Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
terserah semesta


__ADS_3

''


''


''


hari berganti waktu tak terasa begitu cepat berlalu, hari ini Yuna menemani putra sulung nya di acara kelulusan SMP Yuna sangat bangga putra sulung nya itu mendapat nilai terbaik di sekolah nya, bukan hanya reyan raya juga sama


''Mimi bangga sama kamu kak,'' ucap Yuna di dalam mobil,


''jangan dulu senang mi, reyan masih mau masuk SMA siapa tau waktu SMA nanti banyak siswa dan siswi yang lebih dari reyan kecerdasan nya,'' tutur reyan merendah di depan ibu nya


''Iya Mimi tau, apa pun itu tetap lah jadi diri sendiri sekarang kakak sudah besar Mimi anggap kakak sudah lebih dewasa dalam segala hal bijak lah membuat keputusan di sekolah atau pun dimana saja jika ada sesuatu yang sekiranya kakak masih bimbang bisa cerita sama Mimi, seperti biasa nya Mimi siap mendengar cerita kakak anggap saja Mimi ini temen kakak,'' terang Yuna memberi sedikit nasehat nya pada sang putra,


''Iya mi, tapi reyan masih boleh kan latihan basket mungkin nanti di SMA reyan mau ikut ektra,'' ijin nya pada sang ibu


''Terserah itu kan hobi kakak kalau memang suka ya jalani saja, asal semua positif tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,'' jelas Yuna,


tak terasa mobil Yuna sudah sampai di restoran nya, tempat tinggal nya selama ini tepat di samping restoran rumah kecil Yuna dan anak anak nya, begitu masuk rumah raya sudah berteriak sambil menunjuk kan nilai rapor nya pada sang kakak,


''Kak lihat raya juara satu lho,'' ucap nya bangga,


''Wah selamat ya, pertahan kan dek rajin rajin lah belajar jangan berbangga diri dulu, tetap lah jadi dirimu sendiri,'' raya tersenyum dan mengangguk kemudian adik kakak itu saling berpelukan


''Sekarang kamu kelas lima dik,'' ucap reyan melepas pelukan nya,


''Dan kak reyan Masuk SMA ya kan,'' reyan hanya mengangguk dan tersenyum,


''Ganti baju mu dulu kak, setelah ini kita makan siang bersama,'' seru bik Jumi menata hasil masakan nya di atas meja, sedang Reyhan sudah tampak makan duluan dengan di suapi pengasuh nya Mbak Irma, Yuna datang dengan membawa semangkuk sup dari dapur restoran nya


''Bik ini sup nya bibik makan lah dulu sama anak anak aku nasih mau bantu di dapur restoran,'' ucap Yuna kemudian berlalu kembali ke restoran rutinitas Yuna setiap hari berada di dapur restoran nya kala sedang rame, apa lagi ini jam makan siang


''Mimi mana bik,'' tanya reyan kala tidak melihat ibu nya di meja makan,

__ADS_1


''Biasa Mimi masih bantu di dapur restoran,'' terang Irma


''Mbak Irma sudah makan,'' tanya raya


''raya sama kakak makan saja dulu Mbak Irma nanti gantian sama bibik kalau semua makan siapa yang jaga adik,'' jawab pengasuh Reyhan itu,


raya dan reyan mulai menyantap makan siang nya bersama bik Jumi, tidak ada sekat antara mereka bik Jumi dan irma sudah di anggap keluarga sama Yuna mereka selalu makan bersama satu meja, hampir empat tahun bik Jumi menemani Yuna


''Irma makan saja bareng bareng, sini biar Reyhan sama aku,'' ucap Yuna yang baru datang


''Mbak Yuna saja dah yang makan dulu, biar saya nanti saja gantian sama bik Jumi,'' tolak Irma tidak enak hati,


