
''
''
Setelah menunggu beberapa waktu pintu ruang UGD perlahan terbuka menampil kan pria berjas putih. Yang langsung di sambut oleh Adam dan menanyakan keadaan Dira.
''Bagai mana keadaan pasien dok.'' tanya Adam dan juga bu asih yang ikut berdiri dari duduk nya.
''Pasien mengalami shock berat. di tambah lagi kandungan nya yang cukup lemah. Harus istirahat total. Jangan membebani pikiran pasien. Karna akan berakibat buruk pada kandungan nya. Untuk saat ini biar pasien di rawat dulu di sini beberapa hari.'' terang dokter panjang lebar.
''Apa kamu boleh melihat nya sekarang dok.'' sela Bu asih tidak sabar ingin melihat keadaan putri nya.
''Tunggu sampai pasien di bawa ke ruang rawat nya ya Bu. Sebentar sedang di siap kan oleh perawat.'' jelas dokter lagi.
Bu asih mengangguk mengerti tak berapa lama beberapa perawat mendorong brangkar milik Dira menunju ruang rawat nya
''Kamu di sini dam. Bagai mana keadaan Yuna apa kamu sudah menjemput nya pulang.'' tanya Dira dengan suara nya yang masih lemah wajah nya juga masih tampak pucat.
''yuna baik baik saja di rumah. Pikir kan dulu keadaan mu Dir jangan pikir kan hal yang lain.'' ucap Adam lagi.
''Aku sudah tidak apa apa, kamu pulang lah sekarang Yuna di rumah menunggu mu. Maaf ya untuk yang tadi malam aku sudah membuat Yuna pergi dari rumah.'' lirih dira lagi.
''Sudah lah Dir tidak perlu minta maaf. Semua sudah terjadi Yuna baik baik saja. Sekarang pikir kan dirimu dan kandungan mu.'' ucap Adam lagi.
''Tetap saja aku kepikiran Yuna. semoga suatu saat Yuna memberi ku kesempatan untuk minta maaf pada nya.'' lanjut Dira lagi.
Bu Diah diam mendengar kan pembicaraan Dira dan Adam, kenapa takdir seakan mempermainkan hidup putri nya Dira sudah merusak hubungan rumah tangga orang lain terlebih lagi sahabat nya sendiri. Siapa yang tidak kenal Yuna. Yang dahulu sering bermain di rumah nya
__ADS_1
''Secepat nya kamu ceraikan aku dam. Agar rasa bersalah ku terhadap Yuna dan ibu mu tidak berlarut larut.'' lirih dira dengan air mata nya yang sudah mulai mengembung
''Aku tidak bisa meninggal kan mu sekarang Dir. terlebih lagi dengan keadaan mu sekarang.'' tolak Adam
''Yang Dira ucap kan benar nak Adam. ibu juga merasa sangat bersalah pada istri mu Yuna. ibu sangat mengenal baik istri mu. biarlah Dira disini bersama ibu dan adik adik nya Dira juga masih ada.'' sela Bu asih
''Adam tau dan mengerti Bu. Adam tidak akan meninggal kan Dira dalam keadaan seperti ini. Biar kan Dira melahir kan bayi nya dulu. Setelah itu Adam akan membicarakan soal bayi nya dira pada Yuna.''
''Tidak dam jangan Bebani Yuna dengan bayi ini. Biarkan aku sendiri yang akan merawat nya. Aku tidak akan meminta Yuna untuk menerima bayi ku. Sudah cukup aku menyakiti perasaan nya.''
tolak Dira hati kecil nya masih ingin bersahabat dengan Yuna tidak ingin hubungan. yang seperti sekarang bahkan Yuna enggan menatap diri nya. Dira berfikir sangat keras bagai mana cara nya memperbaiki hubungan nya dengan Yuna dan juga sea
''Tetap aku tidak bisa meninggal kan mu dengan keadaan seperti ini.''
kekeh Adam memastikan Dira baik baik saja terlebih dulu Adam merasa Dira masih membutuh kan nya. Walau bagai mana pun Dira masih istri nya terlebih lagi bayi di antara mereka.
jujur Dira juga masih ingin bersama Adam. Menikmati sisa waktu menyandang status sebagai istri dari pria yang teramat Dira cintai. Meski sebatas istri siri. Ingin juga merasakan menjadi istri selayak nya hidup berdampingan siang dan malam bermesraan tanpa harus memikir kan wanita lain.
