
''
''
Adam sudah bangun terlebih dulu menatap wajah istrinya yang masih terlelap
''Malam tadi kamu sungguh luar biasa. Aku sangat menyukai nya.'' Adam menatap nanar wajah polos istri nya entah lah mungkin kebahagian seperti ini akan segera sirna bila Yuna mengetahui pernikahan rahasia sang suami apa lagi yang menjadi madu nya adalah sahabat nya sendiri
''Sayang kamu tidak bangun.'' panggil Adam dengan suara lembut nya.
''Aku masih ngantuk mas biarkan aku tidur sebentar lagi. Kamu sudah membangun kan ku lagi tadi malam.'' jawab Yuna dengan suara serak nya
''Apa masih mau lagi.'' tanya Adam menggoda Yuna
''Aku capek dan mengantuk.'' Yuna menarik selimut nya dan bergelung di dalam nya.
''Ya sudah aku bangun duluan aku sudah janji dengan anak anak membawa mereka joging pagi ini.'' pamit Adam kemudian keluar dari kamar nya.
''Aku berharap kamu tidak punya wanita simpanan di luar sana mas. Akan ku buat kamu kualahan dengan ku sampai kamu tidak bisa berfikir untuk mencari kenikmatan di luar sana.''
Yuna melanjut kan tidur nya. Sebenar nya ingin sekali merasakan lebih lama dekapan suami juta di pagi ini namun Adam sudah ada janji dengan ke dua buah hati nya.
''Yuna mana dam. belum turun.'' tanya Bu Diah
''Yuna masih tidur Bu.'' jawab Adam singkat
''Tumben tidak biasa nya istri mu itu masih tidur.''
''Biarkan saja mungkin Yuna kecapean Bu.'' jawab Adam lagi
''Huh padahal ibu pingin mengajak nya makan bubur ayam di depan sana sambil joging.'' Bu Diah sedikit merajuk layak nya anak kecil membuat Adam menyungging kan senyum nya.
''Sama Adam saja Bu. Anak anak juga ikut.'' terang Adam
''Beneran dam.'' Bu Diah tersenyum senang.
Adam membawa anak anak nya dan sang ibu berjalan menyusuri lorong komplek perumahan nya. Sambil bercanda dan mengobrol bersama ibu dan anak anak nya.
__ADS_1
''Pipi kita berhenti disini dulu ya raya capek.'' seru raya yang meminta berhenti di taman
''Reyan mau bermain basket.'' ucap Reyan mencoba bermain basket di taman tersebut yang memang punya fasilitas lengkap untuk olah raga
''Ibu masih mau muter jalan sini saja ya dam.'' Bu Diah melanjut kan langkah kaki nya memutari taman tersebut
''Raya mau main ayunan saja.''
Adam duduk mengawasi kedua anak nya di bangku yang ada di taman itu
Berfikir bisa menghubungi Dira sebentar. Adam mengeluarkan ponsel setelah mencoba beberapa kali panggilan lama Dira tidak menjawab nya.
''Apa Dira masih tidur juga.'' gumam Adam kembali menghubungi Dira.
''Dir apa kamu masih tidur.'' tanya Adam saat panggilan nya terjawab namun Dira diam tidak bersuara.
