Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
Kedatangan sea


__ADS_3

''


''


Sea mengemudikan mobil nya menuju kota Bandung pagi ini Yuna menghubungi nya kembali setelah hari itu. Tanpa pikir panjang sea langsung menuju kota Bandung untuk menemui sahabat nya itu. Setelah hampir empat jam sea mengemudi kan mobil nya tanpa henti Ahir nya sea sampai juga di sebut restoran yang tidak begitu besar namun tempat nya sangat nyaman. Tepat jam sepuluh sea melangkah kan kaki nya memasuki area restoran


''Selamat datang di restoran kita.'' ucap pelayan menyambut kedatangan sea dengan ramah.


''Mbak boleh saya bertemu dengan pemilik restoran ini.'' ucap sea tanpa basa basi


''Bu Yuna masih ada di rumah nya.''


''Jam berapa Yuna datang kesini mbak.'' tanya sea sudah tidak sabar.


''ibu bisa datang ke rumah nya langsung rumah bu yuna ada di sebelah restoran ini.'' ucap pelayan itu lagi


''Di mana.'' tanya sea


''Sebelah sini bu mari saya antar.'' sea berjalan mengikuti pegawai restoran menunjuk kan arah ke rumah Yuna


''Ini rumah nya mbak.'' tampak rumah kecil dengan pintu terbuka


''Mbak biar aku saja yang panggil mbak nya kembali saja bekerja terimakasih ya mbak.'' setelah mengucap kan terimakasih sea berjalan mendekat ke arah pintu yang terbuka itu. Tampak sepi


''Permisi Yun.'' panggil sea namun tidak ada jawaban


''Yun.'' panggil sea lagi


Bik Jumi dari arah dapur berjalan dengan cepat menuju pintu depan melihat siapa yang datang


''Neng sea.'' seru bik Jumi kaget dengan kehadiran sea di rumah itu


''Bik Jumi.'' seru sea senang dengan senyum mengembang di bibir nya


''Yuna mana bik.'' tanya sea tidak sabar

__ADS_1


''Neng sea masuk dulu biar bibik panggil kan neng Yuna.'' alih alih duduk sea mengikuti langkah bik Jumi menuju kamar Yuna rupanya Yuna sedang membaca buku tentang kehamilan dan mengenakan handset di telinga nya


''Yun.'' sea duduk di pinggir ranjan seraya melepas handset di telinga Yuna


''Sea.'' seru Yuna kaget sekaligus senang dengan cepat memeluk sahabat nya itu


''Aku kangen tau.'' ucap Yuna dan sea bersamaan.


''lihat lah perut mu sudah besar.'' sea mengusap lembut perut sahabat nya


''kamu sama siapa se.'' tanya Yuna penasaran sekaligus kuatir takut sahabat nya itu datang dengan Adam.


''Aku sendiri begitu kamu menghubungi ku pagi tadi aku langsung datang kemari.'' terang sea


''Kamu tidak memberitahu nya kan.'' tanya Yuna lagi


''Apa kamu tidak percaya pada ku Yun.'' sea berkata seraya memicing kan sebelah matanya.


''Aku percaya sama kamu mana tau ada yang mengikuti mu kemari.'' ucap Yuna lagi


''Bagus lah kamu tau se kehidupan ku disini sudah lumayan tenang.'' ucap Yuna


''Aku tau dan aku tidak akan menghancur kan ketenangan mu.'' tangan sea kembali terulur mengusap lembut perut Yuna yang mulai membuncit.


''Kamu yakin tidak ingin tau kabar nya Yun.'' tanya sea ingin tau


''Aku selalu mendoakan kebahagian nya se.! Dia sudah bahagia dengan cinta pertamanya sekarang. mungkin anak mereka juga sebentar lagi akan lahir bertambah lagi kan kebahagiaan mereka." lirih Yuna


"Kamu salah Yun." sea menggelengkan kepala nya perlahan


"Adam dan Dira sudah bercerai beberapa bulan lalu dan bayi Dira seperti nya keguguran." ucap sea


Yuna menghela nafas nya pelan tidak di pungkiri hatinya merasa senang mendengar kabar itu tapi Yuna juga tidak mau kembali pada Adam sekarang biar kan Adam sendiri yang menemukan nya yakin jika masih ada jodoh pasti suatu saat bertemu kembali.