Dira kembali terlelap setelah makan dan minum obat, dokter melarang nya bergerak meski hanya duduk kandungan nya benar benar sangat lemah. Mengharuskan Dira istirahat total.
''Bu Adam pamit dulu maaf Adam tidak bisa menemani Dira. Besok Adam akan kesini lagi.'' ucap Adam pelan
''Pulang lah nak Adam Dira tidak apa apa. Disini masih ada ibu dan Bu Ani, nanti reta juga pasti akan kesini. Nak Adam jangan kuatir.'' ucap Bu asih sangat mengerti dengan keadaan Adam masih ada istri lain yang harus Adam perhatikan bukan hanya istri tapi juga anak anak nya.
Sebelum pulang Adam menemui dokter yang menangani Dira terlebih dulu
''Selamat siang dok.'' sapa Adam ramah
__ADS_1
''Siang silahkan duduk pak Adam.'' ucap dokter itu juga ramah.
''dokter apa yang di lakukan untuk menguat kan kandungan pasien.'' tanya Adam pelan
''Begini pak Adam. kandungan lemah ketika ibu hamil mengalami. Inkopetensi serviks atau kandungan lemah. Kondisi ini merupakan salah satu kompilasi kehamilan yang berakibat serius. Pasal nya ketika rahim ibu hamil lemah. Maka resiko mengalami kelahiran bayi prematur. bayi mati di dalam atau keguguran di trimester kedua akan meningkat.'' jelas dokter panjang lebar.
''Apa yang harus di lakukan untuk mencegah itu semua dok.'' tanya Adam lagi.
''Ibu hamil yang mengalami hal ini. Harus banyak istirahat dilarang banyak pikiran dan stres berlebihan. Selain minum obat, Banyak konsumsi buah sayur dan makanan yang mengandung banyak zat besi. Memang harus ektra menjaga nya pak Adam. Jelas dokter lagi.
''Saya mengerti dok.'' jawab Adam pelan
Tidak tau harus berbuat apa pasal nya Adam tidak bisa dua puluh empat jam bersama Dira walau bagai mana pun Dira juga istri nya. Bagai mana dengan Yuna dan anak anak jika Adam bersama Dira menunggu nya di saat Dira juga membutuh kan diri nya. Di lema jelas dirasakan Adam sekarang.
Sesampai nya di rumah Bu Diah sudah mencerca Adam dengan berbagai pertanyaan. Kemana saja Adam pergi.
''Bu Adam tadi.''
''Menemani selingkuhan nya Bu.''sela Yuna cepat seakan memang sudah tau suami nya itu sedang bersama istri siri nya.
''Benar begitu dam.'' tanya Bu Diah penuh selidik.
''Dira di larikan ke rumah sakit.'' jawab Adam jujur ada nya
''Kenapa apa dia sudah ke guguran.'' ucap Yuna ketus tidak lagi menutupi keadaan Dira pada ibu mertua nya
''apa..? Wanita itu hamil dam.'' Bu Diah tampak sangat kaget. ''keterlaluan kamu dam. kamu bilang terpaksa menikahi nya karna wanita itu memaksa mu. Apa menghamili ya juga terpaksa.''
__ADS_1
Bu Diah tampak sangat kecewa. Dari sekian banyak kejutan yang putra nya berikan berita kehamilan Dira sangat melukai hati nya bagai mana dengan Yuna.
Bersambung