
''
''
Sepulang dari cafe Dira merebahkan tubuh nya di atas ranjang menatap nanar langit langit kamar nya meresapi nasehat demi nasehat dari kedua sahabat nya. Mengingat kembali ucapan Yuna yang ingin membasmi para pelakor sampai ke akar nya. Sedang sea sudah memblokir semua aset dan Harta suami nya dengan begitu pelakor yang haus uang tidak akan betah di samping suami sea
Namun berbeda dengan Dira pernikahan nya dengan Adam bukan karna Uang yang Adam punya Dira mengatas namakan cinta Dira dan Adam saling mencintai. ponsel Dira berbunyi nyaring di dalam tas selempang nya.
''Adam.'' gumam Dira
''Halo dam.'' lirih dira menjawab panggilan Adam.
''Kamu sudah sampai rumah Dir.'' suara Adam kuatir di balik sambungan
''Sudah baru saja.'' jawab Dira
''Syukurlah maaf aku tidak bisa menjemput mu aku harus menemani anak anak ku di rumah istri ku sedang ada urusan di luar.'' terang Adam
''Tidak apa apa dam aku mengerti.'' jawab Dira
Ingin sekali dira mengatakan bahwa Dira sedang merindukan nya. suami nya itu tidak pernah sekali pun tidur dan menginap di rumah nya. Merasakan hangat nya dekapan suami di waktu malam mulut nya berkata tidak hatinya berkata ingin sejak hamil Dira ingin sekali setiap saat berada di samping Adam.
''Dir kamu masih mendengar ku.'' suara Adam kembali terdengar di telinga Dira
''Masih dam aku masih disini.'' jawab Dira
''Kenapa diam.'' tanya Adam lagi
''Tidak apa apa.''
''Cepat lah tidur jangan bergadang larut malam ingat kesehatan mu. Bukan hanya kamu yang harus di jaga kesehatan nya tapi juga bayi mu.'' tutur Adam dalam sambungan
''Bayi kita dam.'' batin Dira
__ADS_1
''Mas Adam ngapain disini.'' Yuna melihat suami nya berdiri di balkon kamar nya dalam keadaan gelap tanpa penerang
Adam yang kaget mendengar suara istri nya buru buru memasuk kan ponsel nya tanpa mematikan panggilan telepon nya terlebih dulu.
''Sayang kamu sudah pulang.'' tanya Adam menghilangkan rasa kaget nya.
''Sudah setengah jam mas. Aku di bawah menemani anak anak.'' jawab Yuna apa ada nya
''Pantes aku tidak melihat mobil mu masuk.'' jawab Adam yang memang baru saja pergi ke balkon untuk menghubungi Dira.
Sedang Dira di sebrang sana mendengarkan pembicaraan Adam dan istri nya karna Adam belum mematikan sambungan ponsel nya Dira seperti mengenal dan familiar dengan suara istri Adam tapi di mana dan siapa
Sedang Yuna menatap Adam penuh tanda tanya mungkin kah suami nya ini juga punya wanita lain di luaran sana
''Sebenar nya apa yang kalian cari dengan para pelakor di luar sana.'' batin Yuna Soal mencari gaya baru saat bercinta bisa di lakukan di rumah tanpa harus mencari pelakor
Yuna berjalan masuk ke kamar nya kemudian menyingkap gorden kamar nya selebar mungkin membuka pintu kaca lebar lebar
''Kenapa di matikan lampunya sayang jadi gelap kan.'' suara lembut Adam mampu membuat Dira yang mendengar mengepalkan tangan nya
Di bawah cahaya bulan Yuna berjalan menghampiri sang suami yang berdiri mematung di pinggiran balkon seraya melepaskan setiap kain yang melekat di tubuh nya.
''Sayang apa yang kamu lakukan nanti kamu masuk angin.'' tanya Adam menelan saliva nya kasar melihat kemolekan tubuh istri nya dibawah sinar bulan
''Mencari suana baru mas.'' Yuna meraup bibir suami nya dengan lembut menyesap nya suara decapan bibir yang saling ******* terdengar jelas di telinga Dira.