"Aku tidak peduli. Aku tidak mau merendah kan diri ku lagi pada mas Adam. Biarkan mas Adam berusaha mencari keberadaan ku dan anak anak jika takdir kita masih bersama Allah akan mempertemukan kami kembali.'' lirih Yuna

__ADS_1


tidak ingin dan tidak berniat untuk menghubungi Adam meski fakta nya tau Adam dan Dira sudah bercerai rasa sakit karna perselingkuhan Adam dan fakta Dira yang mendonorkan darah nya untuk raya masih melekat dalam hati dan ingatan nya


''Aku mengerti Yun apa yang kamu rasakan sekarang mungkin aku akan melakukan hal yang sama dengan mu jika aku jadi kamu. Posisi kita hampir sama di selingkuhi suami. Aku bertahan karena suami ku menikah siri karna jebakan wanita itu. Dalam hati kecil suami ku sama sekali tidak berniat menikahi wanita itu.'' terang sea


''Hah..! Sudah lah se tidak ada habis nya bila menceritakan kisah itu. biarkan sekarang mengalir seperti ini aku juga sudah mulai terbiasa hidup tanpa suami ku.'' ucap Yuna


''Meski hati kecil ini masih sangat mencintai nya. Perjuangan hingga ke titik ini sangat berat.'' lanjut Yuna


''Kita sama sama berjuang dari nol Yun, aku dan kamu.'' ucap sea


''Aku saja yang berjuang bukan kamu bukan nya Nathan sudah kaya saat menikahi mu.'' ucap Yuna mengingat kan.


''itu lah perjuangan ku mendapat kan pria kaya seperti Nathan.'' ucap sea tidak terima di bilang tidak berjuang.


''Dasar.''


Dua sahabat itu tertawa bersamaan. Bik Jumi datang membawa minuman dingin dan makanan ringan.yang baru saja di buat nya


"Neng sea silahkan di minum.'' bik Jumi menyodorkan segelas minuman dingin ke arah sea


''Terima kasih ya bik. ngomong-ngomong bagai mana ceritanya bibik bisa ikut Yuna kesini.'' tanya sea penasaran.


''Waktu itu bibik melihat malam malam neng Yuna memasuk kan koper besar besar kedalam mobil memang seperti ingin minggat. Terus pas pagi pagi saat akan mengantar Reyan ke sekolah dan membawa raya terapi ke dokter neng Yuna berpamitan pada bibik ibu dan yang lain. Berpamitan tidak seperti biasa nya, di situlah bibik curiga. Lalu di siang hari bibik nekat menunggu di sekolah Reyan ternyata benar neng Yuna memang akan pergi.'' terang bik Jumi


''Sukur lah bibik peka dengan kepergian Yuna saat itu sekarang ada yang menemani Yuna dan anak anak. Kalau tidak entah lah bagai mana jadi nya.'' ucap sea


''Neng sea sering bertemu dengan Bu Diah bagai mana dengan kabar ini sekarang.'' tanya bik Jumi penasaran


''Bu diah baik baik saja bik. hanya saja saat Yuna baru baru pergi itu Bu Diah sering sakit mungkin shock tapi sekarang tidak.'' terang sea


''Sukur lah neng bibik sangat menguatir kan keadaan Bu Diah.''


sebenar nya bik Jumi juga ingin menanyakan prihal keadaan dan kabar Adam sekarang walau bagai mana pun bik Jumi menyayangi majikan nya itu tapi bik Jumi urung kan niat nya takut menyinggung perasaan Yuna


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2