Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
bersitegang


__ADS_3

''


''


Dalam perjalanan menuju restoran Adam sedikit merasa bersalah dengan Dira baru saja hendak memberikan kasih sayang nya atau nafkah batin untuk Dira Yuna sang istri sah sudah menghubungi nya. Yang menyusul di salah satu restoran nya.


Mobil Adam sudah sampai di depan restoran yang cukup besar dengan konsep pedesaan yang asri


''Pipi.'' teriak raya dari kejauhan Yuna dan kedua buah hatinya sengaja menunggu Adam di saung sambil melihat ikan


''Kenapa tidak menunggu di dalam. Di luar kan panas.'' tutur Adam lembut


''Tidak apa apa mas disini tidak lah begitu panas Reyan ingin melihat dan memberi makan ikan.'' jawab Yuna tidak kalah lembut.


Adam menatap istri nya dengan pandangan berbeda Yuna tampak lebih segar dengan penampilan baru nya rambut nya ia pangkas sedikit tampak lebih rapi semakin cantik dengan cat rambut nya yang baru


''Kamu dari salon sayang.'' tanya Adam lembut


''Aku hanya merapikan rambut ku saja mas dan mengecat nya. Mencoba sesuatu yang baru aku tidak pernah mengecat rambut ku.''


''Cantik.''


Satu kata keluar dari mulut Adam mampu membuat Yuna tersipu sekaligus bahagia mungkin ini kata pujian pertama dari Adam untuk Yuna selama menikah Adam tidak pernah sekalipun memuji istri nya itu bahkan kata cinta tidak pernah sekali pun Keluar dari mulut adam


''Kita berangkat sekarang. Nanti keburu malam ini juga sudah sore.'' tutur Adam


''Pakai mobil ku saja sayang mobil mu biar anak anak yang bawa pulang ke rumah.'' ucap Adam seraya menggendong putri kecil nya raya. Berjalan menuju mobil nya.


''Mas Adam tadi pergi ke restoran mana.'' tanya Yuna tanpa menaruh rasa curiga.''


''Kan tadi aku sudah bilang yang di pinggiran kota.'' jawab Adam


''Oh iya aku lupa.''


Adam melajukan mobil nya menuju salah satu mall di kota jakarta. Untuk menepati janjinya pada ke dua buah hatinya yang akan mengajak mereka berdua bermain di time zon sesampai nya di mall Adam membawa mereka langsung menuju tempat tujuan yaitu time zon betapa bahagia nya raya dan juga Reyan. Adam menemani putri kecil nya sedang Yuna cukup mengawasi Reyan dari jauh remaja dua belas tahun itu sudah mandiri tidak perlu lagi di temani.

__ADS_1


''Mas Adam boleh aku pinjam ponsel nya.'' tanpa pikir panjang Adam menyerah kan begitu saja ponsel nya.


Yuna tipe istri yang tidak pernah kepo dengan barang pribadi suami nya termasuk isi ponsel suami nya. Yuna hanya pinjam untuk menghabiskan gambar kebersamaan mereka. Beberapa kali Yuna mengambil gambar Adam dan raya berbagai sudut dan juga putra sulung nya Reyan.


(kebersamaan hari ini nyenengin yang tersayang buah hati ku)


Yuna mengunggah foto Adam bersama raya dan juga Reyan di status wasup Adam. Dan juga Ig nya.


''Capek kita makan dulu yuk jadi laper.'' tutur Adam yang memang sedari siang tadi belum makan.


Saat di restoran Yuna kembali mengambil gambar Adam dan kedua buah hatinya tampak Adam yang telaten menyuapi raya makan.


(sudah sekolah tapi makan masih di suapi pipi)


Yuna kembali mengunggah status di wasup Adam.


''Makan lah sayang kamu sedari tadi sibuk mengambil gambar kami.'' tutur Adam melihat Yuna sedang asik mengambil gambar bapak dan anak anak nya.


