Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
Titik terang


__ADS_3

''


''


''


kehidupan di dunia jalan nya tidak lah selalu lurus dan mulus, ujian akan hadir di waktu yang tidak di perkirakan datang nya merenggut suka lalu mendekap luka, namun pasti semesta sudah menyiap kan sesuatu yang terbaik di ahir nya dari semua itu justru diri yang lebih berhasil terbentuk


Pagi ini Adam sudah bersiap berangkat menuju kota bandung kepergian nya kesana atas ke inginkan sang ibu yang sudah lama tidak berziarah makam sang suami ayah nya Adam yang di makam kan di kampung halaman sang ayah,


''Ibu sudah siap,'' tanya Adam saat sudah sampai di bawah,


''Sudah ibu sudah siap sejak tadi,'' ucap Bu Diah kemudian berjalan mengekor putra nya menuju mobil,


''Masuk lah Bu,'' ucap Adam membuka kan pintu mobil untuk ibu nya,


''Terimakasih nak,''


Adam melajukan mobil nya sejenak berhenti saat di depan bangunan sarana olah raga yang ada di samping rumah nya semua sudah selesai dan tampak sempurna hanya saja yang suka olah raga belum pulang untuk mencoba nya,


''Semoga anak anak cepat pulang dam,'' lirih Bu Diah menatap nanar bangunan yang baru di bangun itu,


''Semoga saja bu aku sudah sangat merindukan mereka,'' ucap Adam kembali melakukan mobil nya


empat jam kemudian Adam sudah sampai di kota bandung tinggal mencari kampung sang ayah masih di kabupaten bandung, Adam membelok kan mobil nya di sebuah pemakaman


''Kita sudah sampai Bu,'' Adam meregang kan otot otot nya yang terasa sedikit kaku setelah menempuh beberapa jam perjalanan,


''Apa kabar yah maaf lagi lagi kami datang hanya berdua Adam minta doa dari ayah semoga Adam lekas menemukan Yuna dan anak anak agar nanti saat kami kesini bisa dengan Yuna dan anak anak,'' tutur Adam di atas pusara sang ayah,


Sedang bu Diah meletak kan bunga yang di belinya tadi di jalan dan juga menyiram tanah makam yang tampak gersang dengan air yang di bawa nya


Kemudian melantunkan doa doa agar mendiang suami nya itu tenang di alam nya,


''Lihat lah putra mu, menderita beberapa tahun ini, semua karna anak dari mantan selingkuhan mu dulu, merusak rumah tangga putraku,'' tutur Bu Diah dalam hati samb menyeka air mata yang sudah membasahi wajah tua nya,

__ADS_1


Setelah beberapa lama berada di makam sang ayah Adam membawa ibu nya untuk pergi dari pemakaman itu,


''Ibu mau pergi kemana lagi,'' ucap Adam saat sudah menaiki mobil nya


''ibu pengen kulineran dan sudah lama ibu tidak pernah makan makanan khas sini,'' Adam mengangguk dulu saat ada Yuna selalu nya juga seperti itu saat datang ke kota bandung yang di buru pertama kali adalah kuliner nya,


''Kita pergi ke tempat biasa saja ya Bu,'' ucap Adam mengingat tempat yang selalu Yuna kunjungi saat di kota bandung


''Tidak ada tempat yang tidak mengingat kan kita sama Yuna semua tempat favorit nya, makanan nya kita hanya tinggal datang ke sini ke sana semua tempat favorit Yuna,''


''Ya ini benar,'' tak berapa lama Adam sudah sampai di tempat biasa nya yang Yuna datangi surga kuliner,


''Ibu mau beli apa,'' tanya Adam


''Ibu tidak tau mau beli apa dam mengingat Yuna rasa nya ibu sudah tidak berselera mau kulineran,'' lirih Bu Diah


Adam dan sang ibu hanya duduk di bawah pohon sambil melihat orang orang yang berlalu lalang mencari kuliner dan jajanan


''Yakin ibu tidak mau beli apa apa,'' tanya Adam lagi Bu Diah menggelengkan kepala nya


''Om berikan bola ku,'' seorang anak kecil menghampiri Adam untuk mengambil bolanya yang ada di bawah kaki Adam,


''Oh iya ini bola nya,'' Adam. memberikan bola itu dan mengusap pucuk kepala anak kecil itu,


''Mungkin Reyhan sudah segini ya Bu,'' ucap Adam melihat anak kecil yang mulai menjauh


''Jika melihat foto Reyhan seperti nya iya sama dam,'' ibu dan anak itu hanya bisa menebak mengira ngira sebesar apa anak nya Adam cucunya Bu Diah yang ketiga, tak terasa Adam dan Bu Diah meniti kan air mata nya larut dalam rindu yang teramat dalam,


tak jauh dari tempat Adam dan Bu Diah segerombolan anak anak sedang asik bermain bola, mungkinkah reyan juga suka bermain bola,


''Adam kasana dulu Bu,'' pamit Adam pada ibu nya ia ingin melihat anak itu lebih dekat lagi,


SMA nusa bangsa Adam mengernyit kan kening nya


''Bukankah itu sekolah reyan, apa mungkin mereka teman teman nya reyan,'' Adam mencoba mendekat lebih dekat menghampiri satu anak yang sedang duduk tidak ikut bermain

__ADS_1


''kenapa tidak ikut bermain bersama teman mu,'' Adam menjatuh Kan tubuh nya di samping anak SMA itu,


''Kaki ku lagi sakit om,'' jawab nya singkat


''Siapa nama mu,'' tanya Adam lagi,


''Edo,'' jawab Edo singkat


''Kamu kelas berapa,'' tanya Adam ingin tau


''Kelas sepuluh,'' Adam mengangguk kan kepala nya,


''Apa mungkin mereka teman nya reyan, jika ia berarti selama ini Yuna ada di bandung, ah tidak mungkin, mungkin saja nama sekolah mereka sama,'' batin Adam berkata menebak dan menerka,


''Boleh om tanya lagi,''


''Silahkan om,'' ucap Edo sama sekali tidak keberatan


''Maaf ya om banyak tanya,'' ucap Adam lagi


''Tidak apa apa om,'' Edo tersenyum tanpa menatap Adam


''Apa di sekolah mu di kelas sepuluh ada anak yang bernama Reyan al-Fatih,'' tanya Adam ingin tau


''Ada,'' jawab Edo cepat mata Adam berbinar berharap itu putra nya


''Apa dia teman mu,'' tanya Adam lagi


''Edo hanya tau om, tapi tidak begitu kenal kami beda kelas reyan yang om maksud di kelas B sedang Edo di kelas A,'' jawaban Edo seperti air yang menyirami Padang rumput yang sudah lama gersang, hati Adam terlonjak senang titik terang mencari anak dan istri nya,


''Sekali lagi om tanya di mana alamat sekolah mu,'' tanya Adam lagi berharap Edo memberi tau nya di mana letak sekolah nya,


''Tidak jauh dari sini, om tinggal keluar jalan ini lurus ada lampu merah om ambil kiri lurus sedikit kiri lagi pelan kan mobil seratus meter ada gang, di situ sekolah Edo,'' jawab nya lagi


''Terimakasih ya Edo,'' Adam menepuk pelan bahu remaja di samping nya itu,

__ADS_1


Seperti hujan yang turun dengan lebat nya menyirami Padang tandus yang lama gersang seperti itu hati dan perasaan Adam setelah berbincang denga remaja yang tidak sengaja di temui nya,


__ADS_2