
''
''
Dengan menahan sakit Dira terpaksa ke luar dari rumah menunggu taksi yang di pesan nya Dira akan pergi ke klinik kandungan. sedah dua malam ini Dira merasakan Sakin di perut nya kuatir terjadi apa apa dengan bayi yang di kandung nya.
''Kita akan kemana mbak.'' tanya sopir taksi itu seraya melajukan mobil taksi nya
''Ke klinik kandungan ya pak.'' ucap Dira pelan.''
Supir itu melajukan taksi nya menuju tempat yang Dira tunjukan tidak jauh dari rumah nya. Hanya lima belas menit.
''Anda tidak apa apa mbak seperti nya anda kesakitan.'' tanya supir taksi itu sedikit kuatir.
''Suami nya mana mbak kenapa tidak meminta suami nya menemani.'' lanjut supir taksi itu.
''Suami saya kerja di luar kota pak belum pulang.'' ralat Dira berbohong tidak mungkin mengatakan yang sebenar nya bahwa Dira hanya simpanan.
''Sebulan yang lalu saya mengantar kan seorang wanita yang sedang hamil. Ke tempat suami nya bekerja sesampai nya di tempat kerja ada istri sah suami nya. Rupanya wanita yang bapak hantar kan merupakan istri simpanan. Terjadilah perkelahian antara istri sah dan istri siri mana istri siri lagi hamil besar.'' cerita sopir taksi itu membuat Dira membayangkan bagai mana kalau istri Adam datang melabrak nya.
''kemudian apa yang terjadi selanjut nya pak. Bagai mana pria itu menyikapi kedua istri nya bertengkar.'' tanya Dira penasaran.
''Bapak yang misahin mbak. Bapak bawa lagi wanita yang hamil itu pergi. Sedang di pria hanya membela istri sah nya.'' Tarang bapak supir taksi itu.
Dira sangat yakin Adam tidak akan pernah membela nya jika itu terjadi pada nya dan istri Adam
tak berapa lama taksi yang Dira tumpangi sudah sampai di depan klinik yang Dira tuju.
''Ini ongkos nya pak kembalian nya ambil saja.'' Dira turun dari taksi dan bergegas masuk kedalam klinik beruntun hari ini klinik tidak ramai hanya menunggu dia orang baru giliran Dira.
__ADS_1
''Selamat siang dok.'' sapa Dira ramah mengeluarkan buku KIA nya
''Ada keluhan.'' tanya dokter ramah seraya melihat catatan di buku yang Dira bawa.
''Masih muntah sesekali. Dan ini dok sudah dua hari ini saya merasakan sakit. Di bagian sini.'' Dira menunjuk perut nya yang sakit.
''Berbaring saja dulu.'' dokter menunjuk kan brangkar yang ada di samping Dira
Dokter memeriksa kandungan Dira dengan hati hati sampai beberapa saat periksakan selesai.
''Bagai mana keadaan bayi saya dok.'' tanya Dira penasaran.
''Hasil nya tidak bagus anda terlalu stres dan banyak pikiran. Usahakan jangan banyak pikiran dan stres karna itu sangat sangat mempengaruhi kandungan anda. Dan kandungan anda menjadi melemah. Stres berlebihan bisa menyebab kan kram di perut.'' penjelasan dokter cukup membuat Dira kuatir dengan ke adaan bayi nya.
''Apa yang harus saya lakukan dok.'' tanya Dira lagi
''Usahakan jangan banyak pikiran dan stres berlebih han. istirahat yang cukup jangan kecapean dan minum vitamin tepat waktu dan ini juga ada obat penguat kandungan. Semoga membantu.'' lanjut dokter menjelas kan kemudian memberikan Dira beberapa obat dan vitamin.
Dira kembali ke rumah nya dengan taksi yang lain.
''Pak ini darah apa.'' tanya Dira ketika melihat bercak darah di lantai mobil
''Oh maaf mbak saya belum sempat membersih kan nya baru saja saya mengantar seorang wanita hamil seperti nya pendarahan. Kasian mbak dia sendiri saya tanya di mana suami nya. Ternyata suami nya sibuk dengan selingkuhan nya.'' terang sopir taksi itu
''Oh.'' jawab Dira tidak berani lagi bertanya sudah pasti wanita selingkuhan banyak yang mencaci nya.
