
''
''
''
Adam tidak lagi bertanya dan memaksa sea memberitahu nya tentang alamat Yuna, dengan ganti Adam meminta sea memberinya foto terbaru dari ketiga buah hatinya, reyan raya dan juga se kecil Reyhan, setelah sea meminta persetujuan Yuna Ahir nya sea setuju dengan permintaan Adam, sea juga memberi tau Adam mungkin Minggu ini sea akan membawa reyan dan raya bertemu dengan diri nya, saking senang nya Adam menemui sea langsung untuk memastikan,
''maaf dam menunggu lama,'' ucap nathan yang baru datang menemui Adam di ruang tamu nya,
''Tidak apa apa Nathan aku yang minta maaf sudah mengganggu kenyamanan mu,'' tidak lama kemudian sea datang membawa minuman dingin untuk Adam dan sang suami juga untuk dirinya sendiri
''Di minum dam,'' sea menyodorkan minuman dingin itu di hadapan Adam
''Sebelum nya maaf sea Nathan mungkin kedatangan ku kemari sudah mengganggu istirahat kalian aku hanya ingin memastikan apa yang kamu katakan di wasup tadi benar atau hanya sekedar,''
''Itu benar dam,'' sea memotong ucapan Adam cepat ''Yuna sendiri yang bilang untuk membawa reyan dan raya bertemu dengan mu saat libur sekolah nanti,'' lanjut sea
''jadi benar kamu tidak berbohong,'' tanya Adam memastikan nya lagi
''Hem..! kamu rapikan saja penampilan mu maaf, kamu tidak ingin kan anak anak mu reyan dan raya melihat mu berantakan seperti ini,'' lanjut sea lagi memberi saran agar Adam merapikan penampilan nya dengan mencukur rambut nya yang gondrong dan juga jambang di wajah nya,
''Iya jangan kuatir aku akan merapikan penampilan ku,'' jawab Adam,
''Lalu bagai mana dengan baby Reyhan aku juga ingin bertemu dengan nya,'' lanjut Adam bertanya
''Reyhan masih sangat kecil mungkin nanti saja,'' jawab sea seperti yang Yuna katakan tidak mungkin mempertemukan Reyhan sekarang Reyhan masih butuh Yuna tidak mungkin Yuna melepas putra ketiga nya pergi bersama sea yang tentunya Yuna harus ikut, Yuna masih belum siap bertemu dengan Adam,
''Ya tidak apa apa aku bisa mengerti meski sebenar nya aku juga ingin sekali bertemu dengan putra ku yang kecil, bukan hanya itu aku berdoa dan berharap Yuna segera pulang,'' lanjut Adam,
__ADS_1
setelah dari kediaman sea Adam melajukan mobil nya ke barbershop langganan nya yang mungkin sudah lama tidak ia datangi, Adam memangkas pendek rambut nya jambang halus di rahang nya juga sudah tampak bersih, perasaan nya cukup senang hatinya sudah tidak sabar menunggu Ahir Minggu ini setelah dari barbershop Adam lanjut pulang untuk memberi kabar orang rumah tentang kabar membahagiakan ini,
''Dam.'' panggil bu Diah heran melihat Adam datang dengan senyum yang mengembang,
''Bu,'' Adam segera memeluk ibu nya erat
''Ada apa kelihatan nya kamu tampak sangat bahagia,'' tanya Bu Diah
''Aku sangat bahagia Bu, anak anak akan datang Ahir pekan ini,'' terang Adam memberitahu ibu nya,
''Kamu tidak bohong kan dam dari.mana kamu tau, apa sea memberitahu mu,'' tanya Bu Diah lagi memastikan kabar yang adam bawa
''Iya ibu benar sea yang akan menjemput anak anak,'' lanjut Adam
''Semoga Yuna terketuk hati nya untuk cepat pulang,'' lirih Bu diah sambil menyeka air mata nya,
''Bik sri,'' panggil Adam pada asisten rumah tangga nya
Bik Sri dan yang lain yang ikut mendengar titah Adam sedikit heran Adam menyuruh para asisten rumah tangga untuk membersih kan kamar anak anak apa mereka akan datang pikir nya
''Apa bibik mendengar ku,'' suara Adam kembali menggema
''Ya pak kami mendengar dan mengerti,''
''Bagus bik segera kerjakan,'' ucap Adam lagi sambil berlalu pergi menapaki tangga dengan wajah sumringah dan senyum yang mengembang,
'' Bu maaf kalau saya lancang apa benar anak anak akan pulang,'' tanya bik sri memastikan
''Iya bik anak anak akan pulang dua hari lagi,'' jawab Bu Dian sambil mengangguk kan kepala nya,
__ADS_1
''Aoa Bu Yuna juga pulang,'' tanya bik Sri lagi
''Hanya anak anak bik, Yuna masih tidak siap untuk pulang,'' jawab Bu Diah dengan raut wajah yang berubah lesu
''Bibik berdoa semoga Bu Yuna tergugah hati nya untuk segera pulang, tidak hanya anak anak,'' lanjut bik Sri
''Saya juga berharap seperti itu bik, tapi saya juga sangat bersyukur lihat lah perubahan Adam dia langsung merapikan penampilan nya seperti dulu, bibik tau sendiri berkali kali saya sudah mengingat kan Adam untuk merapikan penampilan nya dan juga memotong rambut nya,'' terang Bu Diah
''Iya Bu apa lagi saat Bu Yuna pulang pasti pak Adam akan jauh lebih bahagia,'' sahut bik sri
''Semoga ini awal yang baik untuk mengetuk pintu hati Yuna, dengan mengirim anak anak pulang mungkin Yuna juga akan ikut pulang,'' lanjut Bu Diah
sedang di kamar Adam menatap bahagia foto pernikahan nya kemudian menatap foto keluarga kecil nya
''Saat kamu pulang kita akan membuat foto lagi seperti ini karena disini belum ada baby Reyhan,'' gumam Adam mengambil foto keluarga kecil nya yang ada di meja nakas
''Aku akan menantikan hari itu sayang hari kita mengambil foto keluarga dengan anak ketiga kita Reyhan,'' Adam tersenyum mengingat kejadian dulu Adam dan yuna sempat berdebat soal nama anak pertama nya,
''Terimakasih kamu sudah menyematkan nama yang aku inginkan pada anak ketiga kita,'' ucap Adam lagi bicara sama foto Yuna yang sedang tersenyum manis sambil mengenakan celemek Adam mengambil foto itu saat baru membuka restoran pertama nya,
''Aku sangat merindukan mu, aku berharap bukan hanya anak anak yang pulang tapi kamu juga,'' tak terasa Adam meniti kan air mata nya,
''Maaf kan aku,'' Adam kembali bersuara dengan nada pelan
''Seandainya waktu itu aku bisa tegas menghadapi Dira ini semua tidak akan terjadi, tapi aku juga bersyukur dengan kejadian ini aku bisa menyadari perasaan ku bahwa aku sangat mencintai mu, yang memang sudah sangat terlambat untuk ku sadari maaf,'' lagi Adam meminta maaf di setiap ucapan nya
Di luar kamar Adam Bu Diah dan bik Sri juga ikut mendengar ucapan Adam hatinya juga terenyuh Bu Diah dan bik Sri juga meneteskan air mata nya
''Kasian pak Adam,'' lirih bik Sri yang juga ikut merasakan kesedihan Adam,
__ADS_1
Bu Diah diam sambil memegang dada nya dengan air mata yang juga ikut menetes bukan hanya Adam yang terpukul Bu diah juga