senang melihat suami nya datang ke rumah nya.

__ADS_1


''ini hari Minggu kamu tidak menghabiskan waktu dengan anak anak mu.'' tanya Dira penuh selidik.


''Sudah kemarin aku menemani anak anak bermain.'' jawab Adam


''Aku pikir Minggu depan kamu baru kesini lagi kenapa gak kasi kabar untung saja aku kerja sip sore hari ini.'' tutur Dira


''Kamu butuh uang untuk apa Dir. Tadi aku baca pesan mu.'' tanya Adam penasaran.


''Sebenarnya aku tidak enak Mau ngomong nya. Aku ingin beli motor untuk ku pergi dan pulang kerja. Kalau numpang sama reta kan aku jam kerja nya tidak tentu.'' tutur Dira pelan pelan takut jika Adam marah.


''Apa benar kamu masih mau bekerja seandai nya kamu tidak bekerja juga tidak apa apa aku masih sanggup menghidupi mu.'' lanjut Adam.


'' Tidak apa apa Dam aku akan terus bekerja untuk menghilangkan rasa bosan jika sendiri di rumah.'' tolak Dira.


''Iya terserah kamu. Uang untuk beli motor nanti aku transfer.'' mendengar ucapan sang suami Dira tersenyum senang jika Dira punya motor sendiri Dira tidak perlu lagi numpang sama reta.


''Kamu masak apa Dir.'' tanya Adam melihat sayuran belum di masak di atas meja.''


''Aku masak sendiri aku makan sendiri jadi ya semauku mau masak apa. Ini aku baru saja belanja di tukang sayur yang lewat tadi.'' jawab Dira


''Ya sudah masak dulu sana aku juga lapar.'' tutur Adam seraya mengusap perut nya.


''memang nya istrimu tadi tidak menyiap kan sarapan. Jam segini sudah lapar.'' tanya Dira ingin tau


''Aku hanya sarapan roti.'' jawab Adam jujur.


Dira segera memasak bahan masakan yang di beli nya tadi. entah lah masakan Dira cocok tidak di lidah Adam. Sebagai seorang istri ini kali pertama Dira masak untuk suami nya.

__ADS_1


''Bersambung


__ADS_2