
''
''
''
Seminggu berada di Bali sudah banyak tempat yang Yuna datangi, dan anak anak nya, hari ini sudah waktunya pulang ke jakarta rasa nya berat untuk meninggal kan tempat indah ini,
''Kak jagain raya bik Jumi bawa tas, Mimi bawa koper, Mbak Irma tau sendiri jagain Reyhan,'' ucap Yuna pada putra sulung nya,
''Iya mi,'' jawab reyan pelan mengingat dari kemarin raya tampak sangat aktif saat berada di salah satu wisata Yuna dan yang lain nya hampir saja lengah karna raya tiba tiba pergi tanpa pamit untung saja cepat di temukan,
''Raya jangan jauh jauh dari kakak kita sudah mau sampai bandara, nanti menghilang lagi kayak kemaren,'' ucap Yuna mengingat kan,
''Nanti ketinggalan di Bali kamu dik,'' mendengar ucapan kakak yang meledek raya hanya diam dan cemberut,
mobil sudah sampai di bandara supir sedang menurun kan barang bawaan Yuna dan keluarga nya,
''Ini terima kasih ya pak,'' ucap Yuna sedikit memberi tip pada supir yang menemani nya selama di Bali,
''Awaass,!
yudan dan yang lain berbalik badan mendengar teriakan dari seseorang,
''Ya tuhan raya,'' teriak Yuna berlari menghampiri putri nya yang di dekap seseorang,
''Raya kamu tidak apa apa mana yang sakit,'' tanya Yuna panik,
''Raya tidak apa apa mi,'' jawab nya pelan
''Terima,,?
''Tiba tiba lidah Yuna terasa kelu melihat siapa yang menyelamat kan putri nya dari motor yang melaju kencang tadi,
''Dira,!
''Yun,!
Dira dan Yuna sama sama kaget dengan pertemuan yang tidak di sengaja itu,
__ADS_1
''Terimakasih sudah menyelamat kan putri ku,'' ucap Yuna pelan
''Sama sama Yun,'' jawab Dira pelan sama hal nya Dira tidak tau harus berkata apa,
''Apa kabar kamu,'' tanya Yuna mengawali pembicaraan, canggung jelas terasa walau bagai mana pun Yuna harus melakukan itu bersikap ramah karna Dira sudah menyelamat kan raya, tidak mau di anggap sombong karna di situ orang sangat ramai,
''Aku baik Yun,'' ucap Dira tak kalah ramah senyum mengembang di wajah nya
''Oh iya ini kenal kan suami ku Miko nama nya,'' ucap Dira buru buru mengenal kan suami nya agar Yuna tidak salah faham dengan diri nya seperti anak anak nya waktu itu yang mengira Dira masih ada hubungan dengan Adam,
''Hai Yuna salam kenal,'' ucap Yuna
''Miko,'' balas nya
''Hem aku seperti pernah melihat nya, semoga saja dugaan ku salah,'' batin Yuna berkata
''Ini anak kami Yun Rafael usia nya baru dua tahun,'' lanjut Dira mengenal kan putra nya, lagi Yuna hanya menanggapi dengan senyum tipis,
''Yun apa kamu masih ada waktu,'' tanya Dira rencana nya akan mengajak Yuna bicara hanya sebentar,
Yuna melihat jam di pergelangan tangan nya,
''Sayang ku mohon tunggulah sebentar aku akan bicara dulu dengan temanku,'' pamit Dira pada suami nya nada nya juga terdengar sangat lembut, sedang Yuna melihat keluarga kecil nya tak jauh dari ia dan Dira berdiri bik Jumi dan reyan sedang nenangin raya yang seperti nya masih shock,
''Kita duduk di sana saja Yun,'' Yuna menurut mengikuti langkah kaki Dira menuju sebuah kursi tunggu,
''Ada apa dir cepat katakan waktuku tidak banyak,'' ucap Yuna seraya menjatuhkan bobot tubuh nya di kursi samping Dira,
''Yun sebenar nya aku terlalu malu untuk meminta maaf dari mu, bertahun tahun aku menunggu saat ini, bertemu dengan mu duduk berdua dan bicara,'' lirih Dira Yuna diam masih mendengar bibir nya terkatup rapat seakan enggan untuk menjab ucapan Dira,
