
''
''
Dua bulan sudah berlalu rumah tangga Adam dan Yuna masih adem ayem Yuna juga tidak menaruh curiga sedikit pun terhadap suami nya. Yuna mengira Adam memang sibuk mengurus seluruh usaha restoran nya yang sudah ada beberapa cabang. Setiap restoran nya memang sangat ramai setiap hari dan banyak pengunjung nya. makanan dari restoran Yuna memang terkenal sangat enak.
''Mas Adam di mana. Aku sama anak anak otw menyusul mas Adam sudah janji kan sama raya mau ngajakin raya ke time zon.'' adam baru saja sampai di rumah Dira kedua nya hendak memadu kasih. Ponsel Adam berbunyi nyaring rupanya Yuna dalam sambungan.
''Sayang kamu langsung ke restoran jalan Mega ya. Aku juga lagi otw ke sana. Ini aku sedang dalam perjalanan. Aku baru saja dari restoran yang ada di pinggiran kota.'' ucap Adam dalam sambungan.
''Oh ya sudah hati hati di jalan mas.'' Yuna menutup telfon nya. Sedang Adam bernafas lega dengan cepat mengenakan pakaian nya kembali.
''Kamu mau kemana dam.'' tanya dira penasaran.
''Dir aku harus kembali sekarang istri dan anak anak ku sudah menunggu ku.'' Dira tampak sangat kesal hasrat yang sudah membumbung tinggi menguap entah kemana. Kedua nya baru saja hendak memulai ritual suami istri.
''Apa tidak bisa di tunda dam. Kamu sudah seminggu lebih Lo tidak kesini.'' tutur Dira dengan wajah yang di buat kesal.
''Dir ku mohon mengerti lah.'' jawab Adam kemudian keluar dari kamar Dira dan mencuci wajah nya.
Dira yang masih di atas tempat tidur tanpa sehelai benang. Melempar bantal ke arah pintu menyuarakan kekesalan nya.
Adam kembali dengan wajah segar mencuci wajah nya kemudian Merapi kan pakaian nya.
''Kamu besok kesini kan Dam.'' tanya dira penuh harap.
''Aku tidak tau Dir. Besok hari Minggu waktunya aku bermain dengan anak anak.'' jawab Adam lagi
''Bagai mana dengan hari Senin.'' tanya Dira lagi.
__ADS_1
''Kita lihat jika restoran tidak ramai. Aku akan kesini.'' jawab Adam lagi.
''Restoran mu selalu ramai dam.'' lanjut Dira dengan wajah di tekuk nya.
''Dir mengerti lah aku sudah berusaha menyempatkan waktu ku kesini.'' mendengar ucapan Adam Dira semakin kesal yang meminta nya untuk selalu mengerti.
''Aku yang harus selalu mengerti ke adaan Dam. Jujur saat ini aku sangat kesal di saat kita sedang memadu kasih melepas rindu berhari hari kita tidak bertemu sudah ada gangguan.'' seru Dira lagi
''Sudah Dir kita bicara nanti. Dan ingat tunggu aku menghubungi mu jangan pernah menghubungi ku terlebih dulu. Apa lagi di malam hari.'' ucap Adam seraya mengenakan jaket nya tanpa pamit Adam buru buru pergi takut Yuna dan anak anak sedang menunggu nya lama.
Dari ke jauhan Bu asih melihat Adam yang terburu buru menaiki mobil nya dan pergi.
''Ada apa dengan Adam kenapa buru buru. Apa Adam dan Dira berantem.'' batin Bu asih perlahan mendekati rumah mah putri nya.
''Dir.'' panggil Bu asih pelan seraya membuka pintu yang tak tertutup rapat.
''Adam kenapa buru buru Dir. Bukan nya baru datang.'' tanya Bu asih penasaran
''Di telpon istri nya.'' jawab Dira jutek masih dengan nada kesal nya
''Oh ibu kira ada apa. Ibu takut bertengkar dengan mu.'' lanjut Bu asih cuek
''Hampir sepuluh hari Adam tidak kesini Bu. Baru juga datang belum ada setengah jam sudah pergi lagi. Ke sini lagi nanti juga tidak tau kapan bisa jadi seminggu lagi.'' jawab Dira bersungut sungut.
