
''
''
''
tolong di baca belan pelan
jika pikiran masih berselimut amarah ingin rasanya tidak mau menerima Adam kembali merajut rumah tangga, balik lagi kita hidup untuk anak, kita bekerja untuk anak mengejar bahagia juga untuk anak, karna anak lah prioritas utama, sebab itu Yuna menepikan ego nya, meski sakit sabar dan ikhlas memberi kesempatan kedua yakin semesta tidak akan pernah lupa suatu saat akan Menganti nya dengan kebahagiaan yang tak terhingga,
Adam dan Bu Diah melangkah kan kaki nya mengikuti bik Jumi dan juga reyan putra pertamanya sedang raya masih setia menyembuhkan wajah cantik nya di ceruk leher sang ayah, Yuna menunggu tidak sabar meremas ujung kemeja nya jantung nya berpacu sangat kencang samar tapi Pasti mulai mendekat wajah wajah orang yang setiap malam Yuna bayangkan dikala kantuk mulai r menyerang, rindu terpendam beberapa tahun ini Yuna hancurkan dengan pelukan hangat ibu mertua nya, dengan derai air mata yang sudah membanjiri wajah kedua nya
''ibu kangen sekali Yuna ibu kangen, kamu tau dunia ibu seakan runtuh mengetahui fakta kamu pergi saat itu, ibu sampai jatuh sakit,'' keluh Bu Diah berharap Yuna mengubah dan tidak lagi meninggal kan nya,
''Maaf kan Yuna Bu, Yuna belum bisa menjadi menantu yang baik untuk ibu, Yuna belum bisa memberikan kehidupan yang sempurna untuk ibu, padahal ibu sangat menyayangi Yuna,'' jawab Yuna dalam tangis nya Masih dalam pelukan yang erat menantu dan mertua itu larut dalam kerinduan yang mendalam,
''Ibu boleh lepaskan Yuna Adam juga ingin memeluk nya,'' mohon Adam pada ibu nya
''Tidak ibu tidak akan melepaskan menantu ibu lagi, untuk pergi menjauh dari ibu, meski hanya sekedar memeluk mu,'' ketus Bu Diah Yuna juga tidak terlalu menanggapi meski sebenarnya hatinya juga merindukan sosok Adam
''Ini lihat lah ini,'' Yuna meraih tangan kecil yang sedari tadi bersembunyi di belakang nya
''Nama nya Reyhan Bu,'' tangis Bu Diah kembali pecah saat mendekap erat cucu ketiga nya, cucu yang belum pernah di jumpai nya Yuna membawa pergi saat cucu nya itu masih di dalam kandungan,
''Cucu Nena,'' lirih Bu Diah Adam yang melihat juga tidak sabar ingin memeluk anak ketiga nya itu, di raih nya paksa ketika Bu Diah sudah melepaskan pelukan nya
''Maaf kan pipi sayang, pipi sama sekali tidak tau kamu ada,'' tangis Adam tergugu, bahu kekar nya itu bergetar mendekap anak ketiganya, raya dan reyan tidak tahan ikut memeluk pipi nya,
__ADS_1
''Maaf kan pipi, maaf pipi minta maaf, ini semua karna kebodohan pipi,'' ucap Adam masih dalam tangis nya,
''Janji pipi tidak mengulanginya lagi,'' suara serak raya membuat adam melepaskan pelukan dan menoleh padanya
''Pipi janji sayang, pipi tidak akan melakukan hal bodoh lagi, selama ini pipi sudah tersiksa dengan kepergian kalian pipi tidak ingin hal itu terulang lag,''
''Janji ya Pi, bukan hal mudah untuk Mimi memberi kesempatan kedua pada pipi, Mimi menuli kan telinga menebal kan muka, saat pembaca mem bully nya untuk tidak menerima pipi kembali, demi aku dan adik adik Mimi menelan semua rasa sakit nya, reyan saksi setiap malam Mimi menangis dalam doa nya untuk di kuatkan dan tabah saat pipi kembali,'' tutur reyan remaja itu siap menjadi garda terdepan jika suatu hari pipinya lagi menyakiti hati wanita yang teramat reyan cintai