''Kamu me maaf kan aku kan Yun, '' ucap Dira lagi
''Aku sudah me maaf kan mu, siapa lah aku yang tidak punya kuasa untuk menghukum mu, karna aku yakin Tuhan dan semesta sangan adil,'' ucap Yuna
''kalau sudah tidak ada apa apa, sebaik nya aku pergi dulu, oh ya sekali lagi aku berterimakasih kamu sudah menyelamat kan nyawa putri ku untuk yang ke dua kali nya,'' ucap Yuna kemudian tubuh nya bersiap untuk berdiri
''Yun kamu benar sudah me maaf kan ku kan,'' ucap Dira memastikan
''Sudah ku bilang aku tidak punya kuasa apa pun untuk menghukum kesalahan mu, semesta itu adil Dira,'' Dira diam tidak menjawab menyadari semua kesalahan nya,
__ADS_1
''Oh ya selamat ya atas pernikahan mu, kamu sudah bahagia, tapi lihat lah dengan pernikahan ku, masih hancur akibat ulah mu, dan kamu harus tau Dira hukum karma itu berlaku, apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai setelah ini pergilah cari tau siapa suami mu mungkin ada salah satu akun Instagram yang harus kamu kepo in namanya @-miranda-92,,'' setelah berkata Yuna meninggal kan Dira yang masih berdiri mematung mencerna ucapan terakhir yuna, perlahan Dira menyalakan ponsel nya, dan mencari akun Instagram yang Yuna sebut kan,
Dari kejauhan sebelum menghilang di balik pintu masuk Yuna menatap Dira wajah nya berubah sedih marah dan kecewa bibir Yuna berkedut membentuk senyum tipis,
''Sudah saat nya hukuman mu tiba Nadira,'' gumam Yuna,
Sedang Dira menatap suami nya tidak percaya lidah nya terasa kelu bibir nya terkatup rapat perasaan nya seakan hancur melihat suami nya bersanding di pelaminan dengan wanita lain, meski itu hanya sebuah postingan yang mungkin hanya mirip,
Hari sudah sore Yuna dan keluarga kecil nya sudah sampai di kediaman mungil nya, anak anak terlelap semua efek kecapean setelah melakukan perjalanan
''Irma,'' panggil Yuna saat melihat Irma berjalan melewati nya,
''Ya mbak,'' Irma datang mendekat
''Kamu masih ingat seperti apa suami Miranda,'' tanya Yuna tiba tiba,
''Mas Miko ingat dua kali kita ketemu saat mas Miko jemput mbak Miranda pulang kerja, juga pernah sempat bermain dengan Reyhan,'' tutur Irma
''Lihat lah ini dua wanita postingan berbeda namun dengan pria yang sama,'' ucap Yuna memperlihatkan layar gawai nya
''Astaga ini siapa,'' Irma tampak sangat kaget melihat Dira berpose mesra dengan suami nya,
''Ini istri lain suami Miranda,'' jelas Yuna
''Apa mbak Miranda tau tentang ini,'' tanya Irma
''Aku juga tidak tau,'' jawab Yuna apa ada nya
''kasian sekali mbak Miranda sudah di selungkuhin Suami nya,'' ucap Irma
''Seperti nya ini kisah istri tua dan istri muda, kita juga tidak tau yang mana istri muda,'' sambung Yuna
''Apa jangan jangan mbak Miranda istri muda yang jadi selingkuhan mas Miko,'' ucap Irma mereka nerka,
''Mungkin.? jika kita ingat Miranda pernah cuti sangat lama saat mengelar acara pernikan nya dua tahun yang lalu,'' Yuna coba mengingat ingat kapan kariawan nya itu pernah ijin cuti lama,
''Dan ini anak Miko dengan istri tua nya umur nya hampir dua tahun, itu artinya Miko menikah dengan Miranda saat istri tua hamil besar mungkin sudah hampir melahir kan,'' sambung Yuna,
buah dari kesabaran Yuna kini semesta dan hukum karma datang menghampiri Dira dan pernikahan nya, hukuman itu tidak jauh dari apa yang dira perbuat pada Yuna dahulu, apa yang kau tanam itulah yang kau tuai
__ADS_1