
''
''
''
Adam tampak sangat senang cafe ice cream nya sudah seratus persen pembangunan nya, tinggal menunggu hari pembukaan nya, cafe ini Adam khususkan untuk putri nya raya,
''Semoga saat hati mu tergugah ingin pulang dan menemui pipi kamu pasti senang melihat ini, ucap Adam di luar cafe menatap lampu neon dengan tulisan ice cream raya Adam sudah lebih ikhlas menunggu dengan sabar sampai anak dan istri nya mau pulang dengan kemauan nya sendiri meski begitu selama ini Adam juga berusaha mencari, ingin rasa nya mengikuti sea saat sea pergi ke rumah Yuna, namun Adam tidak melakukan nya Yuna sudah mau menerima uang nafkah untuk anak anak saja Adam sangat bersyukur, setiap bulan nya Adam akan menitipkan nya pada sea,
''Sudah saat nya aku pulang,'' Adam melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya menuju mobil yang terparkir tak jauh dari nya, perlahan Adam melakukan mobil nya meningal kan cafe ice cream yang ia bangun untuk raya,
''Ah perut ku lapar sekali rasa nya aku sudah tidak tahan jika harus menunggu makan di rumah sebaik nya aku mencari tempat makan dulu,'' gumam Adam sambil terus fokus dengan kemudi nya tak berapa lama Adam menghentikan mobil nya di sebuah rumah makan sederhana dengan menu aneka lalapan,
''Di sini saja aku sudah sangat lapar,'' Adam mengelus perut nya yang sudah terasa perih,
dari kejauhan Adam melihat sosok yang di kenal nya siapa lagi kalau bukan Dira, Adam menghentikan langkah kaki nya memilih untuk mundur dan menghindari nya, meski Adam sudah tau dan pernah mendengar Dira sudah menikah lagi, tidak ingin kesalahpahaman itu terjadi lagi Adam benar benar ingin memperbaiki semua nya, fokus nya sekarang hanya anak anak meski tak tinggal bersama, menahan perut nya yang lapar Adam kembali melajukan mobil nya kali ini Adam memilih makan di rumah saja,
Dua puluh menit menahan lapar Adam sudah sampai di depan rumah nya mata nya berbinar bibir nya melengkung membentuk senyuman kala melihat bangunan tepat di sebelah rumah nya sudah hampir rampung pembangunan nya, Adam turun dari mobil nya berjalan menghampiri kepala proyek melupakan perih di perut nya,
''Pak Adam,'' sapa bapak itu ramah kala melihat Adam berjalan menghampiri nya,
''Seperti nya sudah hampir selesai ya pak tadi pagi saya tidak melihat nya dan sekarang sudah ada ini,'' ucap Adam melihat anak buah bapak itu sedang memasang atap di bagian sisi yang khusus nya nanti untuk tempat istirahat
''Iya pak, seminggu lagi mungkin sudah selesai, kami masih harus memasang pagar jaring besi di atas sana supaya bola tidak terlempar ke luar,'' terang bapak itu,
''Iya itu bagus pak, kerjakan saja nanti kalau kurang sesuatu bisa langsung bilang sama saya,'' ucap Adam lagi,
__ADS_1
Adam membeli tanah tepat di samping rumah nya dan membangun sebuah arena dan sarana orah raga khususnya lapangan basket bukan hanya itu bisa juga di gunakan bermain badminton futsal dan lain sebagai nya, sengaja Adam membangun ini untuk reyan ia banyak mendengar dari sea reyan suka sekali di bidang olah raga,
Kembli merasakan perih di perut nya Adam bergegas masuk kedalam rumah nya,
''Dam kamu sudah pulang sudah makan belum,'' tanya Bu Diah pada putra nya,
''Belum aku sangat lapar rasa nya perut ku juga sudah perih, tutur Adam seraya menjatuhkan bobot tubuh nya di kursi meja makan
''Kenapa tidak mencari tempat makan dulu kalau sudah lapar lain kali tidak usah menunggu makan di rumah,'' ucap Bu Diah dengan cepat mengambil kan nasi untuk putra nya,
''Tadi nya begitu Bu tapi Adam tidak jadi makan,'' ucap Adam
'' memang nya kenapa kok tidak jadi makan,'' tanya Bu Diah sedikit heran
''Adam tadi sudah sampai di rumah makan tapi Adam keluar lagi sebab di dalam ada Dira yang juga sedang makan,'' terang Adam tampak ada yang di tutupi
Adam diam tidak menjawab rasanya ingin sekali memaksa sea memberi tau di mana keberadaan anak dan istri nya balik lagi Adam menyadari semua kesalahan nya semoga semesta cepat mempertemukan nya dengan anak dan istri nya, Adam sudah cukup membayar dosa dosa nya menderita menahan rindu yang begitu besar
Sedang di lain tempat Yuna membawa keluarga kecil nya berlibur di pulau Bali ia baru saja sampai di bandara Ngurah Rai Bali, mobil jemputan dari hotel sudah setengah jam lalu menunggu,
''Kita akan menginap di mana mi,'' tanya raya penasaran dari rumah sudah berpesan pada Mimi nya raya ingin sekali bermain di pantai nanti nya,
''kita akan menginap tidak jauh dari bandara dan hotel kita juga akan langsung menghadap pantai,'' terang Yuna,
''Yes,'' seru raya girang saat mendengar kata pantai,
''raya suka,'' tanya Yuna lagi
__ADS_1
''Sangat,'' jawab nya senang,
mobil melaju menuju pantai Kuta Bali, pusat wisata di kota itu, lima belas menit dari bandara kalau tidak macet,
''Nanti kita bisa pergi ke lain tempat kan mi bukan hanya di pantai,'' ucap reyan
''Iya nanti boleh pergi kemana saja tempat indah yang kalian suka Mimi akan menuruti nya,'' jawab Yuna
Tidak terasa mobil sudah sampai di hotel yang mereka tuju, begitu masuk kedalam kamar hotel pemandangan langsung menuju pantai laut lepas
''Waahh ini indah sekali,'' seru bik Jumi merasa takjub,
''Ita bik ini indah,'' sambung Irma takkalah takjub nya Yuna hanya tersenyum menanggapi bik Jumi dan irma,
''Kita istirahat dulu ya sore nanti kita bisa jalan jalan di pantai,'' ucap Yuna yang melihat raya berdiri diam menatap lautan Yuna pikir raya sangat bahagia nyatanya gadis kecil nya itu sedang melamun,
''Raya kenapa raya tidak suka,'' tanya Yuna,
''Suka mi sangat suka,'' jawab raya
''Kalau suka kenapa raya tampak bersedih,'' tanya Yuna lagi,
''Raya hanya membayangkan kalau kita pergi berlibur dengan keluarga yang utuh,'' lirih raya,
''Memang nya kenapa dengan keluarga kita,'' tanya Yuna ingin tau apa yang sedang putri nya itu pikir kan,
''Yidak apa apa mi, raya senang dan bahagia terimakasih mi sudah membawa raya berlibur,''
__ADS_1
Yuna tau putri nya itu sedang memikirkan pipi nya, Yuna diam tidak ingin bertanya lebih takut putri nya itu akan cemberut