Saat Dira turun dari taksi rupanya di depan rumah nya sudah ada Adam yang sedang menunggu nya
''Kamu dari mana Dir.'' tanya Adam kuatir.
__ADS_1
''Puas kamu sudah menyakiti ku semalaman dam. Jika kemarin malam tidak sengaja lalu tadi malam apa. Sengaja kan'' todong Dira tanpa menjawab pertanyaan Adam.
''Maksud kamu apa Dir.'' tanya Adam tidak mengerti.
''Kamu dan istri mu mengulangi hal yang sama kalian bercinta sampai tidak tau ponsel mu menyala dan terhubung dengan ku.'' Dira tampak marah dan juga kesal.
''Aku tidak tau.''
''Jawaban yang sama. Aku tidak tau. Aku memang meminta cerai dari mu setelah aku melahir kan. Paling tidak perhatikan aku sedikit saja dam aku masih istri mu, di saat aku hamil dan membutuh kan mu. Dari kemarin aku sakit perut tidak ada yang menemani ku ke dokter. Dengan menahan sakit aku pergi sendirian.'' cerocos Dira dengan nada marah dan kesal.
''Iya aku tau dan maaf untuk waktu ku memang aku tidak bisa lebih banyak dengan mu. Besok aku akan mencarikan orang untuk menemani mu disini menggantikan ku di saat aku tidak ada dan tidak bisa membantu mu.'' tutur Adam mencari solusi.
''Sebenar nya bukan itu saja yang ku butuh kan dam. Waktu dan perhatian mu aku juga butuh. Aku sendirian disini sedang kamu malah asik menikmati bercinta dengan istri mu. Dan tadi malam kamu sengaja kan menghubungi ku. Agar aku kembali mendengar suara erotis kalian.'' todong Dira lagi.
''Sungguh aku tidak pernah menghubungi mu tadi malam Dir.'' ucap Adam kekeh tidak menghubungi Dira tadi malam.
''Coba kamu lihat ponsel mu dam.'' Adam melihat daftar panggilan ke luar dari ponsel nya tidak ada no Dira di sana yang terakhir Adam hubungi adalah manajer nya di restoran.
''Lihat lah sama sekali tidak ada no mu di sini itu artinya aku tidak menghubungi mu.'' ucap Adam percaya diri.
''Coba lihat lah ponsel ku siapa yang terakhir menghubungi ku dan jam berapa bisa kamu lihat.'' Adam menatap aneh ponsel Dira dan ponsel nya jam sembilan panggilan masuk dari ponsel nya ke ponsel Dira. Sedang Adam sama sekali tidak merasa menghubungi nya.
''Kamu masih tidak percaya dam. Aku punya rekaman nya suara kalian yang begitu er*tis karna aku merekam layar ponsel ku.'' Dira menunjuk kan rekaman layar ponsel nya semalam iya suara nya dan sang istri sah ketika bercinta terdengar jelas bukan hanya suara erangan decapan. Dan gesekan sangat jelas terdengar.
''Dan ini lihat lah.'' Dira menyingkap dada Adam yang banyak bercak bekas kecupan.
''Ganas sekali ya istri mu dam. bahkan kamu tidak henti henti memuji kehebatan nya. Dada nya juga besar. berbeda dengan ku.'' Adam tidak menghiraukan ucapan Dira pikiran nya tertuju pada sang istri. Apa mungkin sang istri sudah mengetahui nya dan dengan sengaja memanasi Dira. Dari mana Yuna tau.
''Aku harus pergi Dir. Ini ada untuk kebutuhan mu. Besok aku akan mencarikan orang untuk menemani mu.'' tanpa menunggu jawaban Dira Adam bergegas pergi dan meninggal kan Dira.
__ADS_1
Dira diam dan tidak bisa berkata apa apa lagi menahan juga tidak bisa menatap nanar kepergian Adam dengan kesal Dira membuang belanjaan yang Adam bawa berupa susu hamil dan lain nya.
Bersambung