Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
pertemuan


__ADS_3

''


''


''


Begitu mendapat alamat sekolah reyan Adam bergegas menuju sekolah putra nya meski hari ini hari libur Adam ingin memastikan terlebih dulu besok pagi Adam akan menunggu reyan di gerbang sekolah,


''Kita mau kemana dam,'' tanya Bu Diah penasaran tiba tiba Adam mengajak ibu nya untuk cepat cepat,


''Kita ke sekolah reyan Bu,'' jawab Adam cepat fokus nya ke jalan mengingat setiap belokan yang anak itu katakan tadi,


''kamu yakin dam,'' tanya Bu Diah lagi,


''Adam yakin Bu sangat yakin,''


''Semoga saja tidak salah dam,'' ucap Bu Diah tidak terlalu menanggapi takut hati nya akan kecewa,


''Ini hati libur dam bagai mana kamu tau ada reyan di sana,'' ucap Bu Diah mengingat hari ini hari libur sekolah,


''Adam memastikan alamat nya dulu Bu supaya tidak salah besok pagi Adam akan datang kesini menunggu reyan,'' tak berapa lama Adam sudah sampai di tempat yang Adam cari


''Ternyata benar yang anak itu bilang,'' gumam Adam dalam hati ia masih melihat lihat suasana sekolah reyan,


''Yuna ada di kota ini,'' gumam Adam lagi tanpa terasa air mata nya jatuh membasahi pipi hingga ke rahang cukup lama Adam berada di sekolah reyan meski belum bertemu reyan sudah membuat Adam bahagia


Bu Diah tidak turun ia menunggu di dalam mobil tidak mau hati nya kecewa jika itu tidak benar namun Bu Diah selalu positif berserah dan berdoa semoga cepat di pertemukan kembali dengan cucu dan menantu nya,


''Dam sudah belum ibu lapar,'' teriak Bu Diah melihat Adam masih berdiri di depan gerbang sekolah yang terkunci rapat,


''Ibu lapar,'' ucap hu diah lagi,


''Iya kita makan dulu Bu, setelah ini kita cari penginapan kita pulang besok, setelah Adam memastikan reyan sekolah disini, semoga saja besok kita pulang dengan Yuna dan anak anak sekalian,'' perlahan Adam melajukan mobil nya mencari tempat maka tidak jauh dari sekolah reyan, sepanjang jalan Adam melihat banyak warung makan namun seperti nya sangat penuh Adam tidak ingin menunggu lama, mencari warung atau rumah makan yang sedikit sepi lebih tepat nya mencari tempat yang nyaman, sedikit jauh dari sekolah reyan Adam membelok kan mobil nya di sebuah rumah makan tempat nya sangat nyaman,


''Kita makan disini saja Bu,'' ucap Adam seraya mematikan mesin mobil nya,


''terserah di mana saja asal tidak ramai seperti tadi ibu sudah sangat lapar,'' Adam tersenyum sedikit rasa sesal larut dalam pencarian sampai mengabaikan ibu nya yang sedari tadi belum makan,


''maaf ya Bu,'' ucap ada lagi,


Anak dan ibu itu perlahan memasuki rumah makan yang lumayan besar, tempat nya juga sangat nyaman


''Kita duduk di sini saja Bu, sambil lihat pemandangan,'' tak lama pelayan datang menawarkan buku menu makanan dan minuman,

__ADS_1


''Aku mau ini mbak garang asem,'' tunjuk Adam ,'' ayam kampung kak,'' lanjut Adam kemudian melihat buku menu minuman,


''Jus jeruk dua,'' Adam memesan dua karna ibu nya juga menyukai jus jeruk,


''ama saja dah mbak garang asem dua, sama nasi putih,'' ucap Bu Diah masih melihat menu yang ada di rumah makan tersebut,


''Ini ada jajanan masih tersedia mbak,'' tanya Bu Diah mematikan


''Ada Bu semua yang ada di buku menu tersedia,'' jawab pelayan ramah


''Ya sudah aku mau dong mbak lemper nya,'' pelayan mengangguk dan tersenyum ramah satu menit kemudian lemper pesanan Bu Diah datang,


''Ini silah kan Bu,''


''Terimakasih,'' jawab nya tersenyum,


''ini lempernya enak Bu rasa nya tidak asing,'' satu gigitan membuat Adam teringat lemper buatan Yuna isinya sangat padat penuh dengan ayam,


