Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
Usaha dira


__ADS_3

''


''


Patah hati memang menyakit kan ketika menyadari apa yang di perjuang kan telah berakhir dia sia. Bagi sebagian orang. Patah hati ibarat badai yang mendatang kan hal buruk dan mendatangkan hal baik. Namun tidak bagi Nadira patah hati adalah gumpalan luka dan kekecewaan yang semakin lama semakin membesar. Yang Dira simpan bertahun tahun. Dan karena nya Dira rela berbuat apa pun. meski mempertaruhkan harga diri nya Memaksa Adam untuk menikahi nya. Rela menjadi yang ke dua merusak rumah tangga orang.


Taksi yang Dira tumpangi sudah sampai di depan rumah dua lantai yang cukup besar.


''Benar ini rumah nya pak. Dira masih berada di dalam taksi memastikan


''Menurut yang tertulis di kertas ini neng.'' jawab supir taksi itu


Dengan perlahan Dira turun dari taksi berdiri tepat di depan pintu besi yang menjulang tinggi. Tidak lupa membayar ongkos taksi dan berterima kasih.


''Rumah nya gedi banget.'' batin Dira. matanya menelisik kedalam pagar besi tampak sepi mobil Yuna maupun Adam tidak tampak di halaman rumah nya.


''Apa Yuna belum pulang ya.'' batin Dira menerka nerka. Tampak ragu tangan nya terulur menekan tombol putih bergambar lonceng


Beberapa kali menekan. Tak berapa lama keluar bik Jumi datang melihat siapa yang menekan bel


''Selamat sore.'' sapa Dira ramah


''Iya mbak ada yang bisa di bantu. Mau cari siapa.'' tanya bik Jumi juga ramah


''Apa Yuna ada di rumah bik.'' tanya Dira dengan ragu


''Bu Yuna ada di kamar nya.'' jawab bik Jumi


''Boleh di panggil Jan bik sebentar saja.'' mohon Dira


''Iya tunggu di sini ya.'' bik Jumi melangkah meninggal kan Dira yang masih menunggu di luar gerbang.

__ADS_1


''Ada tamu bukan nya di suruh masuk dulu. Malah di biarkan berdiri disini. Aku juga istri nya Adam kali.'' gerutu Dira kesal kepala nya mendongak keatas menatap langit yang mulai gelap. Seperti nya akan turun hujan.


di dalam rumah Bu Diah bertanya pada bik Jumi siapa yang datang dan mencari siapa. bik Jumi menceritakan ada seorang wanita datang mencari Yuna


''Siapa wanita itu ya bik.'' tanya Bu Diah penasaran.


''Bik tidak usah memanggil Yuna dia sedang tidur. biar aku saja yang menemui nya.'' tutur Bu Diah kemudian ke luar lewat pintu di dapur yang tembus garasi.


Dari kejauhan Bu Diah melihat seorang wanita berdiri di pinggir pagar. Perlahan Bu Diah menghampiri.


''Maf ada perlu apa ya mencari Yuna.'' tanya Bu Diah tanpa membuka pagar besi itu. Bu Diah takut kalau wanita itu berniat tidak baik karna wanita itu belum pernah datang sebelum nya.


Saat Dira berbalik badan kedua wanita beda usia itu sama sama kaget. Sekian tahun tidak pernah bertemu nyatanya Masing masing tidak melupakan wajah satu sama lain seketika luka lama menyeruak kembali di hati masing masing. Dira mengingat luka lama saat Bu Diah menolak nya untuk menjadi menantu nya


Bu Diah mengingat dengan jelas seperti apa wajah pelakor yang pernah menggoda suami nya. Wajah itu ada di hadapan nya versi Dira. Wajah Dira dan ibu nya tidak jauh berbeda..


''Untuk apa kamu datang kesini. Dasar wanita tidak tau malu. ibu dan anak sama saja ****** nya.'' maki Bu Diah begitu melihat Dira.


''bu aku minta maaf. Aku tidak tau kalau Adam suami nya Yuna.'' ucap Dira membela diri


''tidak tau kamu bilang. setidak nya kamu tau Adam sudah beristri meski kamu tidak mengenal istri nya. pelakor seperti mu memang sengaja menutup mata. Bahkan memaksa Adam untuk menikahi mu. Dengan dalil bertanggung jawab atas perbuatan yang kalian lakukan suka sama suka. Putra ku tidak pernah memaksa mu untuk menyerah kan kehormatan mu. Kamu melakukan itu agar aku merestui mu kan.'' emosi Bu Diah sudah semakin menggebu


Kilatan cahaya berkejaran di angkasa menambah kilatan amarah di hati Bu Diah.


Diara hanya diam menunduk kan kepala nya. Lelehan bening jatuh membasahi pipi nya berbarengan dengan air hujan yang mulai jatuh dari langit.


''Dira mohon Tante. Dira ingin bertemu dengan Yuna Dira ingin minta maaf.'' kekeh Dira


''Pergilah Yuna tidak akan sudi bertemu dengan mu.''


''Dira mohon Tante. Dira tau Dira bersalah karna itu Dira minta maaf.'' mohon Dira

__ADS_1


''Kamu dan ibu mu sama saja. Sudah ketauan baru minta maaf. Terlanjur hati orang sudah sakit. Permintaan maaf mu tidak akan berarti apa apa Dir. Lebih baik kamu pergi saja.


Sedari tadi Dira mencerna ucapan ibu nya Adam yang selalu menyebut ibu nya.


''Aku dan ibu sama saja. Maksud nya apa.'. Dira bertanya tanya.


''tante boleh Dira tanya maksud Tante apa sedari tadi Tante bawa ibu Dira.'' tanya Dira penasaran


''Oh kamu belum tau ya. Pulang dan tanya kan pada ibu mu. Apa ibu mu mengenal Pras Al Fatih. Kalau mengenal bilang sama ibu mu Adam adalah putra nya.'' ucapan Bu Diah masih tidak bisa mengurai jawaban yang Dira ingin kan. Semua masih gamang ada apa di masa lalu dengan ibu.


''Apa ibu menjadi selingkuhan. Ayah nya Adam.'' Dira hanya menerka nerka.


''Dira akan segera bercerai dengan Adam, Tante jangan kuatir karna itu Dira ingin bertemu dengan Yuna dan minta maaf.''


''Ya memang itu yang seharus nya terjadi. bagus lah kalau kamu sadar diri.


Rasa nya Bu Diah ingin sekali menjambak dan mencakar wajah Dira kalau tidak ada sekat penghalang pintu pagar besi itu. Dira di nilai tidak tau malu yang kekeh ingin bertemu dengan Yuna.


Angin bertiup dengan kencang gerimis mulai datang Dira masih diam menunduk di tempat nya.


''Pergilah Dira sebelum Yuna keluar dan lebih lagi mempermalukan mu.'' ucap Bu Diah kemudian berjalan masuk karna hujan mulai turun.


''Tante. Tante.'' Dira masih memanggil manggil ibu nya Adam yang mulai menjauh dari pandangan nya.


''Ada apa di masa lalu. seperti nya ibu nya Adam sangat membenci ibu. Jangan sampai apa yang ada di pikiran ku ini terjadi.'' Dira luruh di lantai posisi nya masih di depan pintu besi itu.


Hujan mulai turun dengan deras nya. Kilat dan Guntur saling bersahutan terasa memekak kan telinga. Dira masih tak bergeming dari tempat nya


menangis meratapi kesalahan nya rasa nya menyesal memang sudah tidak berguna


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2