Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
mempertahan kan mu


__ADS_3

''


''


Saat adam sampai di rumah nya dia tidak melihat mobil istri nya. Adam berfikir dengan keras kemana istri nya itu pergi. Sea ya Adam teringat sea sahabat istri nya itu. Adam melajukan mobil nya menuju rumah sea. Sesampai nya di sana ternyata benar Adam melihat mobil istri nya terparkir di depan rumah sahabat nya. Adam menunggu sampai istri nya tampak keluar di temani sahabat nya.


Adam mengikuti mobil istri nya yang seperti nya menuju rumah mereka.


Begitu sampai di rumah Yuna mencoba bersikap seperti biasa.


''Mimi mana roti nya.'' raya datang menagih roti pesanan nya.


''Maaf sayang Mimi tidak sempat beli. Tadi ban mobil Mimi bocor Mimi Ke Bengkel dulu untuk memperbaiki nya.'' ralat Yuna


''Ya sudah tidak apa apa tapi besok belikan ya.'' Yuna mengangguk pelan dan berusaha menampil kan senyum manis nya.


''Mimi naik dulu mau bersih bersih.'' pamit Yuna kemudian menaiki tangga menuju kamar nya.


Sedang di Adam juga perlahan memasuki rumah nya. Bercengkrama sebentar dengan putra dan putri nya. Kemudian menaiki tangga menyusul sang istri yang lebih dulu berada di kamar nya.


Yuna yang baru selesai mandi melihat suami nya berdiri di ambang pintu.


''Mandi lah mas air nya sudah ku siap kan.'' ucap Yuna pelan seraya menyerah kan handuk pada Adam.


''Sayang kita perlu bicara.'' lirih Adam takut istri nya menolak seperti sebelum nya.


''Mas Adam tidak perlu menjelas kan apa apa aku yang harus ber terimakasih untuk semua nya. Mas Adam sudah dengan baik pura pura menerima pernikahan kita. Pura pura mencintai dan menyayangi ku.


''Sayang bukan seperti itu.'' lirih Adam menyela


''Terimakasih juga atas panggilan sayang nya selama ini. yang mungkin itu juga palsu. Apa mas Adam bahagia sudah bisa menikah dengan kekasih mu dulu. Oh ya selamat atas pernikahan nya.'' tutur Yuna pelan dengan wajah datar nya.


''Sungguh semua tidak seperti itu. Maaf kan aku.'' Adam memeluk erat tubuh yang sudah seminggu lebih tidak pernah memeluk nya ketika tidur.


''Aku yang seharus nya minta maaf. telah mendua kan mu. menghancurkan kepercayaan mu menyalakan api di rumah tangga kita. Sungguh aku tidak berniatan dan tidak dengan sengaja. Semua karna terpaksa.'' lirih Adam di pundak Yuna

__ADS_1


''bukan kah kalian saling mencintai mas kenapa harus terpaksa melakukan nya.'' lirih Yuna


''Dulu kami saling mencintai. Seiring berjalan nya waktu hidup ku susah ada kamu. Maaf kalau aku terlambat menyadari perasaan ku pada mu. Sungguh aku mencintai mu. maaf kan pria bodoh yang tidak pernah menyatakan cinta nya pada sang istri ini.''


Yuna hanya diam menerima pelukan hangat suami yang sudah seminggu lebih ini tak ia rasakan. Dapat yuna rasakan tubuh Adam yang bergetar pundak nya juga terasa basah.


''Sekarang apa yang akan mas Adam lakukan.'' tanya Yuna pelan


''Aku akan mencerai kan nya setelah.''


''Anak kalian lahir. Dira mengatakan hal yang sama pada ku saat kami makan bersama di cafe. setelah bercerai bagi ku sama saja kalian masih terhubung dengan alasan anak itu.'' terang Yuna


''Itu permintaan Dira sendiri.''


''Jadi kalau Dira tidak meminta cerai mas Adam tidak akan menceraikan nya dan membuat ku mengerti dan menerima Dira sebagai maduku apa seperti itu mas.'' sela Yuna dengan cepat


''Tidak.''


''Lalu tetap menyembunyikan pernikahan kalian di belakan ku. Jika seperti itu lepas kan saja aku mas. Hidup lah dengan bahagia dengan selingkuhan mu itu'' Adam diam tidak menjawab.


