
''
''
Adam menepati janji nya untuk menemui Dira sebentar Bu Ani juga mengatakan Dira sepat kram di perut nya.
Begitu sampai di rumah istri siri nya itu sebenar nya Adam tampak ragu untuk melangkah kan kaki nya memasuki rumah Dira. Semenjak hari Yuna sudah mencium perselingkuhan nya Adam bertekad dalam hati untuk segera menyudahi hubungan nya dengan dira masalah anak Dira kelak Adam akan bertanggung jawab sepenuh nya
''Dam.'' Teriak Dira girang melihat kehadiran suami siri yang sudah sangat di rindukan nya itu.
''Bagai mana keadaan mu Dir.'' tanya Adam tanpa mau membalas pelukan Dira. tangan nya tetap luruh ke bawah.
''Aku sedang merindukan mu apa kamu tau itu.'' ucap Dira suara nya di buat manja
''Dir ada yang ingin aku bicara kan.'' lirih Adam seraya duduk di pinggiran ranjang. Dira mengikuti Adam duduk di samping nya
''Mau bicara apa ada masalah apa.'' Dira melihat wajah Adam yang tidak bersemangat tampak lemas tidak seperti biasa nya.
''Istri ku sudah mengetahui pernikahan kita.'' lirih Adam
''Bagud dong.'' Adam menatap tajam Dira, tak percaya apa yang dira katakan bukan nya merasa bersalah seperti nya Dira malah senang
''Maksud kamu apa dir.'' tanya Adam tidak mengerti
''Ya bagus buat lah istri mu mengerti untuk membagi waktu mu dengan ku. Aku juga butuh waktu dan perhatian mu aku sedang hamil dam.'' jelas Dira
''Sebagai wanita apa kamu tidak memikirkan perasaan istri ku Dir. yang jelas perasaan istri ku hancur mendengar berita pernikahan kita. Paling tidak bersimpati lah sedikit.'' tegas Adam
''Kamu memintaku bersimpati lalu siapa yang akan bersimpati pada ku.'' tanya Dira
''Tidak akan ada yang bersimpati pada wanita perebut suami orang.'' jawab Adam cepat
''Kamu juga berfikir seperti itu dam. Kamu sadar gak sih dam. Kamu itu suami ku.'' ucap Dira mengingat kan
''Aku tau pernikahan kita kamu yang memaksa kan nya. Bukan keinginan ku.'' lanjut Adam geram
''kamu jahat sekali dam.'' mata Dira mulai berkaca kaca dan akan menangis
__ADS_1
''Kamu Dir aku di musuhi ibu dan istri ku, di rumah ku sendiri mereka tidak menganggap keberadaan ku. karna aku sudah melukai mereka ibu ku dan juga istri ku.'' jelas Adam lagi.
''jadi aku harus apa dam.'' tanya Dira dalam tangis nya
''mengerti lah dengan keadaan ini. Seperti janjimu sebelum memintaku untuk menikahi mu. Rela menjadi yang kedua ikhlas meski waktuku tidak banyak dengan mu. Menerima apa pun keadaan nya. Segala resiko dan konsekuensi nya.'' terang Adam menjelaskan
''Apa kamu ingat yang kamu katakan Dir.'' lanjut Adam.
''Aku ingat semua dam.'' lirih dira
''Bagus. Jangan menghubungi ku jika tidak ada yang darurat.'' lanjut Adam lagi.
di luar kamar Bu Ani mendengar semua percakapan pasangan siri itu. Bu Ani sudah mengerti Adam terpaksa menikahi dira karna Dira yang memaksanya. Adam benar benar dalam di lema. Sebenar nya juga tidak tiga dengan di bagai mana pun Dira juga istri nya. Terpaksa Adam harus melakukan hal ini untuk menjaga hubungan nya dengan Yuna baik baik saja yang mungkin sudah tidak baik baik saja.
''Dam perut ku sakit.'' ringis Dira memegangi perut nya.
''Kamu kenapa Dir kita ke rumah sakit sekarang.'' ucap Adam panik.
