
''
''
''
Adam mengerut kan kening nya saat melihat postingan sahabat Yuna ya itu sea tampak sea sedang menggendong seorang bayi yang ia tutupi wajah nya menggunakan stiker
(welcome to the world baby R )
tulis sea dalam kepsion nya di postingan itu,
''Apa mungkin ini bayi nya Yuna,'' gumam Adam kembali menghitung dan mengingat jika bayi itu baru di lahir kan itu artinya berdekatan dengan waktunya Yuna melahir kan Adam sangat yakin Yuna melahirkan di bulan ini,
''Jika memang benar itu artinya selama ini sea tau di mana Yuna berada,'' gumam nya lagi,
Adam dengan cepat menghubungi sea beberapa kali panggilan sea tidak menjawab nya,
''Ibi lihat ini,'' Adam memperlihat kan ponsel nya
''Ini kan sea sedang menggendong bayi memang nya kenapa ada yang aneh,'' Bu Diah heran dan tidak faham maksud Adam
''Adam tau Bu, maksud Adam mungkin ini bayi Yuna anak ku,'' jelas Adam pada ibu nya
''Apa iya dam,'' Bu Diah mulai tertarik dengan ucapan Adam
''aku juga menghitung berapa bulan Yuna pergi dari rumah dan usia kandungan nya, filing ku sangat kuat adam yakin Yuna melahir kan di bulan ini Bu,'' Terang Adam
''mungkin ini bayi orang lain dam, kamu tau sendiri sea selalu menyangkal saat kamu tanya keberadaan Yuna di mana,''
''Justru itu Bu, Adam rasa sea tau di mana Yuna, ibu tau sendiri kan sea dan Yuna itu ibarat jarum dan benang saling membutuh kan satu sama lain mereka tak terpisah kan,'' Adam mencoba menjelas kan
__ADS_1
''Jika memang seperti itu tetap saja sea tidak mau memberi tau kita di mana keberadaan Yuna dam,'' jawab Bu asih sedikit putus asa,
''Adam tetap akan menemui sea dan menanyakan nya Bu,'' lirih Adam lagi
''Ibu hanya tidak ingin kamu kecewa lagi dam pencarian mu selama ini selalu menemukan jalan buntu, Yuna dan anak anak hilang bak di telan bumi, kesana kemari sudah banyak tempat kamu datangi hasil nya apa,'' Adam diam mendengar kan yang ibu nya ucap kan benar ada nya,
Sedang sea sekarang lagi asik bermain dengan baby Reyhan tidak sadar ponsel nya berbunyi di dalam tas sea tidak bisa mendengar nya karna memang sea men non aktifkan suara ponsel nya,
''Aku jadi pingin lagi punya bayi Yun,'' ucap sea gemas saat melihat baby Reyhan
''Sana kamu kan masih muda suami mu masih perkasa kalian berdua masih produktif, tidak ada salah nya memberikan adik untuk kedua putra dan putri mu,'' jawab Yuna
''Entah lah aku lihat saja nanti, kalau emang iya akan aku bicarakan ini dengan Nathan,'' membicarakan suami nya sea teringat ponsel nya apa Nathan sudah membaca pesan nya,
Sea merogoh tas mahal nya mencari benda pipih nan canggih nya, setelah mendapat kan nya sea tersenyum kemudian menyalakan ponsel nya, melihat begitu banyak nya panggilan masuk dari Adam sea mengerut kan kening nya,
''Ada apa se,'' tanya Yuna heran melihat Yuna seperti heran
''jawab saja mungkin penting,'' ucap Yuna ingin tau
''Apa kamu yakin kalau Adam menanyakan mu bagaimana,'' tanya sea
''Dengarkan dulu apa yang ingin di tanyakan, soal alamat ku dan aku kamu jawab saja seperti biasa nya,'' ucap Yuna,