''Sungguh aku tidak ingin ke kehilangan mu dan anak anak.''


''Beri aku waktu menyelesaikan semua. Setelah nya kita akan kembali hidup seperti semula hanya ada aku kamu dan anak anak kita.'' tutur Adam


''tapi rasa ku susah tak lagi sama mas.''


''Beri aku waktu.'' lirih Adam lagi.


''Mandi lah mas. Segarkan tubuh dan pikiran mu.'' Yuna melepas pelukan Adam ia tak ingin larut dengan perasaan cinta nya dan memaaf kan Adam begitu saja.


''Berjanjilah sayang kamu akan tetap berada di samping ku.'' ucap Adam lagi


''Aku hanya manusia biasa mas. Yang mungkin semakin terbakar jika api itu tak segera padam. Apa kamu ingin melihat ku hancur menjadi abu.'' Adam menggeleng dengan cepat.


''Tidak itu tidak akan terjadi. Aku akan menyelamat kan semua nya sebelum semua hancur menjadi abu.''

__ADS_1


Yuna tidak begitu saja percaya dengan ucapan Adam. Luka yang Adam toreh kan terlalu dalam. Bertahan atau bercerai dua pilihan yang sama sama sulit di lakukan


Adam memasuki kamar mandi untuk memulai ritual mandi nya. Menyegarkan badan dan pikiran nya


Sedang Yuna kembali memulai rutinitas nya sebagai istri menyiap kan semua keperluan Adam. Rutinitas yang beberapa hari ini tidak ia lakukan.


''Kita lihat saja mas sejauh mana usaha mu mempertahan kan aku. Jika bersungguh sungguh mempertahan kan rumah tangga kita aku juga akan bertahan di samping mu.'' Yuna berkata dalam batin nya. Menunggu bukti atas ucapan Adam.


Adam keluar dari kamar mandi dan memasuki ruang ganti baju. Pemandangan yang seminggu ini tidak ia lihat kini kembali seperti semula di mana Yuna sudah menyiap kan semua keperluan nya. Adam tersenyum hatinya kembali menghangat


Sedang Yuna sudah di bawah menyiap kan makan malam untuk sang suami Yuna tau suami nya itu belum makan.


''Yun kalian sudah makan. Maaf ibu dan anak anak sudah makan duluan.'' ucap Bu Diah tidak enak hati.


''tidak apa apa Bu.''


''Kamu tadi dari mana.'' tanya Bu Diah penasaran


''Yuna melihat mas Adam dengan wanita itu di toko roti Bu.'' ucap Yuna


''Lalu apa yang terjadi Yun. Apa kalian bertengkar.'' tanya Bu Diah penasaran.


''Tidak Bu Yuna tidak akan melakukan hal yang akan merendah kan harga diri Yuna. Karna Yuna sudah menyiap kan hari ini cepat atau lambat Yuna pasti akan bertemu dengan wanita itu.'' terang Yuna.


''kamu benar Yun. menurut mu apa cantikan kamu ke mana mana.'' ucap Bu Diah


''Yuna mengenal wanita itu Bu. Dia sahabat yuna nama nya Nadira.'' terang Yuna. Bu Diah menatap menantu nya itu tidak percaya.


''Kamu tidak bercanda Yun.'' Yuna menggelengkan kepala nya.


''Kami sering bertemu dan membahas hal ini Yuna juga menasehatinya Bu. Sebenar nya Dira gadis baik. Karna cinta nya membuat Dira buta dan rela menjadi istri kedua. Asal bisa menikah dengan mas Adam. Tanpa Yuna dan Bu Diah tau Adam mendengar kan pembicaraan dua wanita kesayangan nya itu


''Lalu apa yang akan kamu lakukan yu.'' tanya Bu Diah lagi


''Yuna tidak tau Bu. lirih Yuna sendu

__ADS_1


Mencoba terlihat tegar meski hatinya hancur mendapat dua penghianatan sekaligus dari sahabat dan suami nya. Yuna juga tidak bicara pada ibu mertua nya jika sebenar nya Dira sudah hamil ibu mertua nya itu pasti akan shock berat


Bersambung


__ADS_2