Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
tidak jujur


__ADS_3

''


''


Adam tampak berfikir setelah mendengar penjelasan ibu nya dan juga bik Sri untuk mencari Yuna dengan melacak keberadaan mobil Yuna melalui anak bik Sri yang bekerja sebagai debkolektor jasa penagih hutang dengan jaringan debkolektor yang tersebar luas di berbagai penjuru daerah.


''Bik kalau begitu aku minta no wasup nya anak bibik. Biar aku sendiri yang bicara pada nya.'' ucap Adam Ahir nya setuju


''Nah gitu dong pak Adam. Biar bu Yuna cepat ketemu.'' ucap bik Sri senang karna Ahir nya Adam setuju yang mulanya kurang setuju


''Apa salah nya kita mencoba iya kan bik tidak salah kan.'' ucap Bu Diah menimpali.


''Iya benar Bu semoga pak Adam segera menemukan Bu Yuna.'' lanjut bik Sri


Adam hanya diam sedikit banyak ide dan saran bik sri dapat masuk di akal nya kenapa juga Adam tidak terfikir untuk melacak mobil istri nya itu.


''Cepat lah pulang sayang aku sudah sangat merindukan mu dan anak anak.'' gumam Adam dalam hati mata nya menatap lekat foto keluarga yang tergantung indah di dinding ruang keluarga itu.


''Alasan apa yang sebenar nya sampai Yuna pergi meninggalkan mu dan rumah ini bukan hanya itu restoran dan semua nya yang kalian bangun dengan susah payah.'' lirih Bu Diah ikut menatap foto keluarga yang tampak sangat bahagia itu.


''Apa mungkin karna kehamilan Dira dam.'' tanya Bu Diah penasaran alasan apa yang membuat Yuna pergi dari rumah bahkan sampai menggugat cerai Adam saat Adam koma.


''Aku rasa bukan itu Bu.'' jawab Adam pelan


''Ibu rasa juga seperti itu. Yuna bahkan ingin mempertahan kan rumah tangga nya apapun yang terjadi Yuna tidak ingi pelakor itu merasa menang mendapat kan mu dan semua nya. Karna kecelakaan itu juga rasa nya tidak mungkin.'' ucap Bu Diah


''Adam merasa ada sesuatu yang Yuna sembunyikan dari kita Bu. Yuna tidak ingin kita tau karna itu Yuna pergi.'' ucap Adam menduga istri nya itu sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.

__ADS_1


''Kamu cepat lah temukan Yuna dam, ibu sangat kuatir dengan keadaan nya di luaran sana dia sendirian sama anak anak apa lagi kamu bilang Yuna sedang hamil sekarang.'' lirih Bu Diah


Adam mengingat sebentar tadi bik Sri memberikan no wasup anak nya jasa penagih hutang itu yang biasanya di sebut debkolektor Adam mencoba menghubungi anak bik Sri dan menceritakan niat nya meminta bantuan untuk melacak keberadaan mobil Yuna. Setelah beberapa lama bicara di telpon Adam Adam mengakhiri panggilan nya karna anak bik Sri itu meminta Adam untuk menunggu kabar dari nya.


''Bagai mana dam apa kata anak nya bik Sri.'' tanya Bu Diah penasaran


''Adam di minta nya untuk menunggu kabar dari nya Bu. beberapa hari sekitaran seminggu yang terpenting Yuna tidak pergi ke pelosok desa.'' terang Adam.


''Semoga Yuna dan anak anak cepat di ketemukan dam. ibu sebenar nya sedikit bersyukur karna bik Jumi ikut serta dengan Yuna ada yang menemani nya dan membantu nya ngurus anak anak.'' ucap bu diah lagi.


''Semoga saja Bu.'' pungkas Adam setelah puas memandangi foto Yuna dan kedua buah hati nya Adam bergegas pergi


''Kamu mau kemana dam.'' tanya Bu Diah penasaran melihat Adam seperti bersiap ingin pergi.


