Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
hanya istri simpanan


__ADS_3

''


''


Dira menatap dirinya di cermin membandingkan diri nya dengan istri sah Adam. Dira juga menggerai rambut hitam nya tak sebagus rambut istri sah Adam. Hanya dengan melihat rambut nya susah bisa di pastikan istri nya Adam jauh lebih cantik dari diri nya.


''Lihat lah dirimu Dir. Kusam dekil sama sekali tak terawat. Rambut mu yang hitam ini mengembang dan bergelombang. Sangat jauh dengan istri sah nya Adam.'' gumam Dira berbicara dengan pantulan dirinya di cermin.


''Jangan pernah kecewa jika nanti Adam lebih memilih istri sah nya ketimbang kamu.'' lanjut Dira bergumam.


''Uang dari Adam cukup untuk ku merawat diri. Mulai sekarang aku akan merawat diriku. Jika aku berpisah dengan Adam nanti aku sudah siap membuka hati untuk pria lain.''


setelah melihat ke dua buah hati Adam Dira sangat merasa bersalah. Jika sampai rumah tangga Adam dan istri sah nya hancur ada dua malaikat yang tak berdosa akan menjadi korban nya. Dira tidak ingin itu terjadi. Dira kembali mengingat pertemuan nya dengan Yuna sahabat yang sama sekali tidak berubah masih sama seperti dulu. Baik hati selalu menasehati nya di kala Dira hampir menyerah dengan keadaan. Menjadi tulang punggung untuk dua adik dan ibu nya.


''Kenapa rasa pusing di kepala ku tak kunjung hilang.'' Dira menyambar jaket nya ia hendak pergi ke rumah sang ibu yang tidak jauh dari rumah Dira.''


''Apa aku hubungi Adam saja ya.'' Dira masih bingung siapa yang yang akan di pintai tolong. Sedang sang adik Mareta sudah hilang respek tidak lagi seperti dulu begitu juga dengan Aldi sedang Bu asih Ahir Ahir ini kesehatan nya sedikit menurun tidak mungkin Dira meminta tolong ibu nya.


Dira mengabaikan peringatan Adam untuk tidak menghubungi nya terlebih sakit di kepalanya susah tidak bisa di tahan lagi beberapa panggilan tidak terjawab Dira semakin pusing menangis di tempat tidur nya hingga tertidur.


'''''''''''''''"""""""""""


Sedang di tempat lain Adam sedang menikmati rendaman air panas nya di kamar mandi. Tidak tau jika Dira menghubungi nya puluhan kali. Yuna yang melihat ponsel suaminya berbunyi hanya melihat tanpa mau mengangkat yuna cukup tau diri pernah sekali Yuna mengangkat ponsel Adam namun Adam memarahi nya katanya lancang dan tidak tau diri. Yuna hanya melihat nama yang tertera di ponsel Adam. Hanya inisial ND


"Mas Adam ada yang telfon tu. Sedari tadi ponsel mas Adam tidak berhenti berdering." terang Yuna mencoba memberi tau begitu Adam keluar dari kamar mandi.


''Memang nya siapa tanya Adam penasaran.''


''Tidak tau hanya inisial ND sebaik nya mas Adam hubungi dia balik siapa tau penting soalnya sedari tadi dia menghubungi.

__ADS_1


''Oh itu sepertinya tukang parkir yang baru.'' ralat Adam agar Yuna tidak curiga.


''Hubungi balik mas siapa tau penting.'' ucap Yuna lagi kemudian bergegas turun menyiap kan makan malam sedang Adam melihat istri nya susah keluar kamar dengan cepat menyambar ponsel nya.


''Ngapain sih Dira nelpon.'' gerutu Adam kemudian keluar dari kamar nya menuju balkon kamar nya Adam menghubungi Dira namun tak kunjung di angkat.


''Kemana sih Dira tadi menghubungi di hubungi balik tidak di jawab palingan hanya mau manja Manja.'' kesal Adam susah payah Adam menghubungi Dira.


Kemudian Adam turun kebawah untuk makan malam bersama keluarga kecil nya. Meninggal kan Dira yang susah di hubungi kembali.


Setelah selesai makan malam seperti biasa keluarga kecil Adam berkumpul di ruang keluarga menonton televisi sambil bercengkrama satu sama lain. Sebenarnya hati Adam sedikit gelisah memikirkan Dira yang tidak biasanya menghubungi diri nya hingga berkali kali takut kalau terjadi apa apa.


''Buah segar siapa yang mau buah.'' seru Yuna datang dengan membawa potongan buah segar.


