Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
Dira


__ADS_3

''


''


''Bu Yuna hati hati.'' teriak salah satu pegawai nya. Tanpa sengaja Yuna menumpah kan sup panas yang baru di masak nya


''Makasih aku yang kurang hati hati.'' ucap Yuna pelan tiba tiba jantung nya berdetak sangat kencang. Yuna memegangi sada nya


''Bu Yuna ada apa.'' tanya pegawai nya lagi.


''Tidak apa apa.'' ralat Yuna kemudian mengambil segelas air putih dan menenggak nya hingga tandas.


''Ada apa ini kenapa tiba tiba jantungku berdebar.'' gumam Yuna kemudian menuang lagi air putih dan meminum nya lagi.


Sedang di sebuah jalan raya baru saja terjadi kecelakaan. seketika lalu lintas menjadi ramai dan macet. Polisi sedang menangani nya beberapa ambulan juga sudah tampak dang untuk mengevakuasi korban.


''Pak kami menemukan ponsel korban seperti nya masih bisa berfungsi.'' petugas medis menyerah kan ponsel Adam kepada anggota polisi guna untuk menghubungi keluarga korban.


''Ponsel korban yang mana ini tadi.'' tanya polisi itu pada petugas medis


''Korban yang ada di mobil Pajero ini pak.'' ucap petugas medis itu.


Polisi sedang melihat ponsel Adam yang untung nya tidak ada kunci layar nya. panggilan terakhir nama Dira tertera di sana.


''halo selamat siang.'' ucap polisi itu tegas


''Iya selamat siang.'' jawab Dira sedikit bingung ini ponsel Adam tapi bukan Adam dalam sambungan.


''boleh saya tau ini siapa ya. Kenapa pakai ponsel sua eh Adam.'' ucap Dira ragu mengatakan Adam suami nya.


''Mbak ini siapa.'' tanya polisi itu lagi.


''Saya temen nya pak. Ini ponsel Adam temen saya.'' jelas Dira


''jadi begini mbak Dira. Saya dari kepolisian. Yang punya ponsel ini benar mengendarai mobil Pajero sport. jika iya mobil ini sedang mengalami kecelakaan di jalan x dan korban sedang di larikan ke rumah sakit.'' Dira tampak sangat shock mendengar berita Adam kecelakaan.


''Iya pak saya akan kesana sekarang.'' tanpa pikir panjang Dira bergegas pergi. Meski tubuh nya masih lemah.


''Neng Dira mau kemana.'' tanya Bu Ani yang juga ikut panik melihat Dira panik.


''Adam kecelakaan Bu.'' ucap Dira cepat


''Saya ikut neng Dira.'' Bu Ani juga bergegas bersiap menemani Dira.


''Bu Ani. Kita bagi tugas Bu Ani ke rumah sakit dulu. Aku akan melihat di lokasi kecelakaan.'' ucap Dira


''Neng Dira tidak apa apa.'' tanya Bu Ani kuatir dengan keadaan dira

__ADS_1


''Aku baik baik saja Bu Ani tidak usah menguatirkan ku.''


Dira dan Bu Ani bergegas pergi ke tujuan masing masing. Bu Ani bergegas menuju rumah Sakit dengan menaiki taksi yang berbeda dengan Dira. Sesampai nya di rumah sakit Bu Ani bergegas menuju UGD yang ternyata benar baru saja ada pasien kecelakaan baru datang Bu Ani tidak bisa masuk hanya menunggu dari luar ketika sudah memastikan korban adalah Adam. Menunggu dengan cemas sampai Dira datang.


''Bu ani bagai mana apa benar korban nya Adam.'' tanya Dira panik.


''Iya benar neng dan kata nya ada anak kecil bersama pak Adam.'' tutur Bu Ani.


''Anak kecil Bu. Apa jangan jangan Adam bersama anak nya. Ucap Dira menerka nerka.


''Apa sebaik nya tidak menghubungi istri nya pak Adam saja neng Dira. Mereka berhak tau.'' ucap Bu Ani memberi saran.


''Bu Ani saja ya yang bicara sama Yuna.'' Dira menyerah kan ponsel milik Adam Bu Ani mengangguk setuju. Bu Ani segera menghubungi Yuna.


''Selamat siang.'' ucap Bu Ani pelan


''Siang ini siapa ya. Kenapa ponsel suami saya ada bersama anda.'' tanya Yuna penasaran


''Begini Bu saya ingin memberi tau pemilik ponsel ini terlibat kecelakaan. Dan sekarang berada di rumah sakit x.'' begitu mendengar Adam kecelakaan Yuna teringat Adam sedang menjemput putri nya


''Anak saya bagaimana Bu.'' tanya Yuna dengan panik


''Kedua korban masih di ruang UGD. masih di tangani dokter.'' terang Bu Ani..


''Saya kesana sekarang.'' Yuna bergegas menuju rumah sakit. pikiran nya langsung tertuju pada raya dan sang suami.