''Adam akan ke restoran sebentar Bu.'' jawab Adam sengaja ingin pergi mengurangi rasa sumpek di rumah yang selalu mengingat kan Adam tentang Yuna dan anak anak nya.


''Dam kamu disini.'' sebuah suara yang sangat Adam kenal siapa lagi kalau bukan Dira. Adam hanya menoleh ke sumber suara namun engan untuk menjawab


''Dulu aku Yuna dan juga sea sering datang ke tempat ini tempat favorit kami melepas lelah.'' lirih dira berdiri di samping Adam menatap air sungai yang mengalir tenang.


''Karna itu aku datang ke tempat ini aku sangat merindukan nya.'' lirih Adam.


''jadi Yuna belum kembali.'' tanya Dira Adam menggelengkan kepalanya pelan


''Semua salah ku dam.'' lirih dira menatap Adam dari samping dengan rambut yang mulai panjang rahang tegas nya pun sudah di tumbuhi bulu bulu yang membuat penampilan Adam terlihat tidak terurus.


''Apa kamu tau kenapa Yuna pergi Dir. Apa kalian pernah bertengkar saat aku sedang koma.'' tanya Adam penasaran

__ADS_1


''Ti tidak aku dan Yuna baik baik saja.'' bohong Dira Yuna sangat marah saat mengetahui siapa orang yang mendonorkan darah untuk putri nya


''Apa Adam belum tau soal donor darah itu Yuna tidak memberi tau ibu nya Adam.'' batin di Dira mencoba menebak


''Beneran dam Yuna memang marah dengan ku tapi kami tidak sedang bertengkar.'' jelas Dira


''Tap Yuna pernah bilang pada ku saat aku koma, kamu sudah berhasil menginjak injak harga diri nya. Maksud nya apa Dir bisa kamu jelaskan.'' tanya Adam lagi seakan tidak percaya dengan penjelasan Dira.


''Tidak ada apa apa dam sungguh aku berkata yang sebenar nya. Mungkin kamu sedang berhalusinasi dam.'' lanjut Dira


''bukan nya dokter juga bilang pada mu untuk mengajak ku bicara saat aku koma karna aku dapat mendengar semua nya. Itu arti nya aku tidak berhalusinasi Dira.'' ucap Adam lagi.


Dira tampak diam tidak tau harus berkata apa. Tidak mungkin Dira mengatakan Yuna sangat marah saat tau Dira yang mendonor kan darah nya untuk raya. Bagai mana reaksi Adam kalau dia juga tau pasti Adam juga akan marah.


''Sungguh niat ku tulus. Aku hanya ingin menyelamat kan raya demi menebus dosa ku pada Yuna. Meski aku harus kehilangan bayi ku.'' batin Dira berkata


''Dasar ingin sekali aku menjambak rambut nya kenapa wanita itu masih saja berbohong.'' gerutu sea kesal sedari tadi sea melihat dan mendengar apa yang dira dan Adam obrol kan.


''Honey sudah jangan ikut campur terlalu jauh. Nanti Adam bisa curiga dengan kita kalau sebenar nya kita sudah tau alamat Yuna.'' ucap Nathan mencoba menenangkan istri nya.


''Tapi lihat lah wanita itu masih saja berbohong untuk apa coba untuk menarik perhatian Adam lagi.'' sea tampak sangat kesal


''Biarkan saja tampak nya Adam tidak tertarik dengan wanita itu. Mereka pasti akan mendapat balasan nya sendiri, kita tidak usah ikut campur.'' ucap Nathan lagi.


''Kita makan di tempat lain saja aku sudah hilang selera makan ku.'' sea bergegas meninggal kan tempat itu dengan rasa kesal


Sedang Dira tidak berani bicara jujur pada Adam Dira takut Adam akan melakukan hal yang sama seperti Yuna tidak memaafkan nya

__ADS_1


Besambung


__ADS_2