Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
sudah di jual


__ADS_3

''


''


Dengan perasaan kecewa Adam keluar dari rumah pak Ali. Sudut mata nya berair menatap nanar mobil yang terparkir di garasi rumah pak Ali pikiran nya kembali mengingat masa Yuna membeli mobil itu untuk pertama kali nya, Yuna dapat membawa mobil nya sendiri. Gurat bahagia di wajah Yuna kala itu


''Alhamdulilah mas aku bisa antar jemput reyan sekolah nanti tahun ini kan Reyan sudah mulai masuk sekolah tidak perlu menunggu mu, mas Adam bisa fokus ngurusin restoran kita.'' kata kata Yuna terngiang di telinga Adam saat mobil itu pertama kali di hantar ke rumah dari dealer


''Apa pak Ali tau keponakan bapak dari mana mengenal asik saya.'' tanya Adam sebelum melangkah keluar dari pintu gerbang rumah pak Ali,


''Seperti nya teman keponakan saya yang mengenal adik nak Adam, teman saat masih bekerja di restoran sekarang restoran itu sudah bangkrut. Dan keponakan bapak juga sudah bekerja di tempat lain.'' terang pak Ali yang tidak mengetahui sebenar nya restoran itu kembali di buka bahkan Yuna yang membuka restoran itu.


''Ya sudah pak saya pamit dulu. sekali lagi terima kasih sudah merepotkan bapak.'' ucap Adam


''Sama sama nak Adam kalau bapak jadi nak Adam bapak juga pasti akan melakukan hal yang sama.'' ucap pak Ali memaklumi tindakan Adam.


Dengan langkah gontai Adam keluar dari halaman rumah pak Ali orang yang sudah membeli mobil Yuna. Sebelum menyalakan mesin mobil nya sekali lagi Adam menatap mobil sang istri yang sudah di beli oleh kak Ali, dadanya bergemuruh menahan tangis sesekali Adam menghela nafas nya berat.


''kamu sengaja menjual mobil itu untuk menghilangkan jejak. Kamu di mana,'' gumam Adam menggenggam erat kemudi mobil nya sebelum melajukan mobil nya sekali lagi Adam menatap nanar mobil kesayangan Yuna dulu.


Di rumah Bu Diah harap haram cemas menunggu kabar dari putra semata wayang nya, berharap putra nya itu sudah menemukan anak dan istri nya menantu dan cucu Bu Diah


''Tenang lah Bu, duduk dan minum lah teh hangat ini.'' kata bik Sri yang melihat ibu dari majikan nya itu berjalan mondar mandir tidak tenang.

__ADS_1


''Iya bik terimakasih, aku hanya menunggu Adam pulang semoga Adam membawa Yuna sekalian ya bik.'' Bu Diah punya harapan besar kali ini Adam bisa menemukan istri nya.


''Semoga saja Bu.'' jawab bik Sri yang juga punya harapan sama seperti ibu dari majikan nya itu.


''Kenapa tidak terpikir sejak lama ya bik. Jika kita bisa melacak mobil Yuna pasti nya kita bisa menemukan Yuna dengan cepat.'' kata Bu Diah lagi


''Bibik juga baru terpikir Bu. Setelah mendengar cerita anak bibik yang bulan ini bisa menemukan banyak kendaraan dengan kriditan yang macet.


''Apa dulu bik Jumi pernah mengatakan sesuatu sebelum bik Jumi ikut Yuna pergi,'' tanya Bu Diah bik Sri menggeleng pelan nyata nya memang bik Jumi tidak pernah berkata apa apa prihal bik Jumi yang ikut Yuna pergi. Hanya malam itu sebelum Yuna meninggal kan rumah bik Sri melihat bik Jumi yang gelisah tidak terlihat tidur semalaman hingga bik Jumi juga menghilang di siang hari.


Dari arah luar terdengar deru mesin mobil yang di percayai mobil Adam sedang memasuki halaman rumah Bu Diah yang sedang duduk dengan penuh harap Adam sudah menemukan Yuna


''Dam bagai mana.'' tanya Bu Diah tidak sabar begitu Adam turun dari mobil nya wanita paruh baya itu sudah melayangkan pertanyaan, tampak lesu di wajah Adam jelas sekali menggambarkan kekecewaan


''Kemana kita akan mencari nya lagi dam.'' lirih Bu Diah suara nya terdengar penuh keputusasaan


''Adam juga tidak tau Bu.'' Adam melangkah kan kaki nya memasuki ruang tamu rumah nya di pandangi nya figura pernikahan diri nya yang tanpa ekspresi berbeda dengan wajah Yuna yang penuh senyuman


''Maaf kan aku mungkin saat itu aku sama sekali belum mencintai mu. Tapi hari ini aku benar benar merindukan mu.'' gumam Adam bersamaan air mata nya yang luruh tanpa di pinta bersamaan hujan yang tiba tiba turun dengan deras nya dari langit seakan ikut merasakan kesedihan Adam. Satu kata menyesal


''Dam kamu istirahat saja naik lah ke kamar mu.'' Bu Diah mencoba berkata untuk menyadarkan Adam dari lamunan nya yang tentunya sedang teringat sang istri dan anak anak nya bukan hanya Adam Bu Diah juga akan tetapi wanita paruh baya itu mencoba kuat di hadapan putra nya.


namun Adam diam tidak menjawab masih setia dengan air mata nya yang menetes menatap bingkai foto pernikahan nya dengan Yuna

__ADS_1


''Adam akan naik sekarang Bu.'' Adam berkata seraya menyaka air mata nya dan berjalan menuju tangga


''Ibu ada disini kalau ada apa apa panggilan ibu.'' jawab Bu Diah menatap punggung tegap putra nya yang sedang berjalan menuju tangga


''Semoga Bu Yuna cepat pulang agar kesedihan di rumah ini tidak berlarut larut,'' gumam bik Sri di angguki art yang lain nya. Rasanya tidak tega melihat Adam begitu terpukul dengan kepergian istri dan anak nya.


Saat Adam melewati tangga matanya mencari salah satu figura yang terpajang di antara dinding tangga


''Foto yang ada di sini di mana bik.'' teriak Adam dari arah tangga.


Dengan cepat bik Sri menghampiri Adam begitu juga Bu Diah.


''tadi waktu Ninuk membersih kan rumah tidak sengaja menjatuh kan foto itu pak Adam. Maaf belum sempat mengganti figuranya nanti akan kami pasang kembali.'' jawab bik Sri dengan takut melihat raut wajah Adam yang merah


''secepat nya ganti dan pasang kembali jangan ada yang mengusik atau memindah letak susun setiap barang yang ada di rumah ini barang sejengkal pun. Biarkan di tempat nya semula sampai Yuna sendiri yang merubah nya.'' Titah Adam tanpa menunggu jawaban art nya Adam melanjut kan langkah kaki nya menuju atas


''Cepat ganti figura nya bik.'' Bu Diah berkata seraya menghela nafas nya berat.


''Iya bu sekarang juga bibik akan mengganti nya dan meletak kan ke tempat semula.''


''Ayok Ninuk cepat kita ganti figura yang pecah tadi.''


Figura foto masa remaja Yuna dengan celemek melekat di badan nya foto itu di ambil saat Yuna masih bekerja menjadi pelayan restoran

__ADS_1


Hai raider ku yang masih setia menunggu up cerita ini. Maaf kesibukan di dunia nyata membuat author benar benar belum bisa melanjut kan cerita ini semoga hari ini dan seterusnya author sudah bisa melanjut kan cerita ini. Jangan lupa tinggal kan jejak like komen hadiah dan vote nya


__ADS_2