Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
lain di mulut lain di hati


__ADS_3

''


''


Setelah mengantar anak anak nya ke sekolah Adam melajukan mobil nya menuju rumah Dira. Dalam perjalanan Adam sudah menghubungi istri siri nya itu.


''Masuk lah dam.'' seru Dira dari dalam rumah yang melihat ke datangan Adam


''Dir kamu baik baik saja.'' tanya Adam kuatir


''Aku baik baik saja.tidak usah menguatir kan ku.''


''Kenapa kamu tidak mencegah nya Dir.''


''Dam sebaik nya kita pulang ke rumah kita saja kita mengobrol di sana.'' Dira butuh privasi di rumah ibu nya masih ada Aldi yang hari ini libur sekolah karena tidak enak badan dan juga ibu nya.


''baik lah.'' Adam segera membawa mobil nya menuju rumah yang sudah di beli nya untuk Dira. Tak jauh dari rumah ibu nya.


Dira turun terlebih dulu lalu membuka kunci pintu rumah nya Adam sudah berdiri di belakang Dira


''Masuk lah dam.'' begitu masuk kedalam rumah Adam sudah tidak bisa menahan meminta Dira menjelas kan semua pada nya.


''Katakan Dir. Kenapa kamu tidak mencegah kehamilan mu.'' Adam menuntut penjelasan Dira


''Kenapa dam apa kamu tidak senang mendengar aku hamil.'' tanya Dira penuh selidik


''Bukan begitu Dir. Kamu tau sendiri keadaan kita bagaimana. kita masih menikah secara siri bagai mana aku bisa membuatkan anak mu itu akte kelahiran. Tidak mungkin aku menikahi mu secara sah itu semua butuh ijin dari istri sah ku.''


''Kamu tidak usah menguatirkan akan hal itu dam, biar menjadi urusan ku sekarang kamu tinggal menceraikan ku itu saja.'' ucap Dira yakin dengan keputusan nya

__ADS_1


''Tidak aku tidak akan menceraikan mu dalam keadaan seperti ini. Kamu sedang hamil aku tidak bisa membiarkan anak ini lahir tanpa ku.'' ucap Adam tidak ingin menceraikan Dira dalam keadaan hamil meski sebenar nya hatinya ingin segera berpisah dari istri mudanya ini.


''Bagai mana dengan istri mu dam.'' lirih dira dalam di lema sejatinya Dira tidak ingin berpisah dari pria yang sangat di cintai nya


''Aku juga tidak tau. Jujur aku tidak tega menyakiti nya.'' Adam meraup wajah nya kasar.


''ceraikan aku setelah aku melahirkan saja dam temani aku selama kehamilanku.'' Dira mengusap perut nya yang masih rata.''


''Tetap seperti ini rahasiakan pernikahan kita sampai aku melahirkan setelah ini kita akan menjalani hidup kita masing masing aku tidak mau menyakiti anak dan istri mu lebih jauh lagi.'' tutur Dira


''Baik lah jika ini kemauan mu kita sepakati kita berpisah saat kamu sudah melahir kan.''


Dira mengusap air matanya yang tiba tiba menetes tanpa di pinta hatinya berdenyut nyeri melihat Adam langsung setuju dengan ucapan nya tanpa mau mempertahan kan pernikahan nya lagi tadi Dira sempat merasa senang Adam tidak mau menceraikan nya dalam keadaan Dira sedang hamil Dira pikir Adam masih sangat mencintai nya dan tidak ingin berpisah dari nya. Panggilan sayang Adam untuk istrinya masih terngiang di telinga Dira nada nya begitu lembut penuh kasih sayang.