''Sudah makan saja aku masih kenyang tadi saat masak banyak ngicipi masakan,'' ucap Yuna juga menolak untuk makan Irma ikut bergabung dengan bik Jumi dan juga anak anak menyantap makan siang nya,


''Raya susah selesai,'' ucap raya kemudian meninggal kan meja makan berjalan menghampiri Mimi nya, tak berapa lama reyan juga tampak berjalan menghampiri kedua adik dan ibu nya,


''Kakak sama adik sudah ada rencana belum mau liburan ke mana,'' tanya Yuna pada kedua buah hati nya,


''Raya juga sama gak tau mau pergi berlibur kemana,'' sambung raya,


''Apa kalian ingin pergi ke rumah..!


''Tidak..!


Jawab raya cepat menyela ucapan Mimi nya, setelah itu bergegas menuju kamar nya dan sedikit kasar saat menutup pintu kamar nya,


''Kak tolong jaga adik Reyhan sebentar biar Mimi bicara dulu sama raya, Maksud Mimi tadi kerumah Untie sea,'' terang Yuna kemudian menyusul raya di kamar nya


''Tok tok ''


''Raya apa Mimi boleh masuk,'' tidak ada sahutan dari dalam namun Yuna tetap saja masuk ke kamar putri nya


''Raya kenapa tidak mendengarkan dulu Mimi mau bicara apa Mimi tadi belum selesai bicara,'' ucap Yuna lembut

__ADS_1


''Mimi tau kan raya tidak mau ke rumah kita yang dulu,'' lirih raya sambil menatap ke luar jendela


''Mimi tau maksud Mimi ke rumah untie sea, sesekali pergilah kesana selalu nya Untie sea yang datang mengunjungi kita,'' tutur Yuna lembut


''Siena bilang liburan nanti mau ke Disneyland ke luar negri,'' ucap raya raut wajah nya juga masih tampak cemberut,


''Ya sudah bagai mana kalau kita ke Bali saja,'' usul Yuna masih dengan nada nya yang lembut, raya tidak menjawab tatapan nya masih di luar jendela


''Bagai mana mau tidak,'' tanya Yuna lagi, raya berbalik memeluk ibu nya dengan hangat bahu nya bergetar menahan tangis


''Kenapa menangis,'' tanya Yuna lagi


''Sebenar nya raya ingin pulang raya rindu dan kangen sama nena tapi raya tidak suka Tante itu,'' lirih raya dalam pelukan Yuna


''Untie sea sudah pernah bilang kan pipi sudah tidak dengan Tante itu,'' jelas Yuna suara nya pelan dan juga lembut


''Untie sea tidak bohong kan tapi raya sudah pernah melihat nya sendiri,'' lirih raya lagi,


''Itu sudah sangat lama sayang, bisa jadi saat itu mereka hanya kebetulan bertemu, seperti raya kemarin tidak sengaja bertemu dengan teman sekolah raya waktu itu,'' terang Yuna,


''Tidak,! mereka sangat akrab dan memasuk kan belanjaan nya bersama kedalam bagasi mobil, mereka memang bersama dan belanja bersama mi,'' jelas raya dengan nada kesal


'' kita liburan ke Bali saja ya, raya pasti butuh liburan tahun depan Mimi akan rajin menabung lagi kita bisa pergi ke Disneyland seperti Siena,'' bujuk Yuna lagi


''Bibik dan Mbak Irma ikut kan,'' ucap raya


''Pasti bibik dan Mbak Irma adalah keluarga kita,'' raya mengangguk cepat tanda setuju dengan usul ibu nya,


''Jadilah putri Mimi yang manis jangan cepat kesal dan cemberut,''


terserah semesta saja bagai mana baik nya,


Yuna bernafas lega setelah bisa membuat raya tersenyum kembali sudah sering Yuna mencoba menjelaskan keadaan pipi nya, namun raya selalu tidak percaya dan ber Ahir kesal dan cemberut lalu mengurung diri di kamar

__ADS_1


__ADS_2