''Apa mereka berciuman.'' Dira mengambil handset dan memasang di telinga nya agar bisa mendengarkan lebih jelas apa yang di lakukan Adam dan istri nya.
dengan gerakan lembut dan menggoda Yuna melepas satu persatu kain yang melekat di tubuh Adam.
'' kenapa kamu menjadi nakal seperti ini.'' tanya Adam suara nya sudah serak menahan hasrat nya
''sedari dulu memang aku yang memulai duluan. sudah ku bilang tadi aku ingin mencari suasana baru.'' lanjut Yuna sembari meraba dada Adam yang bidang.
__ADS_1
''Nanti dapat di lihat dari bawah.'' ucap Adam lagi mengingat kan
''Pagar balkon ini cukup tinggi tidak akan terlihat kita main disini.' Yuna menunjuk sofa singgel yang ada balkon nya
Yuna kembali menjarah setiap inci kulit leher suami nya membuat Adam melenguh tidak bisa menahan nya. tangan nya juga tidak diam meraba dan meremas bokong sang istri Yuna menyusuri dada dan perut sang suami dengan posisi berjongkok melepas ikat pinggang celana Adam Yuna menyadari ponsel Adam masih menyala masih dalam ke adaan sambungan belum terputus
''Kamu benar benar menyembunyikan sesuatu dari ku mas. Kalau benar ada wanita lain di luar sana akan ku buat dia kepanasan malam ini aku yakin kamu seorang wanita.'' batin Yuna berkata penuh rencana
Perlahan Yuna menyesap junior Adam yang sudah mengembang sempurna memijat nya lembut dengan jari jari nya membuat Adam merancau tidak jelas panggilan sayang yang begitu lembut dan manja terdengar memilu kan telinga Dira.
''Oh...! Sayang aku su dah tidak tahan." rancau Adam lagi. Adam mengangkat tubuh istri nya dan menduduk kan nya di atas meja. Membuka kedua kaki sang istri lebar lebar untuk pertama kali Adam berinisiatif menyesap inti tubuh istri nya.
"Maass...ssstt ah..! Mas Adam jangan lepas kan ini luar biasa." rancau Yuna yang di buat sekeras mungkin suaranya yang terpenting orang yang menguping di ponsel Adam dapat mendengar nya dengan jelas.
"Apa kamu menyukai nya." tanya Adam tanpa menunggu jawaban Adam kembali menyusuri lembah basah istri sah nya.
"Kamu sungguh luar biasa Yuna. Maaf kalau aku baru menyadari nya." batin Adam senang dengan kegiatan nya di balkon malam ini tanpa menyadari jerit tangis Dira di sebrang sana.
"Mas kita masih di atas meja." Yuna berkata dengan suara nya yang di buat semanja mungkin
"Aku tidak perduli kamu sendiri yang menginginkan kita bermain disini." Adam bersiap melesat kan senjatanya. Membuat Yuna terpekek nikmat
"ah..! Lebih dalam lagi mas." suara Yuna terdengar menyakit kan ditelinga Dira.
"Bajingan kamu Adam aku disini merindukan mu kamu di sana sibuk dengan istri sah mu." Dira mengepal kan tangan nya menangis meraung di dalam kamar nya
"Kenapa rasanya sangat menyakit kan." teriak Dira lagi yang masih tidak mau memutus sambungan nya. Suara suami istri yang sedang bercinta itu terdengar jelas dan menyakit kan di telinga Dira yang sengaja tidak memutus sambungan itu berharap Adam menyadari bahwa Dira masih dalam sambungan dan mendengarkan Adam dan istrinya sedang bercinta.
Rancauan nya terdengar jelas berbagai gaya dan posisi Adam lakukan sampai malam menjelang Adam tertidur di ranjang karna kecapean. Yuna perlahan menutup kembali pintu kaca balkon kamar nya kemudian memungut celana Adam yang teronggok di lantai perlahan mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana nya.
"Rupanya masih di sini kamu." batin Yuna tersenyum senang kemudian memutus sambungan itu lalu menyusul suaminya yang sudah tertidur pulas
Bersambung
__ADS_1