''Semua lemper sama saja dam, di mana mana isinya ayam,'' Bu Diah tidak begitu menanggapi, Adam masih menikmati lemper yang tersaji rasanya benar benar mengingat kan Adam pada Yuna,


tak sampai sepuluh menit pesanan Adam juga sudah sampai, garang asem dua nasi putih dan jus jeruk hanya satu menu makan berdua dengan ibu nya Adam tidak memesan banyak menu tidak ada yang makan menurut nya,


begitu di buka bungkus daun pisang itu tercium sangat wangi


''Ini masakan Yuna Bu, Adam tidak akan pernah lupa rasa nya,'' tanpa menunggu jawaban ibu nya Adam berdiri hendak bertanya pada pelayan yang berdiri tidak jauh dari nya,


''Oh maaf ya om tidak sengaja,'' Adam menabrak anak kecil yang sedang berlari


''Maaf kan saya, saya tidak sengaja menabrak anak nya mbak,'' sesal Adam yang terburu buru tidak melihat ada anak kecil berlari ke arah nya,


''tidak apa apa pak, anak nya juga memang sangat aktif,'' tutur Irma sedikit Dejavu


Adam meneruskan langkah nya menghampiri pelayan yang berdiri tak jauh dari nya


'' Iya pak ada yang bisa di bantu,'' ucap pelayan ramah,


''Mbak boleh saya bertemu dengan onernya,'' ucap Adam tampa basa Basi,


''Kalau boleh tau kenapa ya pak apa ada masalah sampai bapak ingin bertemu dengan owner restoran ini,'' tanya pelayan ingin tau takut nya jika ada masalah dan pelanggan langsung melapor pada owner


''Tidak apa apa mbak, makanan nya sangat enak saya sampai teringat seseorang,''


''Silahkan tunggu pak, sebentar lagi onernya akan datang,''

__ADS_1


Irma tergopoh gopoh menuju rumah kecil Yuna, ingin mengambil sesuatu dan mematikan penglihatan nya tidak salah,


''Bik Jumi, bibik sangat mengenali ayah nya anak anak kan, di depan sepertinya ada orang yang ada di foto itu aku ingin mengambil foto itu dan memastikan nya,'' tutur Irma dengan nafas yang sedikit tersengal


''Kamu jangan mengada Ngada Irma,'' ucap jik Jumi tidak percaya


''Makanya bibik lihat saja sendiri siapa tau itu benar ayah nya anak anak, orang nya sama Persih seperti yang ada di foto kamar neng raya,'' terang Irma


''Apa yang mbak Irma katakan benar,'' ucap reyan dan raya bersamaan,'' tanpa menunggu jawaban reyan dan raya berlari menuju depan di ikuti bik Jumi dan juga Irma yang kembali mengendong Reyhan,


di tempat reyan dan raya berdiri mematung tangan dan kaki nya bergetar begitu juga bik jumi menutup mulut nya tidak percaya


''Pak Adam,'' ucap bik Jumi


''Pipiiiiiii,,,? teriak raya cukup keras berlari merentangkan tangan nya, Adam dan Bu Diah menoleh bersamaan hampir tersedak karna tidak percaya melihat raya berlari ke arah nya,


"Raya," Adam membulatkan matanya menatap tak percaya namun juga bahagia


"Pipi raya kangen,' raya menangis tersedu dalam pelukan Adam,


''Pipi juga sayang,'' Adam mengecil seluruh wajah raya tak perduli meski air mata keduanya deras mengalir, suasana mengharu biru itu membuat sebagian pengunjung mengabadikan momen itu dan meraka juga ikut menitipkan air mata,


''Nena,'' raya berganti memeluk nenek nya begitu juga Adam yang berganti memeluk putra sulung nya,


''Kamu sudah besar tinggi mu hampir menyerupai pipi,''


Yuna tak kuasa menahan tangis, namun tak kunjung mendekat


''Bik bawa mereka ke rumah, disini di lihat banyak orang,'' lirih Yuna meraih Reyhan dalam gendongan Irma,


''pak Adam, ibu Diah,'' panggil bik Jumi pelan,


''Bik Jumi,'' Bu Diah menangis seraya memeluk bik Jumi erat,


''Ibu apa kabar Bu,''


''Baik bik,'' jawab Bu Diah masih dalam tangis nya,


''Kita ke rumah saja Bu, neng Yuna sudah menunggu,'' Bu Diah mengangguk kan kepala nya ia sangat rindu dengan menantu nya itu,


Yuna menunggu dengan cemas ia tau hari ini akan datang, hatinya bergetar saat pertama kali melihat sang suami pria yang masih sangat di cintai nya


Yakin genggs author tidak kuat menulis part ini sambung besok ya,

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2