''Hebat kamu dam. Semalaman aku di sini merindukan mu kamu asik bercinta di balkon dengan istri mu.'' Dira sudah tidak tahan untuk tidak bicara mengenai apa yang di dengar nya tadi malam
''Maksud mu apa Dir.'' tanya Adam tidak mengerti
''Jika ingin bercinta dengan istri mu setidak nya matikan dulu panggilan mu aku bisa mendengar dengan jelas Rancauan mu saat bercinta dengan istri mu. Apa kamu memang sengaja melakukan nya dan menyakiti ku dam.'' todong Dira
''Alah alasan saja kamu apa kamu ingin menunjukan pada ku istri mu itu sangat hebat saat bercinta.'' Dira tidak mau mendengar penjelasan Adam
''Terserah kamu saja Dir. Aku tidak mau berdebat dengan mu. Aku menghubungi hanya ingin tau ke adaan ku.'' jelas Adam
''Setelah tadi malam kamu masih mau tanya bagai mana ke adaan ku. Tega kamu dam.'' ucap Dira kesal
''Apa ada yang salah aku bercinta dengan istri ku Dir. Aku rasa tidak. Seharus nya istri ku yang marah saat aku bercinta dengan mu. Karna kita melakukan nya secara diam diam. seharus nya kamu sadar diri sudah tau aku punya istri lain selain kamu.'' kesal Adam mendengar ocehan Dira
''lalu kenapa kamu menikahi ku.'' kamu menyesal dam.'' ucap Dira lagi nada bicara nya sudah naik satu oktaf
''Bukan nya kamu yang memaksa ku untuk menikahi mu kamu bilang rela dan ikhlas meski menjadi yang kedua dan menjadi simpanan ku. Apa kamu lupa.'' jelas Adam geram
''Apa kamu menyesal dam.'' tanya Dira lagi
''Jujur iya aku menyesal. aku sudah menyakiti perasaan istri ku.'' jelas Adam lagi.
__ADS_1
''Kamu jahat dam.'' Dira menangis sesenggukan bukan nya membujuk Adam malah menyalah kan diri nya
Adam meraup wajah nya kasar sebenar nya tidak tega mendengar Dira menangis sesenggukan
Sedang Dira sendiri tidak tau kenapa dia marah sah sah saja adam bercinta dengan istri nya. Sejak hamil Dira ingin sekali selalu berdekatan dengan Adam namun apa daya. Dira hanya istri simpanan.
''Tenang kan dirimu Dir. Nanti aku hubungi lagi.'' Adam melihat putrinya berjalan menghampiri nya lalu memutuskan sambungan telpon nya.
''Pipi kenapa.'' tanya raya heran melihat ayah nya itu tampak kesal.
'' pipi tidak apa apa sayang.'' jawab Adam
''Tadi pipi seperti marah marah.'' lanjut raya berta nya
''Tidak sayang pipi tidak marah marah. Kalau sudah kita pulang saja ya.
''Tapi Nena masih di sana.'' tunjuk raya melihat nenek nya duduk seraya meneguk air minum nya.
''Kita samperin Nene ke sana.'' raya mengangguk setuju kemudian memanggil sang kakak untuk segera pulang
Adam dan ke dua anak nya menghampiri sang ibu yang duduk di bangku taman
''Ibu sudah joging nya.'' tanya Adam melihat ibu nya seperti kelelahan
''Sudah tapi ibu laper.'' jawab Bu Diah
''Kita beli bubur saja dam di sana.'' tunjuk Bu Diah di warung bubur langganan nya.
''Ya sudah kita beli bubur dulu kemudian pulang.''
Adam masih memikirkan keadaan Dira kuatir dengan kandungan nya walau bagai mana pun bayi yang di kandung Dira adalah anak nya. ke adaan Dira yang menangis sangat tidak baik untuk kandungan nya Adam hanya bisa berdoa semoga Dira baik baik saja.
Sedang Dira sesenggukan sendiri di kamar nya. Meringkuk memeluk erat kaki nya. Berharap Adam meminta maaf dan membujuk nya ini lah sebalik nya.
''Aku sadar dam aku hanya istri simpanan yang tak pernah berarti apa apa untuk mu. setidak nya kita dulu pernah saling mencintai dam.'' gumam Dira dalam tangis nya.
''Aku hanya ingin sedikit perhatian mu waktu mu di saat aku hamil. Sebelum kita bercerai setelah aku melahir kan.'' gumam Dira lagi. terus menangis sendiri di kamar nya hatinya sangat sakit dan perih tiba tiba merasakan sakit di perut nya namun Dira tak menghiraukan nya terus menangis dan sesenggukan sendirian
__ADS_1
''Halah geng empat episode hari ini terakhir otak author sudah ngebleng. Kita lanjut besok ya jangan lupa tinggal kan jejak like komen dan vote nya
Bersambung