
''
''
''
raya diam diam mendengarkan pembicaraan antara sea dan reyan rasa marah nya mengalah kan rasa rindu nya yang selama ini tersimpan, mengetahui pipi nya ada di bawah raya sama sekali tidak ingin menemui Adam, hatinya terlanjur Sakit melihat wanita itu berada di samping sang pipi,
''Untie.'' panggil raya pelan
''ya sayang,'' jawab sea penuh kelembutan,
''Tolong berikan ini sama pipi, bilang sama pipi raya sangat rajin belajar itu nilai sekolah raya semua bagus, raya tidak nakal karna sekarang raya sudah punya adik Reyhan raya akan jadi anak yang manis seperti yang pipi selalu ucap kan,'' ucap raya pelan memberikan tas sekolah nya dan juga lukisan yang ia buat,
''Iya akan Untie berikan sama pipi,'' ucap sea sambil menahan tangis nya agar tidak jatuh di depan raya, sedang reyan dengan cepat memeluk adik nya seakan memberi kekuatan,
''Semua akan baik baik saja dik jangan takut kakak di sini,'' ucap reyan pelan
''Raya tau kak kita sudah terbiasa hidup tanpa pipi, beberapa bulan ini, setelah ini kita akan pulang kasian Mimi sama adik Reyhan sendirian,'' lanjut raya, reyan mengangguk setuju, keinginan bertemu pipi pupus sudah berganti rasa benci yang begitu dalam, reyan memeluk adik nya erat,
''Ya sudah kalau ini keputusan kalian, Untie kebawah dulu menemui pipi kalian,'' perlahan sea meninggal kan adik kakak itu yang masih saling berpelukan,
''Katakan sama pipi untuk pulang saja Untie,'' suara raya menghentikan langkah kaki sea yang sudah di ambang pintu,
''Baik sayang akan Untie sampaikan,''
''Katakan juga selamat ulang tahun dari kami,'' sambung reyan sea mengangguk mengerti dan segera turun kebawah menemui adam
Adam menunggu dengan sabar sampai sea datang dengan wajah yang tampak lesu,
__ADS_1
''Bagaimana se.'' tanya Adam tidak sabar
''Aku tidak bisa membujuk anak anak dam, ini dari raya,'' sea meletak kan tas sekolah raya berwarna pink di atas meja di hadapan adam,
''se benci itu kah anak anak pada ku,'' Adam menatap nanar tas sekolah putri nya
''ijinkan aku masuk ke rumah mu sea aku ingin sekali bertemu anak anak ku,'' mohon Adam pada sea
''Maaf dam anak anak sendiri yang mengatakan tidak ingin bertemu dengan mu,'' ucap sea apa ada nya
''Biar aku sendiri yang menjelas kan jadi biarkan aku bertemu dengan reyan dan raya,'' mohon Adam lagi,''
''Jangan memaksa dam, berikan mereka waktu biar aku dan Yuna yang menjelaskan secara perlahan ini tidak mudah untuk mereka apa lagi raya ia tampak sangat rapuh, bisa jadi raya Semakin membenci mu kalau kamu memaksa nya,'' terang sea
''Lalu aku harus apa sea,? katakan aku harus apa,'' ucap Adam tampak frustasi
''Bersabar lah tunggu kabar dari ku aku juga harus membicarakan ini dengan Yuna, kami butuh waktu untuk membuat anak anak mengerti dam,'' lanjut sea lagi,
''Selamat ulang tahun dari anak anak, raya juga sekolah nya sangat baik nilai nya semua bagus, raya juga sudah tidak nakal karna dia sekarang sudah punya adik Reyhan, dan raya juga akan selalu menjadi putri kecil mu yang manis,'' mendengar penuturan sea Adam semakin terisak dalam tangis nya biarlah kali ini Adam menahan rasa malu nya menangis tersedu di depan sea
Tepukan hangat mendarat di punggung Adam, seakan memberi kekuatan lewat sentuhan,
''Yang sabar dam, aku dan sea akan berusaha membantumu dengan memberi pengertian pada reyan dan raya, aku harap kamu bisa mengerti dan bersabar mereka masih anak anak dam,'' ucap nathan, ya orang yang menepuk punggung Adam adalah Nathan
''Sebenar nya apa yang terjadi kenapa anak anak sampai tidak mau bertemu dengan mu,'' tanya Nathan seraya ikut duduk di antara adam dan sea istri nya,
''Aku tadi sedang berbelanja, di parkiran saat meletak kan semua belanjaan ku di bagasi tiba tiba ada Dira entah dari mana datang nya, kamu hanya sedang mengobrol tiba tiba raya berteriak memanggil ku sorot mata nya juga tajam menatap tak suka pada Dira, aku mencoba memberi tau itu Tante Dira, tapi raya dan reyan enggan mendekat pada ku saat aku menghampiri nya malah berlari pergi dan aku mengejarnya,'' jelas Adam memberi tau sebenar nya apa yang terjadi tanpa ada yang di tutupi,
''Aku rasa anak anak salah faham dam, mengira kamu masih dengan Dira dan kalian sedang berbelanja bersama,'' Nathan menyimpulkan
__ADS_1
''Ya aku juga merasa seperti itu,'' sambung sea Adam mengangguk membenarkan ucapan Nathan dan sea,
''Seperti yang ku bilang tadi dam, bersabar lah dan tunggu kabar selanjut nya dari ku,''
Hari semakin sore sea melihat raya masih tampak murung sea juga tidak bisa memberi kabar ini sama Yuna, takut jika sahabat nya itu banyak pikiran biar kan saja nanti saat sudah bertemu sea akan menceritakan nya pada Yuna,
''Kenapa semua jadi rumit seperti ini aku kira dengan reyan dan raya bertemu dengan Adam akan membuat hubungan Yuna dan Adam sedikit lebih baik lagi siapa tau dengan begitu hati Yuna segera melunak, untuk segera memaafkan Adam,'' ucap nathan saat sampai di kamar,
''Aku juga sempat berfikir seperti itu sayang,'' jawab sea sebelum masuk ke kamar mandi untuk menyiap kan air untuk suami nya,
''Kalau seperti ini tidak tau kapan Yuna adam dan anak anak nya akan bersatu lagi,'' lanjut Nathan yang mengekor di belakang istri nya
''yang pasti nya ini PR untuk Yuna bagai mana caranya Yuna menjelaskan ini semua pada reyan dan raya,'' sambung sea
''Kasian Yuna,'' lanjut Nathan
''Entah lah sayang, semua menjadi rumit seperti ini, aku bukan hanya kasian sama Yuna Adam juga tampak menyedihkan kamu tau sayang tadi saat Adam menangis di depan ku, hati ku juga terenyuh, ingin sekali aku membawa nya bertemu anak anak nya, sampai kamu datang tadi,'' terang sea
''Kita doa kan saja sayang semoga masalah mereka cepat selesai kita tidak bisa ikut campur lebih jauh lagi, karna itu bukan ranah kita,'' sea tersenyum dan mengangguk
''Bantu aku mandi ya,'' pinta Nathan manja
''Mandi saja ya tidak enak ada anak anak,''
''Memang nya apa yang kamu pikirkan,'' lanjut Nathan
''Tidak ada biasa nya kamu kan tidak hanya sekedar mandi,''
Sea membantu sang suami dengan menggosok punggung nya dan memijat pundak nya menghilangkan segala rasa lelah dari kantor dan juga sedikit masalah Adam dan anak anak nya
__ADS_1
Bersambung