
''
''
Kehamilan Yuna susah menginjak bulan ke lima. Hari hari Yuna masih sama di sibuk kan di restoran nya yang semakin hari semakin berkembang dan ramai. Meski tidak pernah menerima pesanan catering untuk suatu acara Yuna sangat bersyukur usaha nya sangat bisa dan membantu menopang kehidupan yuna dan juga kedua buah hati nya. di malam hari Yuna teringat akan sang suami apakah suami nya itu sudah menandatangani surat cerai yang Yuna tinggal kan dan menikah secara sah dengan Dira. Mungkin Dira juga sudah hampir melahirkan.
''Neng Yuna kenapa belum tidur.''
Tanya bik Jumi melihat Yuna masih betah di ruang tamu dengan tv yang masih menyala.
''Yuna belum bisa tidur bik.'' jawab Yuna pelan.
''Lagi mikirin apa sih.'' bik Jumi ikut duduk di samping Yuna. ''tidak usah di pikir kan neng sekarang pikir kan yang di sini anak anak dan ini.'' bik Jumi mengusap lembut perut Yuna yang mulai membuncit.
''Mungkin Dira sudah hampir melahir kan bik. Dan mereka juga sudah menikah secara sah itu artinya mas Adam sudah mencerai kan ku.'' lirih Yuna
''Kalau pak Adam masih sayang dan mencintai neng Yuna dan juga anak anak pak Adam tidak akan melakukan hal itu. Mungkin sekarang pak Adam sedang berusaha mencari keberadaan neng Yuna tapi belum ketemu.'' ucap bik Jumi
''Yuna tidak tau bik.'' lirih Yuna lagi
''Kenapa tidak menghubungi neng sea saja dan bertanya pada nya mungkin neng sea tau.'' Yuna teringat belum memberitahu alamat nya pada sang sahabat dan juga belum menghubungi nya kembali
''Iya bik nanti Yuna coba hubungi sea.'' ucap Yuna
''Ya sudah neng Yuna cepat masuk dan tidur bergadang tidak baik untuk kesehatan.'' ucap bik Jumi kemudian bik Jumi masuk ke kamar dan tidur
Sedang Yuna perlahan bangun dari duduk nya dan masuk ke kamar Yuna membuka laci meja nakas nya dan mengambil ponsel lama nya. lima menit berlalu Yuna masih memandangi layar ponsel nya wallpaper potret keluarga Yuna yang tampak bahagia Adam tersenyum lebar memangku putri kecil nya dengan Yuna dan Reyan berdiri di samping kiri dan kanan nya
''Mas Adam.'' Yuna kaget ponsel nya berbunyi tampak nama Adam di layar benda pipih itu. Yuna hanya memandangi tanpa mau mengangkat panggilan Adam yang meraung Raung di layar ponsel nya.
Sedang di lain tempat Adam yang selalu melihat no wasup Yuna melihat nya kembali online dengan cepat Adam menghubungi Yuna namun sang istri tak kunjung mengangkat panggilan nya dengan tidak sabar mondar mandir di dalam kamar nya.
''Angkat cepat lah. Angkat sayang kita harus bicara. Kamu di mana biar aku jemput sekarang juga.'' Adam bicara sendiri sambil mendengarkan nada dering di telinga nya beberapa kali Adam menghubungi Yuna namun Yuna masih sama tidak mengangkat panggilan suami nya itu.
__ADS_1
''kamu di mana. Aku jemput sekarang juga ya. Kita harus bicara.''
Adam mengirim pesan wasup ke ponsel sang istri tampak pesan Adam sudah centang biru itu artinya yuna sudah membacanya Adam kembali menghubungi namun masih sama Yuna tidak mau mengangkat panggilan nya
''Pesan suara.'' gumam Adam seakan punya ide brilian
''Sayang kamu di mana aku jemput sekarang ya, kita perlu bicara. Pulanglah.'' ucap Adam dalam pesan suara nya
Yuna menghela nafas nya berat setelah membaca dan mendengarkan suara yang sangat di rindukan nya.
''Berusahalah mas buktikan kamu masih meng ingin kan ku aku ingin melihat kesungguhan mu.'' setelah berkata Yuna kembali menonaktif kan ponsel nya yang membuat Adam frustasi dan membuang ponsel nya begitu saja.