''Ya tapi sebentar aku akan menghubungi Nathan dulu,'' sea memilih menghubungi suami nya terlebih dulu setelah itu akan menghubungi Adam via wasup hanya berkirim pesan rencana nya,
Setelah beberapa saat sea menghubungi sang suami rupanya ponsel sea kembali menyala
''Yun Adam,'' sea menunjuk kan layar ponsel nya tertera nama Adam di sana,
''Angkat saja se coba dengar kan apa yang ingin Adam bicarakan dengan mu,'' sedikit ragu sea menggeser tanda hijau di layar gawai nya,
__ADS_1
''Halo dam,''
''Sea bisa jelas kan pada ku bayi siapa yang kamu post,'' tanya Adam tidak sabar begitu panggilan telpon nya tersambung
''Bayi.? em i itu bayi teman ku,'' ralat sea
''itu bayi Yuna kan,'' tanya Adam tepat sasaran,
''Bu bukan,''
''Sudah ku duga selama ini kamu tau di mana Yuna berada, kenapa kamu menyembunyikan nya dari ku sea,'' ucapan Adam membuat sea terdiam menatap Yuna seakan meminta saran sea harus berkata apa, karna selama ini sea sudah mati Matian membantah dan menutupi di mana keberadaan Yuna setiap kali Adam bertanya entah kenapa kali ini sea sedikit gemetar
''Dam sungguh aku tidak tau di mana Yuna seka,'' ucapan sea terpotong kala Adam menyela nya
''Apa kamu lupa gelang yang di pakai bayi itu dan ranjang rumah sakit itu jelas sekali itu bayi Yuna dan nama bayi itu Reyhan al-Fatih,'' sea mengingat kembali foto itu ia ambil saat yuna masih di rumah sakit,
''Ya tuhan kenapa aku ceroboh sekali,'' gumam sea menjauh kan ponsel nya,
''Bagai mana sea apa kamu masih menyangkal nya,'' suara Adam kembali terdengar di ponsel sea,
''Iya kamu benar itu bayi Yuna, perlu kamu ingat Yuna sendiri yang melarang ku memberi tau mu keberadaan nya,'' ucap sea Ahir nya ia mengakui itu bayi Yuna,
''Aku berhak atas Yuna dan dan bayi itu mereka anak dan istri ku, reyan dan juga raya,''
''Berhak kamu bilang, Yuna juga berhak menata hati nya yang sudah kamu hancur kan tiga belas tahun dengan sabar penuh cinta Yuna menunggu kata cinta dari mu apa yang Yuna dapat, sebuah kenyataan pahit kamu menikah lagi dengan selingkuhan mu mantan kekasih mu, parah nya lagi wanita itu Nadira sahabat ku dan juga Yuna, apa kamu tidak pikirkan itu dam,'' geram sea melesak tidak terima,
Sedang Yuna diam tidak bersuara hanya lelehan air mata nya yang jatuh tanpa di pinta, tidak di pungkiri hati dan perasaan cinta nya masih tersimpan rapi untuk sang suami mendengar suara Adam membuat Yuna kian merindukan sosok Adam cinta pertama nya,
''Aku tau aku salah sea,'' suara Adam kembali terdengar karna itu aku ingin memperbaiki semua nya,'' ucap Adam lagi
''Tidak perlu dam, Yuna tidak ingin bertemu dengan mu lagi, biarkan Yuna bahagia disini, menata hatinya yang hancur luka itu tidak akan bisa sembuh begitu saja tolong mengerti lah, yang terpenting sekarang kamu sudah tau keadaan Yuna dan ketiga anak mu baik baik saja,''
__ADS_1
Sea mengakhiri sambungan nya melempar ponsel itu di atas ranjang menatap baby Reyhan yang terlelap di box nya, kemudian menatap sahabat nya mendapati bahu Yuna yang bergetar menahan tangis sea kian merasa bersalah karna kecerobohan nya Adam jadi tau bayi siapa yang ia post itu