''Aku mau.'' Reyan bangun dan mulai memakan buah segar yang Mimi nya bawa tak terkecuali Adam dan juga raya sedang Bu diah lebih suka makan buah di jadikan jus.


keesokan hari nya di pagi hari Adam bergegas melajukan mobil nya menuju rumah Dira. Tidak lupa mampir ke apotik untuk membeli obat pereda sakit kepala. Adam tau Dira sakit kepala setelah membaca pesan Dira pagi tadi


''Aku akan melihat Dira sebentar setelah itu baru pergi ke restoran.'' gumam Adam masih fokus dengan kemudi setir nya.


tiga puluh menit kemudian Adam sudah sampai di depan rumah Dira ke adaan nya sepi tampak dari ke jauhan Bu asih berjalan menghampiri Adam ia hendak melihat Dira.


''Nak Adam sepagi ini sudah sampai.'' tanya Bu asih pelan


''Iya Bu adam mampir melihat Dira sebentar katanya sakit kepala.'' terang Adam


''Iya tadi malam reta sudah membelikan nya obat pereda sakit kepala Dira meminta tolong sama ibu tapi ibu juga sedang sakit kepala. Jadi ibu menyuruh reta untuk melihat keadaan Dira.'' terang Bu Diah.


Keduanya masuk melihat ke adaan Dira dengan berat hati Dira bangun membuka pintu setelah mendengar ketukan berkali kali di pintu rumah nya.

__ADS_1


''Dir bagai mana ke adaan mu.'' tanya Adam tampak kuatir.


''Sudah mendingan maaf tadi malam aku menghubungimu. aku sudah tidak tahan dengan sakit di kepala ku.'' jelas Dira dengan suara serak nya.


''Maaf aku tidak bisa mengangkat panggilan mu ada istri ku di samping ku.''


''Kami mengerti nak Adam. Putri ibu hanya istri simpanan tidak akan pernah bisa mendapat tempat utama di hati nak Adam.'' sela Bu asih seraya meletak kan teh di atas meja.


''Maaf Bu. Aku minta maaf. Rafi malam aku menghubungi Dira balik tapi Dira tidak menjawab panggilan ku.'' lanjut Adam menjelas kan.


''Kalian ngobrol lah dulu ibu akan mencari sarapan.'' pamit bu asih pergi hendak membeli sarapan untuk Dira.


''Dam ada yang ingin aku bicarakan dengan mu.'' lirih dira pelan


''Ada apa.'' tanya Adam penasaran


''Kemarin aku sempat melihat mu dan keluargamu ke dua anak mu mereka sangat imut dan manis. Aku sangat tidak tega melihat mereka menjadi korban jika pernikahan kita di ketahui oleh istri mu.'' tutur Dira seraya menunduk kan kepala nya


''Aku juga seperti itu Dir aku tidak akan pernah sanggup melihat hati mereka hancur. Bukan hanya istri dan anak ku ibu ku juga yang tidak pernah merestui kita dulu.'' Adam juga sama berfikir seperti apa yang dira pikir kan


''Bagai mana jika kita akhiri saja hubungan kita dam. Maaf aku sudah memaksamu untuk menikahi ku. seharus nya aku sadar lebih awal pernikahan tersembunyi ini tidak akan pernah terjadi.'' lirih dira


''Kamu yakin dengan keputusan ku ini Dir.'' tanya Adam memastikan hatinya merasa berat dan juga senang Adam sempat merasa bahagia bisa menikah dengan wanita yang pernah sangat di cintai nya dulu namun setelah pernikahan nya dengan Dira berjalan Adam menjadi takut dam merasa bersalah pada istri dan ke dua anak nya. Ada rasa menyesal menikahi Dira


''Aku pernah merasa sangat bahagia bisa menikah dengan ku dam. rela menjadi simpanan mu. Asal bisa menikah dengan ku. Rupa nya aku salah menikah bukan hanya karna cinta semata. rumah tangga yang ku bangun rupanya tidak bisa Koko hanya dengan mengatas namakan cinta. Kita sudah menjadi suami istri tapi tidak bisa saling memiliki satu sama lain kita tidak bisa tinggal satu atap.'' tutur Dira mengeluarkan isi hatinya


Semalaman menangis menahan rasa sakit sendirian bahkan sang adik hanya datang mengantar obat tanpa bertanya kemudian pergi meninggal kan Dira sendiri dengan rasa sakit nya dalam keadaan seperti itu Dira merasa sendiri padahal punya keluarga


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2