''Wajar Dir kamu hanya istri siri istri simpanan.'' lirih Bu asih.
''Ya tidak begitu juga Bu se harus nya Adam bisa membagi waktu nya sedikit aku juga istri nya. Ucap Dira lagi
''Itulah kenapa ibu tidak setuju kamu menikah dengan Adam. Pria beristri. Tapi apa kamu bilang kamu sanggup jadi yang ke dua sekalipun itu hanya simpanan. Ya seperti ini resikonya jangan marah jika Adam lebih mementingkan istri sah nya dan juga anak anak nya.'' lanjut Bu asih mencoba menasehati putri nya.''
__ADS_1
''Tapi ini keterlaluan Bu kurang mengerti apa Dira. Ke sini hanya satu dua jam itupun tidak pasti seminggu sekali pun belum tentu. Seharus nya Adam punya waktu sendiri buat aku minimal dua hari menginap di sini dalam seminggu. Aku tidak apa apa.'' sungut dira lagi
''Dari awal Adam juga sudah bilang jangan marah jika waktu Adam lebih banyak dengan keluarga nya kamu yang memaksa untuk menikah.''
''kenapa ibu jadi lebih membela Adam. Seharus nya ibu membelaku aku hanya meminta waktu nya sedikit.'' Dira sedikit kesal dengan sikap ibu nya.
''Bukan nya ibu membela Adam Dir. Ibu bisa merasakan apa yang kamu rasakan sekarang. Justru ibu memikir kan kebahagian mu. Kalau hanya sekedar status. seandai nya kamu tidak berjodoh dengan Adam lalu bercerai memang nya apa yang kamu dapat sama saja surat cerai pun kamu tidak akan punya. Karna kamu hanya menikah secara siri berbeda kalau pernikahan mu terdaftar secara negara.'' terang Bu asih.
''Setidak nya Dira bisa ngomong Dira pernah menikah bu meski secara siri.'' jawab Dira
''Ya kalau begitu apa beda nya. Kamu menikah atau tidak kamu juga bisa bilang sudah pernah menikah secara siri. pasti ada pria yang bisa menerima kamu apa ada nya Dir. tidak harus merusak rumah tangga orang seperti ini meski kamu dam Adam saling mencintai.'' tutur Bu asih lagi.
''Rumah tangga Adam masih baik baik saja Bu.'' lirih dira.
''Iya karna istri nya belum tau keberadaan mu kalau tau bagai mana dan ibunya Adam juga.'' lanjut Bu asih.
''Dira tidak tau Bu.''
''Karna itu kamu yang harus banyak mengalah dan bersabar biar Adam saja yang mengurus istri nya mengatur waktu agar pernikahan kalian tidak ketahuan istri nya Adam.''
Dira terdiam ini lah konsekuensi nya tidak bisa bebas memadu kasih dengan Adam. posisi Dira sekarang tidak lebih seperti tempat pelampiasan saja. Adam datang sebentar lalu pulang dua bulan mereka menikah belum pernah sekalipun asam menginap di rumah Dira. Hanya datang melampiaskan hasrat lalu pergi.
''kamu sudah makan.'' tanya Bu asih pada putri nya
''Belum Bu. Aku tadi mau makan sama Adam tidak jadi. Itu Adam ada bawakan makanan dari restoran nya. ibu bawa saja ke rumah ibu untuk reta dan Aldi makan aku sendiri tidak akan habis.''
Bu asih sangat tidak tega melihat putri sulung nya menikah dengan Adam juga tidak bisa menjamin kebahagiaan nya. Tidak menikah dengan Adam Dira menjadi pendiam dan sering murung apa yang harus Bu asih lakukan kenapa kisah nya dulu dengan pria yang di cintai nya terjadi pada Dira putri sulung nya.
Bersambung
__ADS_1