
''
''
Yuna dan sea pergi meninggal kan Dira di pinggir jalan setelah Dira meminta untuk di turunkan tidak sampai di depan rumah nya.
''Apa yang kamu pikirkan tentang Dira Yun.'' tanya sea ingin tau
''Rasa nya aku ingin sekali menampar wajah nya se.'' ucap Yuna tanpa sadar
''Memang nya Dira yang berselingkuh dengan suami mu.'' ucap sea mengingat kan bukan Dira yang menjadi selingkuhan Adam.
''Aku tau se, mendengar alasan Dira aku sangat muak persetan Dengan cinta. Bagi ku menikah adalah sebuah komitmen ikhlas untuk menerima kekurangan dan kelebihan pasangan Masing masing. Dengan begitu aku sangat yakin cinta akan tumbuh seiring berjalan nya waktu. Tidak perlu harus saling mencintai.'' terang Yuna. Sea diam dan mendengar kan nasib nya dan Yuna lebih kurang sama.
''Orang orang seperti Dira yang menikah mengatas namakan cinta dengan dalil saling mencinta rela menjadi istri siri meski pasangan nya sudah memiliki istri. Adalah wanita egois yang mementingkan diri sendiri tanpa mau memikirkan bagai mana perasaan istri sah dan juga anak anak nya ke keluarga besar nya.'' lanjut Yuna.
''Kamu benar Yun. Orang seperti mereka memang orang orang egois yang mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Demi bisa hidup enak dan mewah.'' sea juga merasa heran tidak habis pikir kenapa sahabat nya Dira bisa seperti itu.
Yuna melajukan mobil nya menuju showroom tempat mobil sea di servis setelah sahabat nya itu turun Yuna langsung pulang tanpa kembali lagi ke restoran biarkan saja Adam sibuk dengan pekerjaan nya hingga tidak punya waktu untuk menemui wanita simpanan nya
''yun kamu sudah pulang.'' tanya Bu Diah sendu melihat wajah lelah menantu nya.
''Iya Bu, ibu baik baik saja kan di rumah.'' tanya Yuna yang membuat Bu Diah semakin sesak di dada nya
''Ibu baik baik saja. ibu yang Seharus nya ber tanya apa kamu baik baik saja.'' ucap Bu Diah lagi
''Anak anak di mana Bu.'' Yuna mengalih kan pembicaraan tidak ingin ibu mertua nya bertanya yang lain nya seperti nya Yuna belum siap bercerita. Takut kesehatan ibu mertua nya menurun
''Anak anak tidur di kamar nya masing masing. ibu tau kamu dan Adam sedang ada masalah jangan mengalih kan pembicaraan.'' ucap Bu Diah
''Bu.''
''Katakan pada ibu jangan memendam nya sendiri. Ibu takut apa yang ibu pikir kan ini terjadi pada mu.'' ucap Bu Diah lagi.
__ADS_1
Yuna diam mematung tidak tau harus memulai dari mana untuk memberi tau ibu mertua nya
''Jangan bilang ada wanita lain di belakang Adam.'' mendengar ucapan ibu mertua nya Yuna memejamkan mata nya. rupanya filing seorang ibu sangat kuat dapat mengetahui apa yang putra nya lakukan
''Karna itu Yuna tidak mau memberitahu ibu. Yuna takut ibu banyak pikiran nanti nya.'' lirih Yuna dengan derai air mata nya yang tak lagi dapat di bendung
''Ya tuhan Adam. Tega sekali kamu menyakiti putri ku.'' Bu Diah luruh ke lantai sambil meraung tangis yang sejak tadi ia tahan
''Jangan menangis Bu kuat lah demi putri ibu ini. bantu Yuna menguat kan hati Yuna Bu.'' Yuna memeluk ibu mertua nya sambil menangis
''siapa wanita itu Yun.'' tanya Bu Diah pelan
''Yuna tidak tau Bu.'' lirih Yuna
''Apa kamu tidak ingin mencari tau siapa wanita itu.'' tanya Bu Diah lagi
''Yuna tidak ingin tau. Yuna juga tidak mau tau. Yuna takut Bu takut kalau mas Adam lebih memilih wanita itu karna mas Adam mencintai nya.'' mendengar ucapan menantu nya Bu Diah teringat Dira gadis yang dulu sangat di cintai putra nya. mungkinkah Dira datang dan menjalin kasih kembali dengan Adam.
