
''Mas adam.''
mendengar suara istri nya memanggil Adam kaget sampai hampir menjatuh kan ponsel nya
''Ada apa sih kok sampai kaget gitu.'' tanya Yuna heran wajah Adam juga sudah merah padam hampir saja ketauan
''Tidak apa apa sayang tadi aku melihat ada kecoak.'' ralat Adam
''Di mana. Bahaya kalau sampai ada kecoa bisa merusak reputasi restoran kita harus segera di basmi.'' ucap Yuna sambil clingak clinguk mencari keberadaan kecoak.
''Seperti nya kecoak nya sudah lari sayang.'' ucap Adam lagi
''Tidak apa apa nanti biar Ale membersih kan ruangan mu biar tidak menjadi sarang kecoak.'' lanjut Yuna memberi saran
''Iya nanti aku menyuruh Ale.'' ucap Adam masih gugub
''Mas Adam ada apa sih seperti ada yang di sembunyikan.'' Yuna curiga melihat Adam yang seperti orang ketangkap sedang mencuri makanan gugub itu yang Yuna rasa.
Sedang di balik sambungan Dira sempat mendengar pembicaraan Adam dan istri nya.
''Sayang.'' gumam Dira kemudian menghela nafas nya pelan
''Bohong kalau Adam tidak mencintai nya tidak mungkin bisa memanggil sayang dengan begitu mudah nya. sedang dengan ku dari pacaran Hinga bisa menikah belum pernah adam memanggil ku sayang.''
Dira bisa mendengar obrolan Adam dan Yuna karna Adam belum sempat mematikan ponsel nya keburu kaget dengan suara Yuna. Sedang Dira sengaja tidak mematikan ponsel nya karna memang penasaran dengan Adam dan istri nya.
''Mas Adam seperti nya mas Adam belum mematikan sambungan mas Adam.'' Yuna menunjuk ponsel Adam yang masih menyala.
''Oh iya aku lupa.''
''ND lagi yang menghubungi mas Adam. tidak mungkin tukang parkir sampai membuat mas Adam kaget dengan kehadiran ku. Apa yang di sembunyi kan oleh mas Adam.'' Yuna menatap suami nya dengan tatapan sulit di artikan senyum tipis juga menghiasi bibir nya.
''Mungkin kah ada wanita lain di hati mu mas.'' tiba tiba Yuna di Landa perasaan cemas. Takut jika Adam mempunyai wanita simpanan karna tak kunjung mencintai nya.
''Aku pulang dulu mas. reyan mau les Minggu depan dia ujian.'' Yuna keluar dari ruangan Adam dengan perasaan curiga
__ADS_1
''Sayang aku ikut pulang juga.'' Adam mengejar langkah kaki istri nya.
''Kita satu mobil ta nanti biar Ale yang membawa mobil ku pulang.'' Yuna mengangguk setuju saja tanpa mau bersuara
Sepanjang perjalan pulang Yuna Dian membisu sukses membuat Adam semakin merasa bersalah.
''Sayang ada apa. Kenapa diam saja. Tidak biasa nya kamu seperti ini.'' Adam merasa istrinya lain sejak keluar dari ruang kerjanya tadi diam tidak mau bicara.
''Tidak apa apa mas mungkin aku hanya kecapean saja.'' jawab Yuna pelan
Tiga puluh menit berkendara Adam sudah sampai di rumah nya rumah dua lantai yang iya bangun dari nol bersama Yuna sang istri.
'' pipi.'' teriak raya begitu melihat mobil pipi nya memasuki halaman rumah nya.
''Raya jangan berlari tunggu sampai mobil pipi berhenti nak.'' teriak Bu Diah kuatir cucu nya tertabrak mobil pipi nya.
''Raya senang pipi cepat pulang Nena.'' jawab raya tidak menghiraukan peringatan bebek nya.
''Awas raya mas.'' Adam sigap mengerem mobil nya melihat putri kecil nya berlari kearah mobi nya.
Sedang Yuna mengambil alih kemudi dan memarkirkan mobil Adam dengan benar Adam melupakan ponsel nya saat turun tadi ingin sekali tangan Yuna meraih ponsel Adam dan melihat apa isi nya. Namun di urungkan Yuna hanya mengambil ponsel suami nya lalu membawanya kedalam.