''Aku akan tinggal di rumah ibu selama aku hamil. Dan aku akan berhenti dari pekerjaan ku. Dokter bilang aku tidak boleh kecapean dan banyak berfikir.'' terang Dira


Dira tidak tahan untuk tidak memeluk suami yang sangat di cintai nya itu menangis dalam dekapan Adam tanpa sengaja Dira melihat kulit Adam dari celah kancing kemejanya yang terbuka kulit Adam tampak kemerahan bekas ke cupan. Dira sadar suami nya bukan milik nya seorang hari itu Dira pernah dengan sengaja memberi bekas yang sama berharap istri Adam mengetahui nya namun dengan mudah Adam menutupi nya menggunakan bedak justru sekarang seperti senjata makan tuan hati Dira begitu sakit melihat bekas kecupan itu.


''Berapa kali kamu bermain dengan istri mu dam sampai dia meninggal kan bekas nya begitu banyak di kulit mu.'' Dira menunjuk kulit leher Adam dan dada nya


''Maaf.'' Adam membetul kan kancing baju dan kerah leher nya.


''Tidak usah di Tutupi aku sadar kamu bukan milik ku seorang masih ada wanita lain yang berhak atas mu bahkan lebih berhak dari ku. Aku hanya bertanya berapa kali kamu melakukan nya.'' tanya Dira ingin tau


''Hanya sebentar di kamar mandi.'' jawab Adam singkat hanya di kamar mandi tidak mungkin Adam menjawab secara jujur dengan mengatakan malam tadi Adam dan Yuna melanjutkan nya di tempat tidur setelah makan malam.


''Hebat kalian bisa bermain di kamar mandi.'' lirih dira sinis.


''Di sini tidak ada jacuzzi nya Dira. Bagai mana kita bisa melakukan nya di kamar mandi.'' ucap Adam mencoba menjelas kan

__ADS_1


''Jangan kan jacuzzi kamar mandi disini untuk mandi seorang diri saja sudah sempit. Apa lagi untuk memadu kasih.'' ada rasa iri di hati Dira perasaan nya tidak bisa murni ikhlas menjadi istri kedua.


''Sudah lah Dir wajar jika istri ku menginginkan yang terbaik untuk dirinya karna itu sebagian dari jerih payah nya.'' Adam mencoba membuat Dira mengerti


''Iya aku mengerti sangat mengerti aku sangat bersyukur kamu sudah membelikan ku rumah ini.'' jawab Dira lagi


''Ketahuilah Dir untuk bisa seperti ini aku dan istri ku berjuang dari nol.'' ucap Adam lagi.


''Aku tau Dam aku sangat tau kehidupan mu dulu seperti apa tidak usah kamu kelas kan lagi.''


''Mau nya apa sih tadi seperti iri.'' batin Adam berkata menatap Dira yang tertunduk


''''''''''''''''''''''''''''''


Di tempat lain manajer restoran Yuna menghubungi Yuna meminta nya untuk segera datang ke restoran utama. Pagi ini ada reservasi acara penting namun Adam tak kunjung datang.


''Mas Adam kemana sih.'' Yuna mencoba menghubungi suami nya itu namun tak kunjung di angkat.


Yuna sudah dalam perjalanan menuju restoran. Acara sebentar lagi akan segera di mulai Yuna sangat kesal dengan Adam yang tiba tiba menghilang melupakan acara penting pagi ini. Meski di restoran sudah ada staf terpercaya paling tidak pemilik juga harus standby juga.


''Tidak biasa nya mas Adam seperti ini melupakan pekerjaan nya.'' gerutu Yuna kesal. buru buru Yuna memasuki restoran nya


''Bu Yuna. Pak Adam juga sudah dalam perjalanan kemari baru saja menghubungi saya.'' ucap Ale begitu melihat kedatangan bos nya


''Semua sudah di siap kan.'' Yuna malah untuk menjawab ucapan Ale mengenai Adam yang sudah bisa di hubungi.


sedang di jalan Adam merutuki diri nya sendiri sampai melupakan acara pagi ini. Banyak nya panggilan yang masuk dari Ale dan juga istri nya Adam sadar sudah melupakan pekerjaan nya demi Dira


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2