Adam dan yuna tidak bisa berkata hanya lelehan. air mata yang tak kunjung mau berhenti, ada rasa bangga tersendiri di hati Adam dan yuna melihat putra sulung nya sudah bisa tegas menasehati sang pipi, mampu melindungi keluarga nya jika terjadi sesuatu,
sedari pertemuan Adam dan yuna belum juga sempat bicara keduanya hanya saling melempar pandangan lalu tersenyum, sampai malam tiba,
''Pipi nanti tidur nya di kamar raya saja ya Pi,'' seperti dulu raya tidak pernah lupa sang pipi akan membacakan dongen pengantar tidur nya,
''Iya sayang sebentar ya setelah adik tidur,'' jawab Adam pelan
''iya ibu tidur saja, ibu pasti capek sedari tadi main sama anak anak terus,'' sambung Yuna
''Iya kalian juga cepat tidur,'' pamit Bu Diah sebelum memasuki kamar reyan
''Reyhan sudah tidur mas, tolong angkat bawa ke kamarku,'' ucap Yuna pelan
Perlahan Adam mengendong reyhan dan Adam baringkan di ranjang Yuna, semua orang sudah tidur tinggal Adam dan yuna jujur berdekatan berdua setelah sekian lama tidak bertemu menimbulkan rasa canggung di hati kedua nya,
''Sayang bisa kita bicara,'' ucap Adam pelan
''Kita di luar saja mas,'' Adam mengangguk kemudian melihat raya sebentar raya juga sudah menyelami mimpi nya perlahan mengikuti langkah kaki Yuna yang sudah duduk di bangku taman Adam duduk tepat di samping Yuna, lama keduanya terdiam hanya helaan nafas yang terdengar,
__ADS_1
''Apa kabar kamu mas,'' ucap Yuna mengawali pembicaraan Sedati tadi diam menunggu nyatanya Adam tak kunjung berucap,
''Aku minta maaf,'' alih alih menjawab adam langsung melontarkan kata maaf,
''Semua sudah berlalu mas aku sudah memaafkan mu jauh sebelum kamu meminta nya,'' tutur Yuna pelan,
''tetap aku akan selalu meminta maaf mu meski kamu lelah mendengar nya, semua karna kebodohan ku,'' lirih Adam kemudian bringsut dari duduk nya Adam Adam berdiri di hadapan Yuna bertumpu pada kedua lutut nya,
''Beri aku satu kesempatan akan ku perbaiki semua kesalahan ku yang dulu,'' pinta Adam memohon pada Yuna,
''Semua tentang komunikasi mas jangan selalu mengambil keputusan secara sepihak tampa mau berdiskusi dengan ku, akibat nya akan tidak baik, ketegasan dalam bersikap juga perlu, adai kamu bisa tegas dan bicarakan masalah mu dengan ku ini semua tidak akan pernah terjadi,'' ucap Yuna dengan nada bicara nya yang lembut, Adam meraih jemari Yuna lalu mengecup nya hangat
''Kita mulai dari awal pernikahan kita aku tidak bisa tanpamu, hidup ku terasa sepi, akan ku perbaiki semua nya aku janji,'' Yuna tidak menjawab hanya tersenyum menatap manik mata Adam dengan air mata yang sudah membasahi wajah nya tangan Yuna terangkat lalu mengusap dengan lembut airmata yang ada di pipi sang suami,
''Janjimu tidak hanya terucap tapi juga haru di tepati dan di jalani, karna aku dan anak anak memang sangat membutuh kan mu,
malam begitu indah rembulan bersinar terang dengan di iringi bintang yang tak mau kalah menunjuk kan sinar nya,
hai gengs beberapa bab lagi cerita Yuna akan segera tamat dan author akan segera melanjutkan novel baru, sudah up sembilan episode, jika kalian sudi mampir juga ya,
my teacher is my husband
novel ini memgisah kan seorang guru yang terpaksa menikahi murid nya, sedang guru itu sudah punya istri,
Lest check, kisah nya
poligami, nikah paksa, nikah muda
__ADS_1