Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
shock


__ADS_3

''


''


Mendengar raya sudah melewati masa kritis nya Yuna sangat bersyukur tangis haru Dari Bu Diah Yuna dan juga sea tak terbendung lagi. raya sudah di pindah kan di ruang rawat biasa. Sedang Adam masih di ruang ICU Adam mengalami koma.


Setelah melakukan transformasi darah. Keadaan Dira sangat lemah janin di rahim nya nyaris tak berdetak setelah. Dokter menangani Dira sebisa mungkin menyelamat kan bayi nya. Namun Dira sudah pasrah. Demi menyelamat kan anak madu nya Dira harus kehilangan bayi nya.


''Apa yang kamu lakukan ini neng Dira.'' ucap Bu Ani menyesal kan tindakan Dira


''Tidak apa apa Bu. anak Dira belum lahir sedang Raya dia adalah sumber kebahagiaan buat kedua orang tua nya. Adam dan Yuna sangat menyayangi nya. anggap saja ini sebagai penebus dosa Dira sama Yuna.'' lirih dira dengan suara lemah nya


''Tapu dosa kamu sama bayi mu sama saja neng Dira menggugur kan nya.'' ucap Bu Ani


''Tidak apa apa Bu. Biar Dira yang menanggung nya.''


Dokter kembali ke ruangan Dira. Dengan membawa kabar yang tidak mengenakan.


''Maaf Bu Dira dengan sangat menyesal kami harus melakukan kuret pada janin anda. Karna janin anda sudah tidak merespon lagi.'' ucap dokter menjelas kan


''Lakukan saja dokter. Saya sudah siap.'' Bu Ani menutup mulut nya tidak percaya.


Selalu seperti itu karna kesalahan orang tua bayi yang belum lahir pun menjadi korban nya. Dira mengorbankan bayi nya demi menebus dosanya pada sang sahabat.


Yuna menatap nanar putri nya meski sudah melewati masa kritis namun raya belum juga siuman.


''Siapa orang yang sudah mendonor kan darah nya untuk Raya Yuna.'' ucap Bu Diah penasaran. Yuna juga baru sadar siapa yang sudah mendonor kan darah nya untuk putri nya Raya.


''Yuna juga tidak tau Bu. Nanti saja biar Yuna tanyakan pada dokter.'' ucap Yuna


''Diapa pun orang itu Yun. Ibu sangat berterimakasih pada nya sudah menyelamat kan nyawa cucu ibu.'' lirih Bu Diah


''Yuna juga sama Bu. Yuna pasti akan menemui orang itu untuk berterimakasih.''


''Pi Pi..'' tampak bibir raya bergerak memanggil pipi nya. Tanpa suara.


''Raya ini Mimi sayang raya sudah bangun.'' perlahan raya membuka kedua matanya

__ADS_1


''Syukurlah ya tuhan cucu Nena sudah siuman.'' tangis Bu Diah kembali pecah melihat tubuh lemah cucu nya dengan luka di sekujur tubuh kecil nya.


''Adik.'' panggil Reyan yang baru sampai dengan sea.


''Alhamdulilah sukur lah raya sudah sadar.'' lirih sea melihat putri dari sahabat nya itu sudah siuman


''Pipi di mana mi.'' tanya Reyan yang tidak melihat keberadaan pipi nya di ruang rawat sang adik


''Pipi masih di ICU sayang. Dokter belum mengijinkan kita menjenguk nya. Doakan pipi segera sadar seperti adik dan segera pulih kembali.'' ucap Yuna pada putra nya.


Meski tubuh nya masih lemah raya sudah sudah dapat berbincang dengan sang kakak Reyan. Dan juga anggota keluarga yang lain.


''Se kamu disini dulu ya. Temani raya ibu dan juga Reyan. Aku akan ke ruang ICU melihat mas Adam dulu.''


''Pergilah jangan kuatir kan mereka.''


Yuna keluar dari ruang rawat raya dan bergegas menuju ruang ICU di mana Adam berada.


''Mas bangun lah. Raya sudah bangun sekarang giliran mu yang bangun. Dokter bilang kamu bisa mendengar ku. Ayo bangun mas.'' ucap Yuna pelan seakan berbisik di telinga Adam.