''Tolong dam bawa aku sekarang.'' Dira terus memegangi perut nya.
Dengan cepat Adam membawa Dira ke klinik terdekat melihat Dira yang tiba tiba mengeluh sakit perut.
''Sempat hari itu dokter bilang hanya kram.'' jelas Dira
Adam sudah sampai di depan klinik tidak jauh dari rumah Dira.
''Hati hati.'' Adam membantu Dira turun dari mobil kemudian memasuki klinik. Beruntung klinik sedang sepi.
''Silahkan langsung masuk saja.'' ucap penjaga itu dengan ramah
''Selamat sore dok.'' sapa Adam ramah.
''Selah kan berbaring di sini.'' ucap dokter itu dengan segera Adam membantu Dira berbaring di ranjang klinik.
''ini apa keluh Han nya.'' Tanya dokter pelan
''Sakit di sini dok. Kram seperti nya.'' terang Dira
__ADS_1
''Pernah mengalami seperti ini atau baru kali ini.'' tanya dokter lagi.
''Pernah sebelum nya.'' jawab Dira
''Sebelum melanjut kan pemeriksaan selanjut nya dokter itu melihat hasil pemeriksaan Dira yang sebelum nya.
''Kandungan nya cukup lemah. Jangan banyak berfikir ya Bu. Ibu hamil harus rileks dan bahagia.'' jelas dokter itu kemudian melihat janin Dira menggunakan USG.
''Kondisi kandungan nya cukup lemah Bu bayi nya juga ikut melemah.''
''Saya sudah dengan rutin meminum obat penguat kandungan dok.'' ucap Dira memberi tau
''Tidak cukup hanya dengan minum obat. Ibu hamil juga harus jaga kesehatan jangan banyak pikiran istirahat yang cukup. untuk menjaga stres pikiran anda.'' terang dokter itu lagi
mendengar penjelasan dokter Adam sedikit merasa bersalah. Tapi juga harus bagai mana tidak mungkin Adam menemani Dira dua puluh empat jam. Lalu bagai mana dengan Yuna.
Setelah dari klinik Dira meminta pada Adam untuk menemani nya makan ice cream ia kepingin sekali makan makanan manis dan meleleh itu. Sebenar nya Adam kurang setuju dan enggan mengingat keadaan Dira butuh banyak istirahat.
''Sebentar saja dam aku kepingin sekali orang bilang ini fase ngidam bayi nya yang ingin.'' ucap Dira memohon
Adam melakukan mobil nya menuju cafe yang banyak menjual ice cream berbagai varian dan rasa. Dan juga bukan tempat yang selalu di kunjungi Yuna dan anak anak nya. Adam memilih tempat lain
''Turun lah Dir.'' ucap Adam pelan ketika mobil nya sudah berhenti di pelataran cafe. Dira tampak senang dan bahagia mengingat ini kali pertama Dira pergi berdua dengan Adam setelah menikah.
''Kamu sering kesini dam.'' tanya Dira penasaran
''Tidak ini kali pertama.'' jawab Adam jujur
''Bukan nya kamu punya anak anak pasti mereka suka makan ice cream juga. Masak iya gak punya tempat langganan.'' tanya Dira lagi.
''Ada bukan disini.'' jawab Adam lagi
''Kenapa kamu tidak membawa ku kesana dam. selera istri mu pasti berkelas dan yang berkelas pasti enak.'' protes Dira
''Kami ingin makan di tempat langganan anak dan istri ku. Lalu mereka memergoki kita dan terjadi adegan tarik menarik rambut begitu.'' ucap Adam menatap Dira tajam.
''Ya aku mengerti disini juga tidak apa apa.'' ucap Dira dengan nada melemah
__ADS_1
Adam menghela nafas nya berat hati semakin sore matahari semakin condong ke barat Adam takut Yuna menghubungi restoran dan menanyakan keberadaan nya. Cukup lama Adam meninggal kan restoran dan pamit pulang tadi.
Bersambung