''Rasa nya aku sudah tidak sanggup.'' gumam Adam seraya memejamkan matanya
''maaf aku yang telah banyak melalui hati mu. Maaf aku yang tidak pernah menyatakan perasaan ku. Maaf kan pria bodoh ini.'' Adam meneteskan Air mata nya duduk di sofa dalam gelap di kamar nya
malam malam Adam ia habis kan di dalam kamar nya yang gelap merenungi kesalahan yang berujung Adam membayar nya dengan sangat mahal kepergian anak dan istri nya.
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Pagi ini Adam terburu buru untuk ke restoran nya setengah jam lagi ada pertemuan penting dengan seseorang yang akan melakukan reservasi di restoran nya.
''Kamu kenapa selalu buru buru sih dam.'' kesal Bu Diah melihat putra nya itu selalu melewat kan sarapan nya
''Adam kesiangan Bu.'' jawab Adam dengan cepat menyesap kopi nya
''Lain kali jangan bergadang tidur lah cepat biar bias bangun pagi. Kalau seperti ini kamu juga yang repot.'' ucap Bu Diah menasehati putra nya
''Iya.'
iya jawab Adam sekilas semenjak tidak ada sang istri kehidupan Adam sedikit berantakan tidak ada yang mengurus nya saat di rumah tiada lagi yang menyiap kan semua keperluan nya rambut Adam juga sudah mulai panjang tidak terawat bulu bulu halus memenuhi rahang nya yang tegas Adam biarkan tumbuh bebas tanpa mau mencukur nya tubuh nya sedikit kurus semua akibat hidup nya yang sudah tidak teratur lagi.
''Semoga pak Adam segera menemukan Bu Yuna dan cepat kembali pulang seperti sedia kala.'' lirih bik Sri seraya membereskan meja makan
__ADS_1
''Aku juga berharap seperti itu bik. semoga Adam cepat menemukan istri nya.'' sambung Bu Diah matanya menatap kosong meja yang sudah di bersih kan bik sri
''Aku yakin Yuna menyembunyikan sesuatu dari ku dan juga Adam tidak mungkin Yuna begitu saja meminta cerai dan pergi meninggal kan Adam. Aku tau siapa Yuna.'' lirih Bu Diah mencoba mencari jawaban alasan Yuna pergi dari rumah bahkan saat Adam belum sadar dari koma nya
''Mungkin karna kehamilan wanita itu Bu.'' ucap bik Sri mencoba menebak
''Tidak bik jauh sebelum aku tau Yuna sudah lebih dulu tau wanita itu sedang hamil. bahkan Yuna masih bertahan tidak ingin wanita itu menang merebut Adam.'' jelas Bu Diah.
''itu artinya ada lasan lain yang membuat Bu Yuna pergi.'' ucap nik sri
''iya bibik benar tapi apa alasan Yuna apa karna kecelakaan itu rasanya tidak mungkin Adam juga terluka parah dan tidak mungkin Adam mencelakai putrinya sendiri.
''Maaf Bu kenapa pak Adam tidak melacak plat nomor kendaraan Bu Yuna.'' ucap bik bik Sri mencoba memberi saran
''Maksud bibik.''
''Begini anak saya bekerja di salah satu bank sebagai debkolektor jasa penagihan kredit kendaraan yang macet mereka juga bekerja sama dengan kepolisian.''
''Tapi mobil Yuna kan tidak kredit bik.'' ucapan bik Sri terpotong dengan Bu Diah yang tiba tiba menyela
''Maksud nya saya bisa meminta bantuan pada anak saya hanya untuk mendeteksi keberadaan mobil Bu Yuna dengan plat nomor kendaraan nya. Dengan begitu kita bisa tau Bu Yuna di kota mana.'' terang bik Sri menjelaskan
'' memang nya anak bibik loncat sana loncat sini dari kota ini ke kota sana.'' ucap Bu Diah
''Kan anak saya mempunyai jaringan di setiap kota Bu. Bisa kan meminta tolong dengan rekan nya yang lain. contoh nih.! Ada mobil di kredit dari kota Jakarta terus macet gak bayar tapi mobil nya bisa ketemu di luar kota Jakarta dan hampir ke pulau Jawa ketemu tuh.'' bik Jumi mencoba menjelaskan maksud nya
''Coba nanti aku bicara sama Adam ya bik aku kurang faham.''
''percuma menjelaskan panjang lebar kalau gak faham sih. Sebenar nya dengan begitu bibik takut Bu Yuna pasti akan segera di temukan keberadaan nya.'' gumam bik Sri salah hati
sedang Bu Diah masih mencoba mencerna ucapan bik Sri nanti Bu Diah akan mencoba membicarakan nya dengan Adam.
Bersambung
__ADS_1