''Momen seperti ini kan jarang mas tidak setiap hari kan.'' jawab Yuna kemudian meletak kan ponsel Adam dan Yuna juga ikut menikmati makanan nya.


''Terserah anak anak saja mau kemana.'' jawab Yuna


''Kita mau kemana lagi kak.'' tanya Adam pada putra sulung nya.


''Kakak tidak kemana mana. Adik tu mau kemana lagi.'' ucap Reyan yang memang tidak tau lagi mau kemana


''Bagai mana kalau kita belanja saja sekalian. Mimi akan telpon bibik di rumah tanya barang apa saja yang ingin disampaikan beli.'' ucap Yuna memberi saran


''Ide bagus itu pasti seru.'' lanjut Adam ikut menimpali


''Yea raya boleh kan beli Snack.'' seru raya girang mendengar mau belanja


''Boleh sayang kamu mau beli apa ambil saja.'' tutur Adam lembut Adam memang selalu memanjakan ke dua buah hati nya.


Masih sama seperti tadi Yuna asik mengambil kebersamaan mereka. Tanpa sengaja Adam menggenggam tangan Yuna tidak mau terlewat Yuna mengambil gambar tangan nya yang di genggam Adam. Lalu mengunggah nya.

__ADS_1


(Semoga kebahagian ini tak lekang oleh waktu karna di setiap momen nya terselip doa doa ku)


Yuna begitu bahagia dapat mengunggah foto tangan nya. Jarang sekali Yuna mengunggah gambar diri nya dam Adam. Karna kejadian dulu saat mereka baru menikah Yuna pernah memposting gambar diri nya dan Adam. Yang langsung membuat Adam sangat marah tidak suka dengan postingan sang istri sejak hari itu Yuna tidak pernah lagi memposting gambar diri nya dan Adam.


''Sayang Kamu tidak belanja sekalian mau beli baju apa tas.'' tanya Adam pada sang istri.


''Tidak usah mas kalau tas sama baju aku bisa beli sendiri karna itu sangat memakan waktu kasian anak anak kelihatan nya sudah capek.'' tolak Yuna


Di lain tempat Dira yang masih kesal dengan kejadian tadi siang semakin kesal dan marah melihat status wasup Adam.


''Oh ternyata ini ya Buru buru pulang bahagia sekali Adam tanpa memikirkan perasaan ku. Aku juga pengen di ajak jalan jalan.'' gerutu Dira kesal


''Sadar diri dong mbak kalau mau di ajak jalan jalan mbak tu siapa hanya istri siri istri simpanan.'' ucap Reyan tak suka mendengar gumaman kakak nya.


''Meski aku istri siri aku juga berhak bahagia reta. Aku juga istri nya.'' ucap Dira


''Bahagia di atas penderitaan istri sah mas Adam.'' ucap Reyan sinis sedari awal memang tidak suka dengan pernikahan kakak nya


''mana ada istri nya Adam menderita buktinya sangat bahagia tu.'' ucap Dira tidak terima.


''Istri nya mas Adam sudah menderita sejak mbak Dira menikahi suami nya. Hanya saja kebusukan Dira dan mas Adam belum ter endus oleh istri mas Adam.''


''Jaga bicara mu reta. Aku kakak mu.'' teriak Dira dengan amarah


''kakak yang tidak bisa mencontoh kan hal baik pada adik adik nya apa seperti itu bisa di sebut kakak.'' jawab reta dengan berani.


''Sudah cukup kalian kenapa sih. Malu di dengar tetangga.'' ucap Bu asih menengahi pertengkaran adik kakak itu.


''Dia yang berbuat kenapa juga kita harus malu Bu.'' sungut reta lagi.


''Sudah Dira sebaik nya kamu pulang saja ke rumah mu. Tenangkan pikiran. Kamu reta masuk lah kedalam kamar mu.'' titah Bu asih pada kedua putri nya yang bersitegang.


Semenjak Dira menikah dengan Adam hubungan nya dengan sang kakak sedikit merenggang tidak seperti sebelum nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2