Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
badai pasti berlalu


__ADS_3

''


''


Hujan sudah semakin mereda. Yuna meneruskan langkah kaki nya menuju jalan utama. Baju yang melekat di badan sudah basah terkena hujan. jalanan tampak sepi hanya satu dua mobil saja yang tampak lewat Yuna berdiri menunggu taksi namun tak kunjung ada taksi yang lewat. Sebenar nya hari masih sangat sore efek hujan yang sangat lebat membuat orang orang malas ke luar dari rumah. Al hasil jalanan tampak sepi. Yuna terus melangkah kan kaki nya menyusuri jalanan yang cukup sepi. merasa pegal Yuna berhenti untuk duduk sebentar.


''Neng maaf jangan duduk di sini. Lihat lah di sana ada genangan air nanti ada mobil yang lewat neng bisa terciprat air nya.'' tutur bapak bapak yang sedang membawa karung dan tongkat besi.


''Iya maaf pak. Saya hanya duduk sebentar.'' jawab Yuna pelan.


''Duduk lah di sebelah sana neng.'' bapak itu membawa Yuna ke sebuah batu tidak jauh dari tempat Yuna duduk tadi.


''Sebentar.'' bapak itu membersihkan batu itu dari air hujan yang masih membasahi.


''Sudah kering duduk lah neng.'' ucap nya lagi Yuna terharu bapak itu memperlakukan Yuna dengan baik.


''Pak apa bapak punya ponsel.'' tanya Yuna hati hati.''


''Maaf bapak tidak punya ponsel neng. Kalau tetangga bapak punya. Kalau mau ikut bapak pulang dulu ke rumah bapak.'' ucap bapak itu lagi.


Yuna tampak ragu. Menunggu taksi tidak ada yang lewat menerima tawaran bapak itu Yuna ragu. baju basah membuat Yuna semakin menggigil kedinginan.


''Apa rumah bapak Jauh.'' tanya Yuna lagi.


''Tidak jauh neng rumah bapak di belakang mini market ini itu di sebelah nya ada gang kecil kita bisa lewat sana.'' ujar bapak itu lagi.


''Boleh deh pak.'' ucap Yuna ragu


Pak Yusuf melangkah kan kaki nya menyebrangi jalan dan masuk ke gang kecil. Dengan Yuna mengekor di belakang nya.


''Bapak di rumah tinggal sama siapa.'' tanya Yuna ketika sudah melewati gang


''Ada istri bapak neng dan cucu bapak.'' Sukur lah. Yuna bernafas lega.


sebuah rumah berdinding anyaman bambu dengan pintu yang sama. Pak Yusuf memasuki rumah nya yang di sambut seorang ibu ibu menggunakan syal yang seperti nya Yuna kenal.


''Pak sudah pulang.'' sambut ibu itu membuka kan pintu.


''Iya Bu. Ini ada Eneng. Silahkan masuk neng.'' pak Yusuf menceritakan pada istri nya maksud kedatangan Yuna yang ingin meminjam telepon.

__ADS_1


''terima kasih pak buk. Yuna sudah merepotkan.'' ucap Yuna tidak enak hati melihat istri pak Yusuf sudah susah payah meminjam ponsel. Setelah nya Yuna bergegas menghubungi sea. Yuna tidak bercerita apa apa hanya meminta sea datang ke tempat yang sudah Yuna tentukan dan menjemput nya.


''Bu boleh saya bertanya. Dari mana ibu mendapat kan syal itu.'' tanya Yuna seraya menguras senyum di bibir nya.


''Oh ini beberapa waktu lalu ada orang baik memberikan bapak tiga kotak nasi. orang baik itu juga memberikan sejumlah uang karna bapak mengatakan dari kemaren belum makan. kemudian saat orang baik itu pergi syal nya terjatuh. Bapak sudah memanggil nya tapi tidak dengar.'' terang bapak itu


''Syal itu milik saya pak. Saat itu kita bertemu di mini market dekat toko roti itu kan.'' ucap Yuna mengingat kan.


''iya benar neng. Terima kasih ya neng. Uang dari neng sangat membantu bapak waktu itu.''


''Sama sama pak. Nama saya Yuna.'' ucap Yuna memberitahu .


Selama menunggu kedatangan sea Yuna terlibat obrolan ringan. Sampai sea datang menjemput Yuna pamit pulang dan berterima kasih. Dalam hati Yuna besok akan mengunjungi keluarga pak Yusuf lagi.


Di mobil sea heran melihat penampilan sahabat nya itu. Masih menggunakan pakaian rumahan basah kuyup pula.


''Yun kamu dari mana sampai seperti di ni. Keluar dari rumah tidak bawa uang tidak bawa ponsel. baju juga basah.'' ucap sea melirik Yuna.


''Nanti aku ceritakan sampai rumah mu.'' lirih Yuna


''Anak anak aman kan.'' tanya Yuna kuatir dengan anak anak nya ada rasa bersyukur dalam hati saat kejadian tadi anak anak tidak sedang di rumah jadi mereka tidak perlu melihat adegan yang tak semestinya mereka lihat.


