Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
mengabaikan


__ADS_3

''


''


Tidak seperti pagi biasa nya Yuna absen menyiap kan keperluan Adam wanita cantik itu malah membantu putri nya bersiap untuk ke sekolah pekerjaan yang biasa nya bik jumi lakukan.


''Ayo pakai ikat pinggang nya sayang setelah ini Mimi akan menyisir rambut mu.'' Yuna berkata penuh kelembutan


''Mimi kenapa membantu raya. nanti pipi bagai mana.'' tanya raya dengan polos nya.


''Pipi bisa sendiri.'' jawab Yuna pelan dari celah pintu Bu Diah melihat dan mendengarkan percakapan ibu dan anak itu.


''Sepertinya Yuna benar benar sangat marah sama Adam kesalahan apa yang Adam perbuat sampai Yuna Semarah itu.'' Bu Diah hanya bisa diam dan bertanya dalam hati


Selesai membantu putri nya bersiap Yuna membawa raya keluar dari kamar putri nya


''Ibu di sini.'' Yuna kaget melihat keberadaan ibu mertuanya yang berdiri di depan pintu kamar putri nya


''Ibu mau turun. Kebetulan ibu melihat mu di kamar raya tidak biasa nya.'' Bu Diah mencoba memancing. Menunggu jawaban apa yang akan di berikan Yuna.


''Mas Adam masih mandi Bu. Yuna hanya melihat raya sebentar.'' jawab Yuna dengan lugas


''Raya turun sama Nena ya. Mimi mau mandi dulu.'' raya mengangguk dan menarik tangan sang nenek untuk turun. Sebelum masuk ke kamar nya Yuna terlebih dulu melihat putra nya


''Reyan sudah selesai.'' Reyan menoleh ke sumber suara.


''Sudah mi ini tinggal memasuk kan buku saja.'' Reyan memasukan buku pelajaran hari ini ke dalam tas nya.


''Ya sudah segera lah turun adik dan pipi pasti sudah menunggu mu.'' Reyan mengangguk dan bergegas turun menyusul adik nya


Yuna bergegas masuk kedalam kamar nya mengira Adam sudah turun seperti biasa nya sengaja Yuna ingin menghindar dari suami nya itu.


''Sayang tolong di mana bajuku.'' Adam masih duduk di pinggiran ranjang dengan badan dan rambut nya yang masih basah.

__ADS_1


Tanpa menjawab Yuna membuka lemari pakaian Adam tanpa mengambil isi nya kemudian membuka laci tempat underwear. laci ikat pinggang kaos kaki dan yang lain nya semua keperluan Adam tanpa mengambil isi nya.


Adam memperhatikan istri nya itu yang memang tidak seperti biasa nya tanpa bicara lagi Yuna membawa baju ganti nya dia juga hendak mandi.


''Sayang tunggu.'' Adam menghentikan langkah kaki Yuna.


''Jangan seperti ini. Jangan mengabaikan ku men diam kan ku. Karna itu dengarkan semua penjelasan ku.'' Yuna berlalu pergi dan masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukan Adam yang belum selesai bicara.


''Sayang..? ya tuhan.'' Adam tampak frustasi istri nya itu benar benar mengabaikan nya tidak seperti biasa nya Yuna menantu Adam dari mengeringkan rambut dan badan Adam yang masih basah sampai membantu Adam mengenakan pakaian nya.


Di kamar mandi Yuna kembali menangis di bawah guyuran air. Hatinya rapuh saat sendiri selama ini sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk suami dan anak anak nya untuk keutuhan rumah tangga nya namun begitu mudah nya Adam menghancur kan nya.


Yuna keluar dari kamar mandi baju nya sudah rapi. tinggal mengeringkan rambut nya


''Sayang.'' Adam memeluk istri nya itu dari belakang


''Lepas mas.'' berontak Yuna sekuat tenaga mencoba melepas lilitan tangan Adam. Namun Adam enggan melepas nya malah semakin erat.


''Kamu ingat kemarin kamu sangat nakal. Kenapa sekarang seperti ini. Oyom kita ulangi yang kemarin.'' bisik Adam di telinga Yuna. Tanpa memperdulikan ocehan Adam Yuna menyalakan kembali hairdryer yang masih di pegang nya.


