
''
''
''
Manusia tempat nya dosa, manusia tempat nya salah, manusia tempat nya hilaf, tiada manusia sempurna di dunia ini, manusia hanya bisa berencana, balik lagi tuhan yang menentukan, karna kita hanya manusia biasa tampak iri dengki, sudah menjadi hal lumrah yang melekat pada diri manusia,
''Ini beneran untuk reyan Pi,'' mata reyan berbinar kala mendapati sarana olah raga di samping rumah nya
''Iya kamu bisa latihan di sini, tidak perlu kemana mana atau menggunakan fasilitas sekolah, jadi waktu mu di rumah lebih banyak,'' tutur Adam,
''Yuna juga tampak senang dengan apa yang suami nya bangun untuk putra sulung nya,
''Raya bisa melukis di sebelah sana lihat lah pipi sudah menyediakan segala keperluan mu,'' tanpa menunggu lama raya sudah berlari menuju tempat yang di khusus kan untuk memenuhi hobi nya
__ADS_1
Wah ini keren Pi raya sangat suka,'' seru raya melihat cat dan kanvas dan keperluan melukis lain nya,''
Dari kejauhan Yuna tersenyum melihat putra dan putri nya bisa tersenyum bahagia senyum yang sudah lama Yuna tidak pernah lihat dari bibir kedua nya apa lagi raya,
''Adam sudah lama membangun itu, setelah setelah kejadian raya dan reyan tidak jadi datang dan menginap,'' tutur Bu Diah menceritakan kisah lalu,
''Kanapa mas Adam tiba tiba membangun tempat ini Bu,'' tanya Yuna ingin tau,
''adam banyak sekali mendengar kisah anak anak dari sea, reyan yang suka olah raga, raya yang hobi melukis dan juga berkeinginan membuka cafe ice cream Adam juga sudah membuat nya,'' Tarang Bu Diah
''Tujuan Adam sekarang hanya kamu dan anak anak, supaya mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih baik di masa mendatang, cita cita dan hobi mereka bisa tercapai,'' lanjut Bu Diah,
Yuna diam mengingat masa masa sulit dulu, dalam keadaan hamil besar yuna masih giat memasak di warung kecil nya, Adam yang cekatan melayani pelanggan dan membereskan piring kotor dan mencuci nya, semua masih membekas dalam ingatan,
''Setiap pasangan suami istri pasti membawa Rizki masing masing ya Bu,'' Yuna pikir ingin mengakhiri rumah tangga Yuna dan mas Adam tapi semesta berkehendak lain melihat kebahagiaan anak anak seperti ada yang kurang saat tidak bersama ayah mereka, sangat egois Yuna jika terus mengabaikan hal itu,'' lirih Yuna
__ADS_1
''Terimakasih Yuna kamu sudah menerima dan memaafkan putra ibu yang bodoh itu,'' lirih Bu Diah merasa bersalah
''Mimi tendang sini bola nya,'' teriak Adam dari kejauhan saat bola itu mengenai kaki Yuna, Yuna berusaha menendang bola itu ke arah Adam dan Reyhan akan tetapi bola itu meleset dan berbelok ke tempat lain,
''Yah tambah jauh deh,'' Adam berlari mengambil bola yang di tendang Yuna sedang reyan sibuk dengan bola basket nya, raya menyalurkan hobi melukis nya,
Melihat semua itu Yuna tau kebahagiaan anak anak adalah terletak pada keluarga yang utuh, biarlah orang berkata apa yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan keluarganya anak anak nya,
Gengss cerita ini sampai disini, author rasa sudah tidak ada konflik lagi menambah konflik membuat cerita tak sudah dan berkepanjangan, terima kasih pada kalian semua yang sudah setia, dalam setiap cerita pro dan kontra selalu ada ambil positifnya saja, buang yang negatif, sekali lagi author tidak pernah membenarkan yang namanya selingkuh menjadi selingkuhan pelakor, dan lain sebagai nya yang dapat merusak rumah tangga orang dan menyakiti nya,''
balik lagi ini hanya sebuah cerita dimana tokoh tempat dan narasi dan percakapan sudah author setting sebelum nya,
Sampai jumpa di cerita yang baru,
...MY TEACHER IS MY HUSBAND...
__ADS_1
ini kisah poligami sekali lagi author minta kalian bijak dalam membaca, dan menyikapi selalu nya banyak yang terbawa perasaan hingga menimbul kan pro dan kontra,