Sedang Dira di rumah sakit menunggu dengan cemas masih belum ada kabar dari ruang UGD.


Tak sampai setengah jam Yuna sudah berada di rumah sakit dengan Panik menuju UGD mencari orang yang menghubungi nya tadi.


''Apa anda istri nya pak adam.'' tanya Bu Ani seakan tidak mengenali Yuna.


''Iya saya yuna istri nya.'' jawab Yuna


''Ini ponsel pak Adam. kebetulan saya tadi di tempat kejadian. Untuk lebih jelas nya tentang kronologis kecelakaan nya sebaik nya Bu Yuna bertanya langsung pada polisi. Korban masih di dalam.'' terang Bu Ani.


''Anak saya bagai mana.'' tanya Yuna lagi.


''Korban kecelakaan ada dua satu nya anak kecil semua masih di tangani dokter.'' terang Bu Ani. Setelah menjelaskan pada Yuna Bu Ani segera pamit dan menemui Dira yang melihat Yuna dari jauh.


Yuna mundar mandir di depan UGD menunggu dokter yang menangani Adam dan putri nya. Tidak lupa menghubungi ibu mertuanya dan juga sea.


''Yun.'' panggil sea yang datang terlebih dulu


''Se mas Adam sama raya masih di dalam.'' lirih Yuna tangis nya juga pecah tangis yang sedari tadi ia tahan.


''Yang sabar ya. Kita berdoa semoga tidak terjadi apa apa sama raya dan Adam.'' ucap sea menguat kan

__ADS_1


''Yun.'' Bu Diah juga tampak sudah datang tampak jelas gurat panik di wajah nya.


''Bu.'' Yuna berganti memeLuk ibu mertua nya.


''Kenapa sampai bisa kecelakaan.'' lirih Bu Diah


''Yuna juga tidak tau Bu.'' ucap Yuna pelan.


''Keluarga pasien.''


''Saya dok.'' ucap Yuna cepat


''Bagai mana anak dan suami saya dok.'' tanya Yuna dengan panik.


''pak Ada belum sadar kan diri. Keadaan nya cukup parah cendera di kepalanya cukup serius. Sedang putri anda saya membutuh kan donor darah B negatif kebetulan persediaan darah di rumah sakit kosong saya juga sudah menghubungi beberapa bank darah dan ternyata juga kosong.''


''Ambil saja darah saya dok.'' ucap Yuna cepat


''Boleh kita periksa dulu. Apa darah nya cocok dengan pasien


Yuna menjalani serangkaian tes untuk mendonorkan darah nya pada sang putri. Rupanya darah Yuna tidak cocok. Sedang Dira yang menyimak dari jauh mengingat darah nya B negatif golongan darah yang sama dengan raya.


''Bagai mana Yun.'' tanya Bu Diah penasaran.


''Darah ku tidak cocok Bu.''


''Kita akan mencari transfusi darah di mana Yun.'' lirih Bu Diah tampak putus asa.


''golongan darah Nathan sama dengan raya tapi Nathan sedang di Kalimantan menangani proyek di sana.'' ucap sea seraya mencoba menghubungi sang suami untuk segera pulang sea menceritakan pada suami nya. Nathan mencoba secepat mungkin bisa sampai di Jakarta


Sedang di ruang dokter tampak Dira memaksa untuk mendonorkan darah nya.


''Anda tau resiko nya anda sedang hamil saat ini.'' ucap dokter itu.


''Nyawa Raya lebih penting dok. Selamat kan dia dulu. Saya tidak perduli dengan apa yang akan terjadi pada saya setelah nya sekali pun saya kehilangan bayi saya. Lebih baik yang sudah ada kita selamat kan dulu.'' ucap Dira tampak memohon


dokter tampak berfikir pasien harus segera di selamat kan.


''Kita periksa dulu ya. Jika bayi anda sangat sehat saya ijinkan anda mendonorkan darah anda. saya juga tidak mau anda bayi juga menanggung resiko nya. Bayi anda bisa melemah di dalam.'' jelas dokter itu lagi.


''Tidak perlu dok. Saya sangat yakin bayi saya sangat sehat.'' bohong Dira tidak mau dokter melakukan serangkaian tes pada nya.


''Apa anda sangat yakin anda tidak mau melakukan serangkaian prosedur.'' tanya dokter itu lagi


''Saya sangat yakin dok. Ambil saja darah saya sebanyak yang di perlukan.'' ucap Dira yakin


tampak kejam memang. Biarlah Dira yang akan menanggung dosanya kelak pada calon buah hati nya. Asal raya selamat dan Dira berharap secuil maaf dari Yuna atas semua yang di lakukan nya.

__ADS_1


Gengss terimakasih yang masih setia di lapak receh author. Terimakasih yang sudah tinggal kan jejak. Berupa komen dan like. Author selalu baca komen kalian semua. Maaf ya tidak bisa membalas nya. Apa pun itu author sangat berterima kasih.


bersambung


__ADS_2