''Bantu ibu mencari tau siapa wanita itu Yun. Ibu ingin memastikan sesuatu.'' lirih Bu Diah.
''ibu takut gadis masa lalu Adam datang lagi.'' ucap Bu Diah
''Siapa Bu.'' tanya Yuna ingin tau
''Gadis itu anak pelakor yang dulu menjadi duri dalam rumah tangga ibu dan ayah nya Adam. Karna itu ibu tidak pernah memberi restu.'' jelas Bu Diah
''Ibu tau rumah wanita itu. Besok kita kesana.'' lanjut Bu Diah
''Jangan gegabah Bu kita tidak bisa begitu saja menuduh orang. Yuna diam bukan berarti Yuna membiarkan mas Adam dengan wanita itu. Kita bisa membalas nya dengan cara yang lain tidak perlu melabrak dan marah marah. Yuna ingin mas Adam menyadari kesalahan nya Bu.'' jelas Yuna
''Ada anak anak yang masih membutuh kan kasih sayang ayah nya. Dan juga semua yang kita punya kita bukan mudah mendapatkan semua ini dengan hanya membalik kan telapak tangan. Perjuangan kita sangat panjang dan melelahkan masa kecil Reyan juga tergadai kan.'' lanjut Yuna mengingat semua nya
''Kamu benar. Ibu akan ikut dengan mu. Kalau terjadi sesuatu.'' lirih Bu Diah
__ADS_1
''Ibu selalu ada di belakang mu. Jangan pernah merasa sendiri kamu putri ibu.'' lanjut Bu Diah
''Yuna mengerti Bu. Kuatlah demi Yuna dan anak anak. Yuna akan memperjuangkan semua nya Yuna tidak akan menyerah begitu saja Bu.''
Bu Diah memeluk menantu yang sudah di anggap nya seperti putri nya sendiri. Bu Diah sangat menyayangi yuna.
Di tengah ibu dan menantu yang saling menangis dan berpelukan terdengar deru mesin mobil Adam memasuki halaman. Bu Diah melepas kan pelukan nya
''Naik lah dan beristirahat. Biar ibu yang menyambut Adam.'' ucap Bu Diah pelan Yuna mengangguk dan patuh
Saat memasuki rumah nya Adam melihat wajah ibu nya yang sembab seperti baru saja menangis
''Ibu tidak apa apa. Ibu kenapa.'' tanya Adam dengan raut wajah kuatir nya
''Ibu sakit.'' jawab Bu Diah dengan wajah datar nya
''Kenapa tidak bilang sama Yuna biar Yuna membawa ibu ke rumah sakit Yuna sudah datang kan.'' ucap Adam lagi.
''Yuna juga sakit.'' ucap Bu Diah lagi
''Ibu sama Yuna sakit apa kita ke dokter sekarang ya.'' ucap Adam lagi
''Kamu yang membuat ibu dan Yuna sakit tega nya kamu dam menyakiti putri ibu.'' Bu Diah memukul Adam menggunakan bantal sofa.
''Bu Adam punya alasan nya Adam bisa menjelaskan nya Bu.'' ucap Adam tanpa menghindari pukulan ibu nya Adam juga sudah bisa menebak arah pembicaraan ibu nya.
''Siapa wanita itu dam. Jangan bilang wanita itu Dira.'' Adam sangat kaget tebakan ibu nya sangat tepat sasaran.
''tega kamu dam. Kenapa kamu tidak pernah mau menuruti ucapan ibu.
Tangis Bu Diah kembali pecah melihat putra nya sama sekali tidak mengelak saat Bu Diah menyebut nama Dira. Putri dari wanita yang sudah menggoda suami nya
Adam menangis bersimpuh di kaki ibu nya meminta ampun dan maaf atas kesalahan yang di perbuat nya
__ADS_1
Bersambung