''Aku tidak butuh penjelasan mu mas. Apa pun alasan mu tidak merubah apa pun kamu tetap berselingkuh. Punya wanita lain di belakang ku. Apa kamu ingin aku menerima wanita itu dan hidup berdampingan. Jawaban nya tidak.'' jelas Yuna dengan nada yang sangat tegas.


''Sayang.''


Adam menatap nanar punggung sang istri yang sudah tertelan pintu kamar nya. Kemudian menatap seisi kamar piyama Adam bekas pakai tadi malam berserakan biasa nya Yuna akan memunguti satu persatu tanpa protes atau mengeluh bahkan bibirnya masih bisa tersenyum melayani Adam dengan lemah lembut dan penuh cinta. Pagi ini kamar itu seperti kapal Karam lemari di ruang ganti baju juga terbuka sana sini. bukan hanya kamar itu yang seperti kapal Karam tapi rumah tangga nya juga hampir karam.


''Yun anak anak sudah berangkat dengan supir Adam lama sekali turun.'' ucap Bu Diah begitu melihat menantu nya menuruni tangga.


''Iya Bu tidak apa apa.'' jawab Yuna singkat suasana hatinya sedang tidak baik baik saja.


''Adam mana yun.'' tanya Bu Diah lagi tidak melihat Adam turun bersama menantu nya itu biasa nya suami istri itu turun bersama


''Masih di atas Bu.'' jawab Yuna apa ada nya

__ADS_1


Tidak lama kemudian tampak Adam menuruni tangga.


''Pak Adam ini baju nya gak sesuai.'' seru bik jumi dengan polos nya Yuna dan Bu Diah juga ikut melihat apa yang Adam kenakan


''Ini celana bahan atasan nya kemeja pakai jaket denim. kenapa gak pakai dasi sekalian pak.'' ucap bik jumi ceplas ceplos


''Iya bik stylish ku libur hari ini aku ambil baju sendiri.'' ucap Adam sedikit mengeraskan suara nya berharap Yuna mendengar


Bik jumi yang mengerti hanya diam perubahan Yuna bukan hanya Bu Diah yang menyadari bik Jumi juga tau.


''Sarapan dulu dam.'' ucap Bu Diah saat Adam menghampiri meja makan sedang Yuna masih asik menikmati sarapan nya tanpa memperdulikan Adam.


Adam dan Bu Diah sama sama saling diam menunggu Yuna melayani Adam di meja makan sayang nya Yuna sama sekali tidak menghiraukan kehadiran Adam Yuna terus dengan sarapan nya.


''Ya tuhan kesalahan apa yang kamu buat dam. Istri mu biasa nya sanggup tidak makan asal kamu dan anak anak kenyang.'' batin Bu Diah merasa sesak di dada nya melihat pemandangan di depan nya.


''Ada apa dengan rumah tangga kalian.'' lanjut Bu Diah membatin


''Ibu naik dulu keatas seperti nya ibu sakit kepala.'' Bu Diah meninggal kan meja makan


''Sayang makanan ku mana.'' tanya Adam dengan lembu berusaha bersikap seperti biasa nya


Tanpa menjawab Yuna bangun dari duduk nya berlalu pergi meninggal kan meja makan. Adam segera menyusul istri nya itu.


''Sayang dengar kan penjelasan ku dulu, Kamu tidak bisa mendiam kan ku seperti ini.'' Adam benar benar merasa tidak nyaman saat Yuna mendiam kan nya rasa nya seperti ada yang aneh seperti kehilangan separoh jiwa nya.


''Sudah berapa kali ku bilang aku tidak mau mendengar penjelasan mas adam.'' Yuna dengan cepat masuk kedalam mobil nya


Dari balik jendela Bu Diah melihat anak dan menantu nya sedang berdebat.


''Jangan sampai kamu punya wanita lain di belakang putri ku dam. Sungguh ibu tidak rela putri ku sangat baik selama ini. Dia sudah banyak berkorban untuk mu dan ibu.''


Tangis Bu Diah pecah mengingat masa masa sulit mereka di mana Yuna harus bekerja dengan keadaan hamil menghidupi Adam dan ibu nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2