''Mas ponsel mu ketinggalan di mobil.''
''Terimakasih.'' Adam menyambut ponsel nya dari tangan sang istri tanpa rasa kuatir Yuna melihat isi ponsel nya karna Adam sudah menghapus semua jejak tentang Dira termasuk menghapus no wasup nya.
''Maaf kan aku sayang aku janji akan menyelesaikan semua nya aku pastikan kamu tidak akan terluka.'' gumam Adam menatap nanar Yuna yang sedang menaiki tangga.
Adam menyusul sang istri naik ke lantai dia menuju kamar nya. Setelah berpamitan pada putri kecil nya untuk mandi.
''Sayang apa kamu di dalam.'' Adam tidak melihat istrinya di kamar namun terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi Adam menyusul Yuna masuk ke kamar mandi rupanya Yuna sedang berendam
''Sayang boleh aku masuk dengan mu.'' tanpa menunggu jawaban dari Yuna Adam sudah menyusul sang istri berendam.
''ada apa.'' tanya Adam lagi memeluk Yuna dari belakang
__ADS_1
''Tidak apa apa mas. Aku hanya merasa suami ku ini sedang menyembunyikan sesuatu dari ku.'' Yuna sudah tidak bisa menahan apa yang mengganggu pikiran nya.
''Jangan berfikir macam macam. Hidup ku hanya kamu dan anak anak.''
''Katakan pada ku mas sekali saja apa kamu pernah mencintai ku.''
Adam tak lantas menjawab pertanyaan istrinya dengan cepat meraih bibir ranum Yuna dengan bibir nya suasana menjadi hening seketika bukan hanya di bibir Adam sudah meng absen setiap kulit leher Yuna tak tertinggal se inci pun
''Mas.''
''Diam dan nikmatilah. Aku merindukan mu.'' Yuna pasrah dengan perlakuan Adam yang sudah sama sama di bakar gairah
Bukan ini yang Yuna ingin kan Yuna hanya ingin pengakuan cinta Adam untuk nya.
Kulit putih itu sudah bercak merah di mana mana. bekas kecupan lembut nan memabuk kan milik Adam. Di banding dengan Dira kulit Yuna jauh lebih terawat putih mulus dan bersih. Membuat Adam semakin bergairah untuk terus menyentuh kulit istri nya Adam terus melakukan aksinya dengan berbagai gaya satu jam berlalu mandi yang Seharus nya hanya tiga puluh menit menjadi lebih lama dengan karna olah raga panas mereka.
''Diam lah disini.''
Adam menyiap kan baju ganti istri nya tidak seperti biasa nya. Ini kali pertama Adam memperlakukan Yuna bak istri yang sangat di cintai nya. Ke luar dari kamar mandi Adam juga mengendong Yuna.
''Aku bisa sendiri mas.''
Tolak Yuna saat Adam membatunya mengenakan baju nya.
''Duduk lah aku bantu mengeringkan rambut mu.'' lagi Adam memperlakukan Yuna sangat istimewa membuat Yuna semakin heran dan curiga pasal nya ini adalah kali pertama bahkan dulu saat Yuna membutuhkan bantuan Adam saat melahirkan buah hatinya Adam tidak pernah sekali pun membantu istri nya
''Ada apa dengan diri mu mas kenapa aku semakin curiga.'' Yuna menatap Adam yang fokus mengeringkan rambut nya dari pantulan cermin meja rias
''Sayang terima kasih tadi kamu sangat hebat. Kita belum pernah melakukan nya di kamar mandi. Besok aku ingin melakukan nya lagi dengan mu seperti tadi.''
Yuna menghela nafas nya berat rupanya perlakuan Adam hanya sebagai bentuk rasa terimakasih karna Yuna sudah melayaninya di kamar mandi.
''Sabar ya yang menunggu perselingkuhan Adam terbongkar cerita baru di mulai derita ke dua istri Adam belum di tulis jangan lupa tinggal kan jejak like komen nya vote dan bintang lima nya
Bersambung
__ADS_1