''Kamu tau mas hati ku hancur saat kamu menduakan ku. Nyata nya hati ku lebih hancur saat melihat mu seperti ini. Bangun lah mas.'' ucap Yuna lagi di sela Isak tangis nya.


Seakan bisa mendengar isi hati sang istri sudut mata Adam berair.


''Tapi ternyata usaha ku membuat mu jatuh cinta pada ku masih tidak berhasil mas. Terbukti dengan kamu menikahi wanita yang pernah kamu sangat cintai.'' lirih Yuna lagi


Rasanya seakan punya keberanian Yuna mengungkap kan isi hati nya. Di saat Adam sedang koma. sebelum sebelum nya Yuna hanya diam memendam perasaan nya. sesekali menangis ketika rapuh menghampiri nya.


''bangun lah mas Ku mohon.'' lirih Yuna lagi.


Seakan ingin menjawab dan menghapus air mata sang istri adam tidak bisa berbuat apa apa. bola mata nya tampak bergerak meski matanya terpejam. Ia mendengar semua keluh kesah yang menggambar kan isi hati sang istri.


Setelah dari ruang ICU Yuna kembali ke ruang rawat putri nya.


''Pipi mana mi.'' tanya raya pelan


''Raya ber doa ya. Semoga pipi cepat bangun. Dan bermain lagi sama kita.'' ucap Yuna pada putri nya.

__ADS_1


''adam masih belum sadar Yun.'' tanya bu Diah mata nya kembali berkaca kaca melihat mata sembab menantu nya.


''Kita ber doa saja ya Bu. Semoga mas Adam cepat kembali sadar. dokter meminta kita untuk terus mengajak nya bicara. Karna sebenar nya mas Adam dapat mendengar kita.'' jelas Yuna


''Se kamu masih di sini kan. Aku akan menemui dokter ada yang ingin aku tanyakan.'' ucap Yuna


''Pergilah aku akan tetap disini.''


yuna kembali keluar untuk menemui dokter menanyakan siapa yang sudah mendonor kan darah nya untuk raya. Namun saat melewati koridor yang cukup sepi Yuna melihat ibu nya Dira sedang menangis tersedu. Bu asih sedang berbicara dengan seseorang di telfon


''Ibu tidak habis pikir dengan Dira. Kakak mu telah mendonor kan darah nya untuk putri nya Adam. Sedang kamu tau sendiri keadaan kakak mu seperti apa.'' ucap Bu asih dengan seseorang


Yuna shock mendengar ucapan ibu nya Dira. Yuna segera mencari sandaran ketika tubuh nya mulai lingbrung.


''Kenapa ya tuhan. Cobaan apa lagi ini. Kenapa harus wanita itu apa lagi yang dia rencanakan.'' jerit batin Yuna.


''Kenapa kalian suka sekali menyakiti ku apa salah ku NADIRA aku bahkan sudah menganggap mu seperti saudari ku.''


Perlahan Yuna menghampiri ibu nya Dira yang seperti nya masih bicara di telpon.


''Apa yang aku dengar tadi benar Tante.'' tanya Yuna setelah bisa menguasai diri nya.


''Yun..!


"Jawab aku Tante.'' ucap Yuna lagi.


''Yun maaf kan Tante dan Dira.''


''Apa tujuan kalian sebenar nya. Adakah tujuan Tante dulu belum kesampaian dan melanjutkan nya sekarang melalui Dira.'' ucap Yuna sarkas


''Bukan seperti itu Yuna. kamu salah faham.''


''Salah faham. Semua sudah jelas Tante dan Dira punya tujuan. Jangan karna aku diam kalian semakin menginjak injak harga diri ku.''


''Yun bukan seperti itu. Sungguh Tante tidak bermaksud apa apa.''


''Di mana putri Tante. Lancang sekali dia masuk kedalam kehidupan putri ku.'' ucap Yuna lagi amarah sudah mulai menguasai nya.

__ADS_1


Bu asih tergugu tidak tau lagi harus berkata apa. melihat Yuna yang sangat marah takut untuk berkata diam juga tidak akan menyelesai kan masalah.


baesambung


__ADS_2