''Jangan kuatir kan Anak anak mereka semua aman.'' terang sea


Mobil sea sudah sampai di halaman rumah nya kemudian sea bergegas turun di ikuti Yuna .


''Mandi dan ganti baju mu. bibik sudah menyiap kan semua nya.'' Yuna patuh kemudian bergegas mengganti baju nya.


Sedang sea di dapur menyiap kan makan malam untuk Yuna. Tak berapa lama Yuna sudah siap dan tampak lebih segar. Berjalan menghampiri sea yang ada di meja makan


''Kamu sudah selesai yun Sekarang makan lah dulu kamu pasti belum makan.'' Yuna memang belum makan saat pulang tadi Yuna tertidur di kamar raya saat bangun melihat Dira di kamar nya.


''Anak anak mana se.'' alih alih menjawab Yuna balik bertanya.


''Anak anak sudah tidur mereka tidur di dalam tenda. camping kata nya.'' jawab Bu Marta ibu nya sea.


''Oh maaf Tante Yuna dan anak anak ngerepotin.'' lirih Yuna


''Tidak ngerepotin Yuna kamu sudah Tante anggap putri Tante sendiri. Jadi anak anak mu adalah cucu ku.'' ucap hu Marta.

__ADS_1


Bu Maryam ikut duduk di meja makan menemani Yuna seraya ngobrol ringan dengan sea.


''Kenapa makan cuma sedikit Yun.'' tanya Bu Marta


''Yuna sudah kenyang tante.'' Yuna menyudahi makan nya di rasa perut nya sudah kenyang.


''kamu tadi dari mana kenapa basah kuyup tadi.'' pertanyaan Bu Marta mewakili sea yang juga ingin menanyakan hal yang sama.


''Yuna ke luar dari rumah Tante.'' lirih Yuna menghela nafas nya berat


''Memang nya kenapa sampai kamu keluar dari rumah tanpa membawa mobil mu. Di luar hujan kamu nekat menerobos nya.'' tanya Bu Marta lagi.


''Yuna tidak tau Tante. tadi Yuna ketiduran di kamar raya, saat Yuna bangun dan masuk ke kamar Yuna sendiri ada wanita itu di sana.'' terang Yuna


''Dira di kamar mu.'' Yuna mengangguk


''Ya tuhan berani sekali dia. Suami mu memang keterlaluan yun. berani sekali membawa selingkuhan nya ke rumah.'' geram sea.


''Hem..! itu lah yang tidak aku mengerti.''


''Kamu gak tanya apa alasan Adam melakukan itu.'' tanya Bu Marta lagi.


''Mas Adam bilang tidak membawa nya. Dira sudah ada di depan rumah berdiri di tengah hujan. Mas Adam datang lalu membawa nya masuk.''


''Masalah ini belum jelas Yuna kamu harus bertanya pada ibu mertuamu. Yang mungkin lebih tau kejadian nya seperti apa.'' ucap hu marta.


''Kenapa pria jaman sekarang suka sekali menjadi wanita di luaran sana.'' ucap sea merasa kesal


''Alasan nya klise. Pelakor hanya akan berhasil begitu ada celah. Laki laki adalah mahkluk yang mandiri. Tapi begitu menikah, mereka terbiasa di layani. Kalau dia terpelihara kebutuhan mata, tercukupi ke butuhkan perut dan Terpenuhi kebutuhan biologisnya. Insa Allah berhadapan dengan siapa saja di luaran sana dia tidak akan tertarik.


tutur Bu Marta.


Suami suami kalian mengenal pelakor karna ada alasan. Seperti suami sea Nathan sekertaris nya sengaja menjebak untuk bisa tidur dengan nya. Selanjut nya kalian tau sendiri apa yang akan terjadi. Hamil lah minta di nikahi ujung ujung nya yang mereka mau hanya uang, lanjut Bu Marta


Sedang Adam pelakor itu memaksa nya untuk bertanggung jawab atas kejadian yang mereka lakukan suka sama suka. Disini Adam yang kurang tegas mengingat kejadian itu sudah lama. siapa suruh menyerah kan kehormatan dengan suka rela. Di nikahi belum tentu kalau begitu siapa yang rugi.


Sea dan Yuna mendengar kan dengan seksama. Mencerna setiap kata yang Bu Marta ucap kan.


''Percaya lah tidak semua awan gelap datang membawa badai. Kadang dia datang membawa Rahmat Tuhan berupa hujan. Siapa tau hujan itu yang akan menyirami bibit kebahagiaan kalian. sea, Yuna..''

__ADS_1


Yuna dan sea mengerti dengan apa yang Bu Marta sampaikan setiap kalimat nya mengandung makna berupa nasehat untuk Yuna dan sea mengenai bagai mana kita menyikapi setiap permasalahan yang ada


Bersambung


__ADS_2